alexametrics
33.8 C
Surakarta
Monday, 27 September 2021

Polres Sragen Ciduk Pengedar, Sita 500 Butir Pil Koplo

SRAGEN – Peredaran obat keras atau sering disebut pil koplo di eks Karesidenan Surakarta makin mengkhawatirkan. Setelah menggagalkan pasokan dari Jakarta, kemarin giliran Polres Sragen berhasil menyita barang bukti sebelum diedarkan di wilayah setempat.

Pelaku adalah Suris, 29,  warga Dusun/Desa Galeh, Kecamatan Tangen. Dia ditangkap Sabtu (11/9) pukul 13.00 di rumah orang tuanya. Barang bukti 500 butir tablet obat dalam kemasan bertuliskan Trihexyphenidyl disita polisi.

Awalnya anggota Satnarkoba Polres Sragen mendapatkan informasi dari masyarakat ada orang yang diduga menjual obat-obatan terlarang. Kanit Opsnal Ipda Agus Warsito bersama anggota langsung menyelidiki ke lokasi.

Setelah dipantau 30 menit, pukul 13.00 anggota langsung menuju ke sebuah rumah seseorang yang di curigai sebagai pengedar obat-obatan terlarang. Rumah Suris digeledah, sampai akhirnya anggota satnarkoba menemukan bungkusan plastik warna hitam yang disimpan di atas lemari kamar. Setelah di buka bungkusan plastik tersebut berisikan obat-obatan jenis trihexphenidyl. Selain itu, ada sebuah handphone merk OPPO yang digunakan untuk transaksi obat-obatan.

Kasi Humas Polres Sragen AKP Suwarso mengatakan, obat jenis tersebut dibeli dengan cara pesan melalui akun obat herbal di Facebook. ”Tersangka mengaku untuk di konsumsi sendiri serta untuk di jual kembali kepada teman- temannya untuk mendapatkan keuntungan,” terangnya Senin (13/9)

Saat ini sudah dilakukan penyitaan terhadap barang bukti yang di temukan tersebut. Selanjutnya tersangka dan barang bukti dibawa ke Polres Sragen guna proses penyidikan lebih lanjut.

Pada awal Agustus lalu (3/9) polisi juga mengamankan Sulis Prasetiyo, 20. Warga Dusun Karanganyar, Desa Patihan, Kecamatan Sidoharjo, ini kedapatan membawa 50 psikotropika. Dengan rincian 20 butir riklon dan 30 butir jenis Atarax Alprazolam. Dia ditangkap di jalan kampung Sidomulyo, Kelurahan Sragen wetan, Kecamatan Sragen.

”Tersangka merupakan pengedar dan mendapatkan obat psikotropika jenis tersebut dari temannya dengan cara membeli seharga Rp 1.010.000,” jelasnya.

Para tersangka melanggar pasal 196 atau pasal 197 UU R.I. No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Mereka kedapatan dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan obat yang tidak memiliki izin edar yang sah. (din/bun/dam)


SRAGEN – Peredaran obat keras atau sering disebut pil koplo di eks Karesidenan Surakarta makin mengkhawatirkan. Setelah menggagalkan pasokan dari Jakarta, kemarin giliran Polres Sragen berhasil menyita barang bukti sebelum diedarkan di wilayah setempat.

Pelaku adalah Suris, 29,  warga Dusun/Desa Galeh, Kecamatan Tangen. Dia ditangkap Sabtu (11/9) pukul 13.00 di rumah orang tuanya. Barang bukti 500 butir tablet obat dalam kemasan bertuliskan Trihexyphenidyl disita polisi.

Awalnya anggota Satnarkoba Polres Sragen mendapatkan informasi dari masyarakat ada orang yang diduga menjual obat-obatan terlarang. Kanit Opsnal Ipda Agus Warsito bersama anggota langsung menyelidiki ke lokasi.

Setelah dipantau 30 menit, pukul 13.00 anggota langsung menuju ke sebuah rumah seseorang yang di curigai sebagai pengedar obat-obatan terlarang. Rumah Suris digeledah, sampai akhirnya anggota satnarkoba menemukan bungkusan plastik warna hitam yang disimpan di atas lemari kamar. Setelah di buka bungkusan plastik tersebut berisikan obat-obatan jenis trihexphenidyl. Selain itu, ada sebuah handphone merk OPPO yang digunakan untuk transaksi obat-obatan.

Kasi Humas Polres Sragen AKP Suwarso mengatakan, obat jenis tersebut dibeli dengan cara pesan melalui akun obat herbal di Facebook. ”Tersangka mengaku untuk di konsumsi sendiri serta untuk di jual kembali kepada teman- temannya untuk mendapatkan keuntungan,” terangnya Senin (13/9)

Saat ini sudah dilakukan penyitaan terhadap barang bukti yang di temukan tersebut. Selanjutnya tersangka dan barang bukti dibawa ke Polres Sragen guna proses penyidikan lebih lanjut.

Pada awal Agustus lalu (3/9) polisi juga mengamankan Sulis Prasetiyo, 20. Warga Dusun Karanganyar, Desa Patihan, Kecamatan Sidoharjo, ini kedapatan membawa 50 psikotropika. Dengan rincian 20 butir riklon dan 30 butir jenis Atarax Alprazolam. Dia ditangkap di jalan kampung Sidomulyo, Kelurahan Sragen wetan, Kecamatan Sragen.

”Tersangka merupakan pengedar dan mendapatkan obat psikotropika jenis tersebut dari temannya dengan cara membeli seharga Rp 1.010.000,” jelasnya.

Para tersangka melanggar pasal 196 atau pasal 197 UU R.I. No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Mereka kedapatan dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan obat yang tidak memiliki izin edar yang sah. (din/bun/dam)

Populer

Berita Terbaru