alexametrics
25.5 C
Surakarta
Monday, 25 October 2021

Atlet Paralimpik Sragen Bidik 8 Emas di Ajang Peparnas XVI 2021 Papua

SRAGEN Sejumlah 21 atlet paralimpik dari Kabupaten Sragen bersiap memberikan yang terbaik dalam Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVI 2021 Papua. Mereka tergabung dengan kontingen Jawa Tengah. Targetnya bisa meraih delapan medali emas.

Papernas digelar pada awal November mendatang usai gelaran PON. Sebelum berlaga membawa nama Sragen, para atlet bersama pengurus National Paralympic Committee (NPC) Indonesia Kabupaten Sragen bertemu Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati di Kantor Pemkab Sragen, kemarin (13/10). Mereka optimistis mempersembahkan medali.

”Saya berharap mereka bisa merealisasikan target-target yang ada. Mereka semua sudah memiliki target masing-masing. Kegigihan mereka menunjukkan tekad untuk meraih medali,” ujar Bupati.

Target atlet dari Sragen adalah delapan emas, delapan perak, dan tiga perunggu. Yuni berharap para atlet paralimpik ini bisa membawa nama besar Sragen. Selain itu para atlet juga sudah menyiapkan ajang ini denga berlatih di Solo.

”Saya berpesan kepada para atlet untuk menjaga nama baik Sragen dan Jateng. Agar mereka bermain sportif dan berusaha sekuat tenaga,” tutur Yuni.

Yuni menyampaikan setelah ajang ini, akan ada dua atlet paralimpik asal Sragen yang langsung terbang ke luar negeri. Mereka adalah Fajri, atlet badminton dan Tasya, atlet atletik. Keduanya dari SLB Negeri Sragen.

Wakil Ketua NPC Indonesia Sragen Hariyanto menyampaikan, para atlet yang bertanding ke Papua akan turun di sejumlah cabang olahraga. Beberapa yang diunggulkan meraih medali yakni cabang olahraga menembak, memanah, bulu tangkis, angkat berat, dan atletik. Target medali emas dan perak diprediksi datang salah satunya dari cabang olahraga atletik. Selain itu dari cabor menembak.

“Selain itu saya yakin di panahan pun optimistis bisa membawa medali emas dan perak. Di cabor badminton juga berpeluang dapat emas,” terangnya.

Mereka akan terbang ke Papua pada 2 November mendatang. Dalam persiapan ajang ini, para atlet sudah dikarantina tujuh bulan di Solo dengan tempat latihan tersebar di Sukoharjo, Solo, dan Karanganyar. (din/adi/dam)

SRAGEN Sejumlah 21 atlet paralimpik dari Kabupaten Sragen bersiap memberikan yang terbaik dalam Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVI 2021 Papua. Mereka tergabung dengan kontingen Jawa Tengah. Targetnya bisa meraih delapan medali emas.

Papernas digelar pada awal November mendatang usai gelaran PON. Sebelum berlaga membawa nama Sragen, para atlet bersama pengurus National Paralympic Committee (NPC) Indonesia Kabupaten Sragen bertemu Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati di Kantor Pemkab Sragen, kemarin (13/10). Mereka optimistis mempersembahkan medali.

”Saya berharap mereka bisa merealisasikan target-target yang ada. Mereka semua sudah memiliki target masing-masing. Kegigihan mereka menunjukkan tekad untuk meraih medali,” ujar Bupati.

Target atlet dari Sragen adalah delapan emas, delapan perak, dan tiga perunggu. Yuni berharap para atlet paralimpik ini bisa membawa nama besar Sragen. Selain itu para atlet juga sudah menyiapkan ajang ini denga berlatih di Solo.

”Saya berpesan kepada para atlet untuk menjaga nama baik Sragen dan Jateng. Agar mereka bermain sportif dan berusaha sekuat tenaga,” tutur Yuni.

Yuni menyampaikan setelah ajang ini, akan ada dua atlet paralimpik asal Sragen yang langsung terbang ke luar negeri. Mereka adalah Fajri, atlet badminton dan Tasya, atlet atletik. Keduanya dari SLB Negeri Sragen.

Wakil Ketua NPC Indonesia Sragen Hariyanto menyampaikan, para atlet yang bertanding ke Papua akan turun di sejumlah cabang olahraga. Beberapa yang diunggulkan meraih medali yakni cabang olahraga menembak, memanah, bulu tangkis, angkat berat, dan atletik. Target medali emas dan perak diprediksi datang salah satunya dari cabang olahraga atletik. Selain itu dari cabor menembak.

“Selain itu saya yakin di panahan pun optimistis bisa membawa medali emas dan perak. Di cabor badminton juga berpeluang dapat emas,” terangnya.

Mereka akan terbang ke Papua pada 2 November mendatang. Dalam persiapan ajang ini, para atlet sudah dikarantina tujuh bulan di Solo dengan tempat latihan tersebar di Sukoharjo, Solo, dan Karanganyar. (din/adi/dam)

Populer

Berita Terbaru