alexametrics
23.7 C
Surakarta
Tuesday, 24 May 2022

Tersangka Tak Ditahan, Ayah Korban Perkosaan Malah Mendapatkan Teror

SRAGEN – Malang nian nasib DS, warga Kecamatan Sukodono, Sragen. Buah hatinya W, 9, menjadi korban pemerkosaan. Diduga dilakukan S, 38, tetangganya sendiri dan beberapa remaja, pada 2020 silam. Ironisnya, hingga kini para terduga pelaku masih menghirup udara bebas. Sialnya lagi, DS mengaku mendapat intimidasi jika nekat memperjuangkan kasus tersebut ke jalur hukum.

DS mengaku buah hatinya diduga diperkosa S di sebuah rumah kosong. Kejadian kedua diduga dilakukan di sebuah toilet kantor desa. Kali ini korban digilir tiga di bawah umur. Tahu anaknya jadi korban, DS kemudian melapor ke Polres Sragen, 29 Desember 2020. Hasil visum, korban mengalami luka sobek di bagian kelamin. Sayang, hingga kini para pelaku belum ditahan.

“Tim Polda Jateng sempat turun tangan, saat bulan puasa kemarin. Kejadian yang menimpa anak saya memang benar, Tapi sampai sekarang belum ada penyelesaian. Para pelakunya belum ditangkap,” keluhnya kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (12/5).

Penderitaan DS belum berakhir. Dalam kurun dua tahun pasca kejadian, berbagai intimidasi dialaminya. Intinya meminta agar DS berhenti memperjuangkan keadilan bagi buah hatinya.

Intimidasi pertama dialami saat keliling menjajakan cilok. DS mengaku gerobak cilok dan motornya ditabrak orang tak dikenal. “Saya dan anak saya ini korban. Tapi seolah-olah kok didiamkan. Saya juga didatangi oknum waktu kerja. Sempat ditawari Rp 500 ribu agar nutup kasus ini,” imbuhnya.

Sering diteror, DS tak gentar sedikitpun. Dia berkomitmen melanjutkan kasus tersebut ke jalur hukum. Dan jika dalam waktu dekat tak kunjung ada kejelasan, dia akan melaporkan kasus ini ke Bareskrim Mabes Polri. “Kasus sudah jalan dua tahun, hasilnya semakin tidak jelas,” ketusnya. (din/fer/dam)

 

SRAGEN – Malang nian nasib DS, warga Kecamatan Sukodono, Sragen. Buah hatinya W, 9, menjadi korban pemerkosaan. Diduga dilakukan S, 38, tetangganya sendiri dan beberapa remaja, pada 2020 silam. Ironisnya, hingga kini para terduga pelaku masih menghirup udara bebas. Sialnya lagi, DS mengaku mendapat intimidasi jika nekat memperjuangkan kasus tersebut ke jalur hukum.

DS mengaku buah hatinya diduga diperkosa S di sebuah rumah kosong. Kejadian kedua diduga dilakukan di sebuah toilet kantor desa. Kali ini korban digilir tiga di bawah umur. Tahu anaknya jadi korban, DS kemudian melapor ke Polres Sragen, 29 Desember 2020. Hasil visum, korban mengalami luka sobek di bagian kelamin. Sayang, hingga kini para pelaku belum ditahan.

“Tim Polda Jateng sempat turun tangan, saat bulan puasa kemarin. Kejadian yang menimpa anak saya memang benar, Tapi sampai sekarang belum ada penyelesaian. Para pelakunya belum ditangkap,” keluhnya kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (12/5).

Penderitaan DS belum berakhir. Dalam kurun dua tahun pasca kejadian, berbagai intimidasi dialaminya. Intinya meminta agar DS berhenti memperjuangkan keadilan bagi buah hatinya.

Intimidasi pertama dialami saat keliling menjajakan cilok. DS mengaku gerobak cilok dan motornya ditabrak orang tak dikenal. “Saya dan anak saya ini korban. Tapi seolah-olah kok didiamkan. Saya juga didatangi oknum waktu kerja. Sempat ditawari Rp 500 ribu agar nutup kasus ini,” imbuhnya.

Sering diteror, DS tak gentar sedikitpun. Dia berkomitmen melanjutkan kasus tersebut ke jalur hukum. Dan jika dalam waktu dekat tak kunjung ada kejelasan, dia akan melaporkan kasus ini ke Bareskrim Mabes Polri. “Kasus sudah jalan dua tahun, hasilnya semakin tidak jelas,” ketusnya. (din/fer/dam)

 

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/