alexametrics
32.7 C
Surakarta
Monday, 27 September 2021

Persiapan Pembukaan Objek Wisata, Mulai Simulasi di Museum Sangiran

SRAGEN Pemerintah Kabupaten Sragen belum berani membuka objek wisata meskipun saat ini turun ke PPKM level 3. Pemkab baru sebatas memberi izin simulasi pembukaan sejumlah objek wisata andalan.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Sragen Yusep Wahyudi menjelaskan, saat ini objek wisata andalan Kabupaten Sragen belum bisa beroperasi. Seperti Museum Manusia Purba Sangiran, Gunung Kemukus dan Pemandian Air Panas Bayanan. Namun pada pekan ini baru tahap simulasi untuk Museum Manusia purba Sangiran.

”Selama simulasi belum ada pengunjung yang bisa masuk. Masih tahap latihan untuk pengelola, belum dibuka,” terang Yusep, kemarin (12/9).

Dia menyampaikan, jika tidak terbentur aturan, tentu harapannya bisa segera dibuka. Namun harus tetap tunduk pada aturan PPKM. Jika aturan sudah membolehkan, pihaknya siap membuka tempat wisata.

”Kami pada Minggu kemarin menggelar koordinasi dengan seluruh dinas pariwisata di Jawa Tengah, PPKM level 3 hanya bisa dilakukan uji coba atau simulasi,” terangnya.

Jika sudah ada keputusan, pembukaan tempat wisata juga akan ada pembatasan jumlah pengunjung. ”Sudah pernah dilakukan sebelum PPKM untuk Museum Sangiran dalam sehari hanya maksimal 100 pengunjung,” bebernya.

Sementara untuk Gunung Kemukus sebenarnya merupakan tempat ziarah. Tetapi pada saat ini juga tidak dibuka karena ada pembangunan penataan wilayah Gunung Kemukus. Sehingga akses keluar masuk dibuat terbuka. Terutama untuk akses para pekerja dan warga setempat.

”Kalau pun ada peziarah yang datang pasti kurang nyaman. Karena kondisinya kami bongkar semua,” ujarnya.

Sedangkan pemandian air panas Bayanan harus menunggu lebih lama. Padahal sudah mendapatkan penataan. Namun karena merupakan wisata air, pertimbangan untuk kembali dibuka akan membutuhkan pertimbangan lebih panjang.

Kepala Seksi (Kasi) Perlindungan Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPMSP) Sangiran Dody Wiranto mengaku belum berani membuka kembali Museum Sangiran karena masih pada PPKM level 3. Selain itu pihaknya juga akan mendiskusikan formula baru untuk pengunjung.

”Kalau sebelum PPKM, ada pembatasan 100 pengunjung. Mungkin ini juga harus menunjukkan bukti vaksin lewat aplikasi PeduliLindungi, nanti akan kami diskusikan lagi,” terangnya. (din/adi/dam)


SRAGEN Pemerintah Kabupaten Sragen belum berani membuka objek wisata meskipun saat ini turun ke PPKM level 3. Pemkab baru sebatas memberi izin simulasi pembukaan sejumlah objek wisata andalan.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Sragen Yusep Wahyudi menjelaskan, saat ini objek wisata andalan Kabupaten Sragen belum bisa beroperasi. Seperti Museum Manusia Purba Sangiran, Gunung Kemukus dan Pemandian Air Panas Bayanan. Namun pada pekan ini baru tahap simulasi untuk Museum Manusia purba Sangiran.

”Selama simulasi belum ada pengunjung yang bisa masuk. Masih tahap latihan untuk pengelola, belum dibuka,” terang Yusep, kemarin (12/9).

Dia menyampaikan, jika tidak terbentur aturan, tentu harapannya bisa segera dibuka. Namun harus tetap tunduk pada aturan PPKM. Jika aturan sudah membolehkan, pihaknya siap membuka tempat wisata.

”Kami pada Minggu kemarin menggelar koordinasi dengan seluruh dinas pariwisata di Jawa Tengah, PPKM level 3 hanya bisa dilakukan uji coba atau simulasi,” terangnya.

Jika sudah ada keputusan, pembukaan tempat wisata juga akan ada pembatasan jumlah pengunjung. ”Sudah pernah dilakukan sebelum PPKM untuk Museum Sangiran dalam sehari hanya maksimal 100 pengunjung,” bebernya.

Sementara untuk Gunung Kemukus sebenarnya merupakan tempat ziarah. Tetapi pada saat ini juga tidak dibuka karena ada pembangunan penataan wilayah Gunung Kemukus. Sehingga akses keluar masuk dibuat terbuka. Terutama untuk akses para pekerja dan warga setempat.

”Kalau pun ada peziarah yang datang pasti kurang nyaman. Karena kondisinya kami bongkar semua,” ujarnya.

Sedangkan pemandian air panas Bayanan harus menunggu lebih lama. Padahal sudah mendapatkan penataan. Namun karena merupakan wisata air, pertimbangan untuk kembali dibuka akan membutuhkan pertimbangan lebih panjang.

Kepala Seksi (Kasi) Perlindungan Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPMSP) Sangiran Dody Wiranto mengaku belum berani membuka kembali Museum Sangiran karena masih pada PPKM level 3. Selain itu pihaknya juga akan mendiskusikan formula baru untuk pengunjung.

”Kalau sebelum PPKM, ada pembatasan 100 pengunjung. Mungkin ini juga harus menunjukkan bukti vaksin lewat aplikasi PeduliLindungi, nanti akan kami diskusikan lagi,” terangnya. (din/adi/dam)

Populer

Berita Terbaru