alexametrics
27.1 C
Surakarta
Monday, 25 October 2021

Upayakan Turun Level PPKM, Pemkab Sragen Targetkan Vaksinasi 70 Persen

SRAGEN Pemerintah Kabupaten Sragen menargetkan vaksinasi mencapai 70 persen agar level PPKM bisa ditekan menjadi level 1. Saat ini target tersebut semakin mendekati, meski diakui kondisinya lebih sulit. Terutama untuk kelompok lansia yang lebih sulit dikejar.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyampaikan, untuk mencapai PPKM level 1, ada sejumlah syarat. Salah satunya soal vaksinasi harus mencapai 70 persen. Termasuk di dalamnya kelompok umur lanjut usia (lansia) harus menyentuh angka 60 persen.

Sementara saat ini capaian sudah mencapai 68,5 persen untuk keseluruhan. Sedangkan untuk lansia sudah lebih dari 55 persen.

”Untuk warga umum ada sekitar 11.800 orang yang belum vaksin. Lansianya kurang 4.500,” terang Yuni, kemarin (13/10).

Yuni menambahkan, upaya yang dilakukan pendataan warga yang belum divaksin. Pendataan sampai ke level RT, sehingga ketua RT melakukan pendataan warganya yang belum melakukan vaksinasi.

”RT bertugas door-to-door mendata. Jadi bisa kita cek. Wilayah mana yang kurang dan apa problemnya. Saya sudah minta camat untuk melaksanakan sejak pekan lalu,” jelasnya.

Terkait kendala di lapangan, pihaknya sudah komunikasi dengan kapolres dan dandim untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan. Dari TNI dan Polri sudah meminta data by name by addres warga yang belum vaksin.

”Semua cara kami tempuh, mulai terjunkan bidan desa, vaksinasi malam hari, dorong BUMD sampai hari ini minta dinas menginstruksikan ASN agar jika di lingkungan belum vaksin agar difasilitasi. Misalnya jika tidak punya kendaraan diantar,” jelas Yuni.

Terkait stok vaksin, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sragen Hargiyanto menyampaikan, untuk jenis Pfizer sebanyak 64 ribu, Sinovac 16 ribu di dinkes, di polres sekitar 50 ribu dan kodim 20 ribu. Sedangkan vaksin Astra Zaneca ada 20 ribu untuk dosis 2. Sedangkan Moderna masih 1.800 untuk booster.

”Memang masih banyak tapi juga untuk dosis 2 juga,” bebernya.

Dia menambahkan, persediaan vaksin dan tenaga vaksinatior sudah tidak masalah. Namun permasalahan yakni mulai berkurangnya warga yang divaksin.

”Bukan karena tidak mau, tapi memang berkurang. Termasuk lansia 55 persen sebenarnya sudah tinggi. Target Kamis sore sudah capai 70 persen, bidan desa diminta minimal 10 lansia per desa,” ujarnya. (din/adi/dam)

SRAGEN Pemerintah Kabupaten Sragen menargetkan vaksinasi mencapai 70 persen agar level PPKM bisa ditekan menjadi level 1. Saat ini target tersebut semakin mendekati, meski diakui kondisinya lebih sulit. Terutama untuk kelompok lansia yang lebih sulit dikejar.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyampaikan, untuk mencapai PPKM level 1, ada sejumlah syarat. Salah satunya soal vaksinasi harus mencapai 70 persen. Termasuk di dalamnya kelompok umur lanjut usia (lansia) harus menyentuh angka 60 persen.

Sementara saat ini capaian sudah mencapai 68,5 persen untuk keseluruhan. Sedangkan untuk lansia sudah lebih dari 55 persen.

”Untuk warga umum ada sekitar 11.800 orang yang belum vaksin. Lansianya kurang 4.500,” terang Yuni, kemarin (13/10).

Yuni menambahkan, upaya yang dilakukan pendataan warga yang belum divaksin. Pendataan sampai ke level RT, sehingga ketua RT melakukan pendataan warganya yang belum melakukan vaksinasi.

”RT bertugas door-to-door mendata. Jadi bisa kita cek. Wilayah mana yang kurang dan apa problemnya. Saya sudah minta camat untuk melaksanakan sejak pekan lalu,” jelasnya.

Terkait kendala di lapangan, pihaknya sudah komunikasi dengan kapolres dan dandim untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan. Dari TNI dan Polri sudah meminta data by name by addres warga yang belum vaksin.

”Semua cara kami tempuh, mulai terjunkan bidan desa, vaksinasi malam hari, dorong BUMD sampai hari ini minta dinas menginstruksikan ASN agar jika di lingkungan belum vaksin agar difasilitasi. Misalnya jika tidak punya kendaraan diantar,” jelas Yuni.

Terkait stok vaksin, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sragen Hargiyanto menyampaikan, untuk jenis Pfizer sebanyak 64 ribu, Sinovac 16 ribu di dinkes, di polres sekitar 50 ribu dan kodim 20 ribu. Sedangkan vaksin Astra Zaneca ada 20 ribu untuk dosis 2. Sedangkan Moderna masih 1.800 untuk booster.

”Memang masih banyak tapi juga untuk dosis 2 juga,” bebernya.

Dia menambahkan, persediaan vaksin dan tenaga vaksinatior sudah tidak masalah. Namun permasalahan yakni mulai berkurangnya warga yang divaksin.

”Bukan karena tidak mau, tapi memang berkurang. Termasuk lansia 55 persen sebenarnya sudah tinggi. Target Kamis sore sudah capai 70 persen, bidan desa diminta minimal 10 lansia per desa,” ujarnya. (din/adi/dam)

Populer

Berita Terbaru