alexametrics
23.7 C
Surakarta
Tuesday, 24 May 2022

Pemkab Gelar Festival Teh, Sajikan Cita Rasa Teh Khas Sragen

SRAGEN – Pemkab Sragen menggelar festival teh, Jumat (13/5). Padahal Bumi Sukowati tidak memiliki kebun teh maupun pabrik besar. Salah satu pertimbangan digelarnya kegiatan itu adalah tingkat konsumsi teh yang tinggi.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan, banyak warganya yang menyukai teh. “Tidak harus spesifik daerah penghasil teh untuk membuat festival teh. Jika ke depan punya ciri khas teh Sragen, penggemar teh diharapkan bisa merasakan racikan teh yang berbeda,” ungkapnya.

Apakah ada rencana mendirikan pabrik teh? Bupati yang akrab disapa Yuni itu mengatakan, sumber daya alam di Sragen tidak cocok untuk tanaman teh. Namun Sragen punya peracik teh yang belum tentu dimiliki daerah lainnya.

”Peracik teh bisa diberdayakan mengkreasi teh dengan cita rasa Sragen. Bahan baku tetap beli dari Karanganyar,” kata dia seraya berharap festival teh mampu mendongkrak UMKM.

Heru Purwanto, pembina komunitas pecinta teh Sragen menambahkan, penikmat teh berdasarkan karakter demografi masyarakat. Bukan berdasarkan lokasi perkebunannya.

”Teh ada di kebun, tapi penikmatnya berdasarkan karakter demografi masyarakat. Contohnya racikan teh di Jogja suka yang wangi dan bening. Di Sragen mengutamakan sepet, wangi, mantep dan merah,” ujarnya. (din/wa/dam)

SRAGEN – Pemkab Sragen menggelar festival teh, Jumat (13/5). Padahal Bumi Sukowati tidak memiliki kebun teh maupun pabrik besar. Salah satu pertimbangan digelarnya kegiatan itu adalah tingkat konsumsi teh yang tinggi.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan, banyak warganya yang menyukai teh. “Tidak harus spesifik daerah penghasil teh untuk membuat festival teh. Jika ke depan punya ciri khas teh Sragen, penggemar teh diharapkan bisa merasakan racikan teh yang berbeda,” ungkapnya.

Apakah ada rencana mendirikan pabrik teh? Bupati yang akrab disapa Yuni itu mengatakan, sumber daya alam di Sragen tidak cocok untuk tanaman teh. Namun Sragen punya peracik teh yang belum tentu dimiliki daerah lainnya.

”Peracik teh bisa diberdayakan mengkreasi teh dengan cita rasa Sragen. Bahan baku tetap beli dari Karanganyar,” kata dia seraya berharap festival teh mampu mendongkrak UMKM.

Heru Purwanto, pembina komunitas pecinta teh Sragen menambahkan, penikmat teh berdasarkan karakter demografi masyarakat. Bukan berdasarkan lokasi perkebunannya.

”Teh ada di kebun, tapi penikmatnya berdasarkan karakter demografi masyarakat. Contohnya racikan teh di Jogja suka yang wangi dan bening. Di Sragen mengutamakan sepet, wangi, mantep dan merah,” ujarnya. (din/wa/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/