alexametrics
33.5 C
Surakarta
Friday, 12 August 2022

Penggilingan Padi Milik Kades Wonotolo Hangus Terbakar

SRAGEN – Penggilingan padi milik kepala Desa Wonotolo, Kecamatan Gondang Mukhlisin di Dusun Ceme, terbakar Kamis (4/8). Kerugian diperkirakan Rp 50 juta.

Kabid Pemadam Kebakaran (Damkar) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sragen Tomy Isharyanto menjelaskan kebakaran terjadi pada Kamis (4/8) sekitar pukul 23.40. Dia menyampaikan awalnya pemilik rumah baru tiba selepas berpergian dari Ponorogo. Hingga sekitar pukul 22.15 pemilik rumah istrahat karena kelelahan.

Kebetulan rumah dan penggilingan padi berdempetan. Saat pemilik tengah istirahat, salah satu warga mengetahui bagian mesin penggilingan terbakar. Selain itu sempat sekali meledak. Padahal saat itu, kondisi penggilingan sudah tidak beroperasi.

Kebakaran diketahui dari kobaran api dan kepulan asap yang keluar dari tempat penggilingan padi, kemudian membakar sekam. Api merambat cukup cepat dan menyasar bangunan. ”Obyek yang terbakar yakni mesin penggilingan padi. Indikasi akibat konsleting aki pada mesin penggilingan padi,” jelasnya Jumat (5/8).

Dalam kebakaran tersebut pihaknya menerjunkan dua unit mobil pemadam kebakaran. Setelah api berhasil dijinakkan, dilakukan identifikasi, dimana satu set mesin penggilingan padi hangus terbakar. Selain itu sekitar 150 sak karung beras dan gabah juga terdampak. Sebagian ada yang rusak dan hangus terbakar. ”Warga sempat khawatir api merembet ke pemukiman,” terangnya.

Sementara Kades Wonotolo, Mukhlisin membenarkan yang terbakar adalah selepan yang dikelola keluarganya. Dia menduga kebakaran diduga dipicu oleh kondisi mesin penggilingan padi yang terlalu panas usai dioperasikan. ”Kerugian sekitar Rp 50 juta. Mesin dan gabah kering. Proses pemadaman dibantu warga dan Damkar segera datang,” ujarnya. (din/wa/dam)

SRAGEN – Penggilingan padi milik kepala Desa Wonotolo, Kecamatan Gondang Mukhlisin di Dusun Ceme, terbakar Kamis (4/8). Kerugian diperkirakan Rp 50 juta.

Kabid Pemadam Kebakaran (Damkar) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sragen Tomy Isharyanto menjelaskan kebakaran terjadi pada Kamis (4/8) sekitar pukul 23.40. Dia menyampaikan awalnya pemilik rumah baru tiba selepas berpergian dari Ponorogo. Hingga sekitar pukul 22.15 pemilik rumah istrahat karena kelelahan.

Kebetulan rumah dan penggilingan padi berdempetan. Saat pemilik tengah istirahat, salah satu warga mengetahui bagian mesin penggilingan terbakar. Selain itu sempat sekali meledak. Padahal saat itu, kondisi penggilingan sudah tidak beroperasi.

Kebakaran diketahui dari kobaran api dan kepulan asap yang keluar dari tempat penggilingan padi, kemudian membakar sekam. Api merambat cukup cepat dan menyasar bangunan. ”Obyek yang terbakar yakni mesin penggilingan padi. Indikasi akibat konsleting aki pada mesin penggilingan padi,” jelasnya Jumat (5/8).

Dalam kebakaran tersebut pihaknya menerjunkan dua unit mobil pemadam kebakaran. Setelah api berhasil dijinakkan, dilakukan identifikasi, dimana satu set mesin penggilingan padi hangus terbakar. Selain itu sekitar 150 sak karung beras dan gabah juga terdampak. Sebagian ada yang rusak dan hangus terbakar. ”Warga sempat khawatir api merembet ke pemukiman,” terangnya.

Sementara Kades Wonotolo, Mukhlisin membenarkan yang terbakar adalah selepan yang dikelola keluarganya. Dia menduga kebakaran diduga dipicu oleh kondisi mesin penggilingan padi yang terlalu panas usai dioperasikan. ”Kerugian sekitar Rp 50 juta. Mesin dan gabah kering. Proses pemadaman dibantu warga dan Damkar segera datang,” ujarnya. (din/wa/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/