alexametrics
33.5 C
Surakarta
Friday, 12 August 2022

Tak Bisa Berenang, Dua Bocah asal Dukuh Sulurejo Tenggelam di Embung Sulur

SRAGEN – Diduga karena tidak bisa berenang, dua bocah tenggelam di embung Sulur, Dukuh Sulurejo, Desa Gringging Kecamatan Sambungmacan, Kamis (4/8).

Mereka adalah Muhamad Alfarizzi, 9, warga Dusun Sulurejo, dan Keynandra Velaocta Alief Kurniawan, 9,  warga Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam, Kepulauan Riau.

Keterangan dari sejumlah saksi, awalnya Alfarizzi dan Keynandra bermain bersama Arya Saputra, dan Hafiz di sekitar embung Sulur. Alfarizzi dan Keynandra memutuskan untuk mandi di embung, sedangkan Arya Saputra dan Hafiz pulang.

Hingga pukul 17.30, Alfarizzi tak kunjung pulang. Sang nenek kemudian mencarinya ke rumah Keynandra. Ternyata, Keynandra juga belum pulang. Pencarian diteruskan ke rumah Arya Saputra dan Hafiz.

Dari itu diperoleh informasi bahwa anak-anak bermain di sekitar embung. Keluarga dibantu warga lainnya bergegas menuju embung. Namun pencarian tak membuahkan hasil. Warga kemudian melapor ke perangkat Desa Gringging dan diteruskan ke Polsek Sambungmacan.

Bersama relawan, warga, dan tim SAR polisi melakukan penyisiran hingga pukul 20.00 dan menemukan Alfarizzi sudah tak bernyawa. Menyusul Keynandra ditemukan pukul 21.00 dengan kondisi yang sama.

”Kami melakukan pemeriksaan luar bersama bersama Tim Inafis Polres Sragen dan Puskesmas Sambungmacan. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Korban diduga meninggal karena tenggelam,” ungkap Kapolsek Sambungmacan Iptu Widarto mewakili Kapolres Sragen AKBP Piter Yanottama, kemarin (5/8). (din/wa/dam)

SRAGEN – Diduga karena tidak bisa berenang, dua bocah tenggelam di embung Sulur, Dukuh Sulurejo, Desa Gringging Kecamatan Sambungmacan, Kamis (4/8).

Mereka adalah Muhamad Alfarizzi, 9, warga Dusun Sulurejo, dan Keynandra Velaocta Alief Kurniawan, 9,  warga Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam, Kepulauan Riau.

Keterangan dari sejumlah saksi, awalnya Alfarizzi dan Keynandra bermain bersama Arya Saputra, dan Hafiz di sekitar embung Sulur. Alfarizzi dan Keynandra memutuskan untuk mandi di embung, sedangkan Arya Saputra dan Hafiz pulang.

Hingga pukul 17.30, Alfarizzi tak kunjung pulang. Sang nenek kemudian mencarinya ke rumah Keynandra. Ternyata, Keynandra juga belum pulang. Pencarian diteruskan ke rumah Arya Saputra dan Hafiz.

Dari itu diperoleh informasi bahwa anak-anak bermain di sekitar embung. Keluarga dibantu warga lainnya bergegas menuju embung. Namun pencarian tak membuahkan hasil. Warga kemudian melapor ke perangkat Desa Gringging dan diteruskan ke Polsek Sambungmacan.

Bersama relawan, warga, dan tim SAR polisi melakukan penyisiran hingga pukul 20.00 dan menemukan Alfarizzi sudah tak bernyawa. Menyusul Keynandra ditemukan pukul 21.00 dengan kondisi yang sama.

”Kami melakukan pemeriksaan luar bersama bersama Tim Inafis Polres Sragen dan Puskesmas Sambungmacan. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Korban diduga meninggal karena tenggelam,” ungkap Kapolsek Sambungmacan Iptu Widarto mewakili Kapolres Sragen AKBP Piter Yanottama, kemarin (5/8). (din/wa/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/