alexametrics
25.5 C
Surakarta
Monday, 25 October 2021

Harga Tembus Rp 23 Ribu, Pemkab Sragen Waspada Kelangkaan Elpiji Melon

SRAGEN Pemerintah Kabupaten Sragen mewaspadai kelangkaan gas 3 kilogram di masyarakat. Lantaran setiap musim kemarau sering terjadi kelangkaan. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sragen sudah melakukan antisipasi jika persedian menipis.

Informasi yang dihimpun, harga gas elpiji melon tersebut di beberapa wilayah utara Bengawan saat ini sekitar Rp 22-23 ribu per tabung di tingkat pengecer. Dihawatirkan akan semakin naik jika terjadi kelangkaan.

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan dan Pengembangan Disperindag Kabupaten Sragen M. Farid Wadji menyampaikan, harga tersebut bukan dari pangkalan. Pihak pangkalan sudah diingatkan agar harga disesuaikan dengan harga eceran tertinggi (HET) yakni Rp 15.300. Dia meminta agar menghindari menjual ke tingkat pengecer. Jika sudah di pengecer, patokan harga tentu sudah di atas HET.

”Kami sudah sampaikan ke teman-teman agar barang sampai pangkalan untuk tetap di harga HET,” terangnya.

Soal pasokan memang sempat menipis ketika cuaca sedang panas dan tidak kunjung turun hujan. Pada saat itu sempat menimbulkan kepanikan masyarakat. Begitu tabung gas datang langsung ludes.

”Kalau musim kemarau biasanya dianggap langka. Tapi suplai tetap dikoordinasi dengan pertamina,” ujarnya.

Dia menambahkan, sempat ada informasi kekurangan di wilayah Gemolong dan sekitarnya. Pihaknya sudah koordinasi dengan agen dan pangkalan untuk dipertebal agar tidak terjadi kelangkaan.

Selain itu ada pula tambahan dari Juli hingga September sekitar 8.400 tabung. Selama bulan tersebut antisipasi kelangkaan. Namun prioritas penambahan untuk area persawahan.

”Ada beberapa hari hujan ini berangsur berkurang. Ketika musim hujan masalah lagi, dari pangkalan kesulitan untuk distribusi barang, karena kebutuhan petani berkurang,” ujar Farid.

Lantas program PLN untuk sumur submersible menggunakan tenaga listrik juga mengurangi gas untuk kebutuhan pertanian.

”Dengan adanya sibel listrik, pengajuan tambahan hanya momen-momen hari raya keagamaan dan akhir tahun,” ujarnya. (din/adi)

SRAGEN Pemerintah Kabupaten Sragen mewaspadai kelangkaan gas 3 kilogram di masyarakat. Lantaran setiap musim kemarau sering terjadi kelangkaan. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sragen sudah melakukan antisipasi jika persedian menipis.

Informasi yang dihimpun, harga gas elpiji melon tersebut di beberapa wilayah utara Bengawan saat ini sekitar Rp 22-23 ribu per tabung di tingkat pengecer. Dihawatirkan akan semakin naik jika terjadi kelangkaan.

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan dan Pengembangan Disperindag Kabupaten Sragen M. Farid Wadji menyampaikan, harga tersebut bukan dari pangkalan. Pihak pangkalan sudah diingatkan agar harga disesuaikan dengan harga eceran tertinggi (HET) yakni Rp 15.300. Dia meminta agar menghindari menjual ke tingkat pengecer. Jika sudah di pengecer, patokan harga tentu sudah di atas HET.

”Kami sudah sampaikan ke teman-teman agar barang sampai pangkalan untuk tetap di harga HET,” terangnya.

Soal pasokan memang sempat menipis ketika cuaca sedang panas dan tidak kunjung turun hujan. Pada saat itu sempat menimbulkan kepanikan masyarakat. Begitu tabung gas datang langsung ludes.

”Kalau musim kemarau biasanya dianggap langka. Tapi suplai tetap dikoordinasi dengan pertamina,” ujarnya.

Dia menambahkan, sempat ada informasi kekurangan di wilayah Gemolong dan sekitarnya. Pihaknya sudah koordinasi dengan agen dan pangkalan untuk dipertebal agar tidak terjadi kelangkaan.

Selain itu ada pula tambahan dari Juli hingga September sekitar 8.400 tabung. Selama bulan tersebut antisipasi kelangkaan. Namun prioritas penambahan untuk area persawahan.

”Ada beberapa hari hujan ini berangsur berkurang. Ketika musim hujan masalah lagi, dari pangkalan kesulitan untuk distribusi barang, karena kebutuhan petani berkurang,” ujar Farid.

Lantas program PLN untuk sumur submersible menggunakan tenaga listrik juga mengurangi gas untuk kebutuhan pertanian.

”Dengan adanya sibel listrik, pengajuan tambahan hanya momen-momen hari raya keagamaan dan akhir tahun,” ujarnya. (din/adi)

Populer

Berita Terbaru