alexametrics
26.3 C
Surakarta
Thursday, 9 December 2021

Permintaan Maaf dari Junimart Urung Keluar, Pemuda Pancasila Geruduk DPRD Solo

SOLO – Ratusan anggota Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kota Surakarta bergerak. Pasalnya hingga batas waktu yang ditentukan belum ada permintaan maaf dari Wakil Ketua Komisi II DPR RI Junimart Girsang terkait pernyataannya agar Kemendagri membubarkan organisasi Pemuda Pancasila.

Seperti yang diketahui, Majelis Pimpinan Nasional (MPN), pihaknya memberikan waktu 2×24 jam agar Politisi PDIP itu meminta maaf, namun hingga batas yang ditentukan belum ada permintaan maaf secara terbuka.
Denggan menggunakan sepeda motor, 100 orang anggota ini mendatangi kantor DPRD Kota Surakarta dari Markas Koti Agas Kamis (25/11) kemarin.

Sesampainya didepan kantor DPRD mereka ditemui empat Anggota dewan dari Fraksi PDIP, antara lain Ginda Ferachtriawan, Siti Muslikah, Trihono Setyo Putro dan Wahyu Hariyanto.

Sesampainya didepan gerbang dewan, mereka menyerahkan surat tuntutan kepada Dewan yang meminta Junimart Girsang meminta maaf dan menjantuhkan sanksi kepada yang bersangkutan karena melakukan ujaran kebencian dan membuat Gaduh serta agar kedepan tidak terulang.

“Pada intinya, ini adalah ungkapan rasa sakit hati karena pernyataan anggota DPR RI yang seharusnya memberikan contoh dan tauladan justru malah membuat gaduh, membuat ujaran kebencian pada Pemuda Pancasila,” ungkap Ketua MPC Pemuda Pancasila Surakarta Muhammad Faisal Rifki.

Aksi ini, lanjut Faisal, merupakan aksi awal. Bila kedepan tidak ada ikhtikad baik, maka aksi dalam jumlah besar akan berlajut. “Apabila tidak ada etikat baik dari Junimart, kami akan mengasakan aksi dengan jumlah orang yang lebih besar. Mungkin 10 kali lipat dari ini,” tegasnya.

Sementara itu, anggota DPRD Kota Surakarta Ginda Ferachtriawan yang menerima rombongan tersebut mengatakan, sejatinya massa yang datang kemarin meminta bertemu dengan para pimpinan dewan. “Tapi karena semua pimpinan tidak ada ditempat maka tadi kami yang menemui,” ujar Ginda.

Ginda menambahkan, pihak DPRD Kota Surakarta akan segera mengirimkan surat pernyataan tersebut ke Ketua DPR RI Pusat Puan Maharani. “Mereka memang menuntut permintaan maaf melalui ketua DPR RI bu Puan,” pungkasnya. (atn/dam)

SOLO – Ratusan anggota Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kota Surakarta bergerak. Pasalnya hingga batas waktu yang ditentukan belum ada permintaan maaf dari Wakil Ketua Komisi II DPR RI Junimart Girsang terkait pernyataannya agar Kemendagri membubarkan organisasi Pemuda Pancasila.

Seperti yang diketahui, Majelis Pimpinan Nasional (MPN), pihaknya memberikan waktu 2×24 jam agar Politisi PDIP itu meminta maaf, namun hingga batas yang ditentukan belum ada permintaan maaf secara terbuka.
Denggan menggunakan sepeda motor, 100 orang anggota ini mendatangi kantor DPRD Kota Surakarta dari Markas Koti Agas Kamis (25/11) kemarin.

Sesampainya didepan kantor DPRD mereka ditemui empat Anggota dewan dari Fraksi PDIP, antara lain Ginda Ferachtriawan, Siti Muslikah, Trihono Setyo Putro dan Wahyu Hariyanto.

Sesampainya didepan gerbang dewan, mereka menyerahkan surat tuntutan kepada Dewan yang meminta Junimart Girsang meminta maaf dan menjantuhkan sanksi kepada yang bersangkutan karena melakukan ujaran kebencian dan membuat Gaduh serta agar kedepan tidak terulang.

“Pada intinya, ini adalah ungkapan rasa sakit hati karena pernyataan anggota DPR RI yang seharusnya memberikan contoh dan tauladan justru malah membuat gaduh, membuat ujaran kebencian pada Pemuda Pancasila,” ungkap Ketua MPC Pemuda Pancasila Surakarta Muhammad Faisal Rifki.

Aksi ini, lanjut Faisal, merupakan aksi awal. Bila kedepan tidak ada ikhtikad baik, maka aksi dalam jumlah besar akan berlajut. “Apabila tidak ada etikat baik dari Junimart, kami akan mengasakan aksi dengan jumlah orang yang lebih besar. Mungkin 10 kali lipat dari ini,” tegasnya.

Sementara itu, anggota DPRD Kota Surakarta Ginda Ferachtriawan yang menerima rombongan tersebut mengatakan, sejatinya massa yang datang kemarin meminta bertemu dengan para pimpinan dewan. “Tapi karena semua pimpinan tidak ada ditempat maka tadi kami yang menemui,” ujar Ginda.

Ginda menambahkan, pihak DPRD Kota Surakarta akan segera mengirimkan surat pernyataan tersebut ke Ketua DPR RI Pusat Puan Maharani. “Mereka memang menuntut permintaan maaf melalui ketua DPR RI bu Puan,” pungkasnya. (atn/dam)

Populer

Berita Terbaru