alexametrics
23.7 C
Surakarta
Tuesday, 24 May 2022

Hepatitis Misterius Serang anak-anak, Dinkes Sragen Masih Pelajari

SRAGEN – Adanya kasus hepatitis akut misterius yang marak diberitakan menjadi perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sragen. Namun Dinkes memastikan belum terdapat kasus tersebut di Sragen dan tetap akan waspada terkait dampak dan penularannya.

Kepala DKK Sragen Hargiyanto menyampaikan pihaknya masih menunggu kejelasan soal hepatitis akut misterius tersebut. Menurutnya untuk penyebab dan penyebarannya belum jelas. Namun dirinya akan tetap menekankan pentingnya pencegahan.

”Kan Etiologinya hepatitis ini belum diketahui, jadi kita nggak ngerti. Tapi pencegahannya ya seperti saat ini, dengan sering cuci tangan pakai sabun dan pakai masker kalau masuknya lewat udara. Yang penting pencegahan,” ujarnya kemarin.

Dia menekankan di Sragen belum ada kasus tersebut. Lantas skala nasional pun dikabarkan sekitar tiga kasus. Itupun belum probable atau belum terkonfirmasi. Sehingga pihaknya masih menunggu perkembangangannya.

Sejauh ini yang dipelajarinya yakni gejala yang dirasakan masih seperti orang yang terserang virus hepatitis. Seperti suhu tubuh panas, urine berwarna pekat seperti teh. Sakit pada liver, mual, muntah dan sebagainya. Namun setelah di cek laboratorium tidak termasuk hepatitis A, Hepatitis B, maupun Hepatitis C, D dan E.

”Saya masih pelajari semua literatur kedokteran. Dari mana-mana saya rangkum, tapi semuanya masih belum ada penjelasan,” ungkapnya.

Pihaknya menjabarkan sejauh ini yang terserang hepapatitis misterius tersebut yakni anak-anak rentang usia sampai 16 tahun. Namun sayangnya untuk vaksin hepatitis belum ada.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan, hepatitis akut yang marak dibahas sampai hari ini belum ada kasus di Sragen. ”Saya minta dinkes membuat flayer diberikan kepada masyarakat melalui ASN mengenai upaya pencegahannya, bagaimana bisa terkena itu dan bagaimana menanggulangi dab sebagainya,” ujar bupati.

Dia sudah menyampaikan kepada ASN untuk meneruskan kepada warga agar meningkatkan kewaspadaan. Terkait siswa yang sudah masuk sekolah agar tetap dalam pengawasan.

“Saya minta area sekolah steril dari PKL yang belum jelas kebersihannya. Sampai sekarang kami belum izinkan kantin sekolah dibuka. Anak-anak bawa makanan dari rumah,” ujarnya. (din/bun/dam)

SRAGEN – Adanya kasus hepatitis akut misterius yang marak diberitakan menjadi perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sragen. Namun Dinkes memastikan belum terdapat kasus tersebut di Sragen dan tetap akan waspada terkait dampak dan penularannya.

Kepala DKK Sragen Hargiyanto menyampaikan pihaknya masih menunggu kejelasan soal hepatitis akut misterius tersebut. Menurutnya untuk penyebab dan penyebarannya belum jelas. Namun dirinya akan tetap menekankan pentingnya pencegahan.

”Kan Etiologinya hepatitis ini belum diketahui, jadi kita nggak ngerti. Tapi pencegahannya ya seperti saat ini, dengan sering cuci tangan pakai sabun dan pakai masker kalau masuknya lewat udara. Yang penting pencegahan,” ujarnya kemarin.

Dia menekankan di Sragen belum ada kasus tersebut. Lantas skala nasional pun dikabarkan sekitar tiga kasus. Itupun belum probable atau belum terkonfirmasi. Sehingga pihaknya masih menunggu perkembangangannya.

Sejauh ini yang dipelajarinya yakni gejala yang dirasakan masih seperti orang yang terserang virus hepatitis. Seperti suhu tubuh panas, urine berwarna pekat seperti teh. Sakit pada liver, mual, muntah dan sebagainya. Namun setelah di cek laboratorium tidak termasuk hepatitis A, Hepatitis B, maupun Hepatitis C, D dan E.

”Saya masih pelajari semua literatur kedokteran. Dari mana-mana saya rangkum, tapi semuanya masih belum ada penjelasan,” ungkapnya.

Pihaknya menjabarkan sejauh ini yang terserang hepapatitis misterius tersebut yakni anak-anak rentang usia sampai 16 tahun. Namun sayangnya untuk vaksin hepatitis belum ada.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan, hepatitis akut yang marak dibahas sampai hari ini belum ada kasus di Sragen. ”Saya minta dinkes membuat flayer diberikan kepada masyarakat melalui ASN mengenai upaya pencegahannya, bagaimana bisa terkena itu dan bagaimana menanggulangi dab sebagainya,” ujar bupati.

Dia sudah menyampaikan kepada ASN untuk meneruskan kepada warga agar meningkatkan kewaspadaan. Terkait siswa yang sudah masuk sekolah agar tetap dalam pengawasan.

“Saya minta area sekolah steril dari PKL yang belum jelas kebersihannya. Sampai sekarang kami belum izinkan kantin sekolah dibuka. Anak-anak bawa makanan dari rumah,” ujarnya. (din/bun/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/