alexametrics
32.7 C
Surakarta
Monday, 27 September 2021

Proyek Strategis di Sragen Terganjal Kebijakan Pusat

SRAGEN Sejumlah proyek strategis untuk pembangunan di wilayah Kabupaten Sragen urung dikerjakan tahun ini. Lantaran terjadi pergantian pucuk pimpinan di kementerian terkait. Di antaranya proyek sentra olahraga atau sport center dan kerjasama kampus Universitas Sebelas Maret (UNS).

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menjelaskan sempat direncanakan pembangunan sport center pada saat menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dijabat oleh Imam Nahrawi.

Menpora menyarankan untuk menggandeng CSR dalam pengembangan sarana olah raga. Namun rencana tersebut menguap begitu saja saat sang menteri terjerat kasus korupsi.

”Imam Nahrawi sempat keliling dan sepakat, ini bagus juga buat sport center. Ayo segera bikin proposalnya. Ndilalah (Kebetulan,Red) kecelakaan itu,” ujar bupati.

Begitu terjadi pergantian menteri, pemerintah daerah sulit melobi pemerintah pusat terkait tindak lanjut sport center. Di sisi lain akibat pandemi Covid-19, sejumlah venue di GOR Diponegoro Sragen kurang maksimal dalam hal perawatan dan perbaikan.

Demikian juga soal perguruan tinggi di Sragen. Pemerintah Kabupaten Sragen juga sudah berbicara dengan rektor UNS untuk mendirikan cabangnya di Sragen. Namun begitu diterjang pandemi Covid-19 dan pergantian rektor, situasinya juga menjadi tidak jelas. Ditambah ada pergantian menteri yang terjadi di pusat. Sehingga program pun berubah.

”Padahal rencana sudah ada, detail enginering design (DED) sudah, maket bangunan sudah. Bahkan lokasi untuk pembangunan kita jaga supaya tidak terjadi lonjakan harga tanah,” terangnya.

Sebelumnya rencana pengembangan UNS di Sragen disiapkan pada saat dipimpin Rektor Ravik Karsidi. Rencana pengembangan wilayah kecamatan di sisi Barat, seperti Kecamatan Plupuh. Tetapi rencana itu terhambat akibat aturan dari pemerintah pusat soal perguruan tinggi. (din/adi/dam)


SRAGEN Sejumlah proyek strategis untuk pembangunan di wilayah Kabupaten Sragen urung dikerjakan tahun ini. Lantaran terjadi pergantian pucuk pimpinan di kementerian terkait. Di antaranya proyek sentra olahraga atau sport center dan kerjasama kampus Universitas Sebelas Maret (UNS).

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menjelaskan sempat direncanakan pembangunan sport center pada saat menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dijabat oleh Imam Nahrawi.

Menpora menyarankan untuk menggandeng CSR dalam pengembangan sarana olah raga. Namun rencana tersebut menguap begitu saja saat sang menteri terjerat kasus korupsi.

”Imam Nahrawi sempat keliling dan sepakat, ini bagus juga buat sport center. Ayo segera bikin proposalnya. Ndilalah (Kebetulan,Red) kecelakaan itu,” ujar bupati.

Begitu terjadi pergantian menteri, pemerintah daerah sulit melobi pemerintah pusat terkait tindak lanjut sport center. Di sisi lain akibat pandemi Covid-19, sejumlah venue di GOR Diponegoro Sragen kurang maksimal dalam hal perawatan dan perbaikan.

Demikian juga soal perguruan tinggi di Sragen. Pemerintah Kabupaten Sragen juga sudah berbicara dengan rektor UNS untuk mendirikan cabangnya di Sragen. Namun begitu diterjang pandemi Covid-19 dan pergantian rektor, situasinya juga menjadi tidak jelas. Ditambah ada pergantian menteri yang terjadi di pusat. Sehingga program pun berubah.

”Padahal rencana sudah ada, detail enginering design (DED) sudah, maket bangunan sudah. Bahkan lokasi untuk pembangunan kita jaga supaya tidak terjadi lonjakan harga tanah,” terangnya.

Sebelumnya rencana pengembangan UNS di Sragen disiapkan pada saat dipimpin Rektor Ravik Karsidi. Rencana pengembangan wilayah kecamatan di sisi Barat, seperti Kecamatan Plupuh. Tetapi rencana itu terhambat akibat aturan dari pemerintah pusat soal perguruan tinggi. (din/adi/dam)

Populer

Berita Terbaru