alexametrics
24.5 C
Surakarta
Tuesday, 28 September 2021

Potensi Menjanjikan, Desa Sigit Rencana Kembangkan Porang

SRAGEN Pemerintah Desa (Pemdes) Sigit, Kecamatan Tangen berencana mengembangkan porang sebagai hasil produksi pertanian. Melihat potensi pasar porang yang cukup menjanjikan, diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan petani.

Desa Sigit melaksanakan tanam porang perdana Selasa (14/9) bersama Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Tengah. Kepala Desa (Kades) Sigit Wardoyo menyampaikan, saat ini porang sedang banyak diminati.

”Awalnya banyak yang tanya pendampingan seperti apa. Begitu BPTP menyanggupi kami enjoy aja. Kami minta bimbingan dan arahan BPTP,” ujarnya.

Lahan yang digunakan untuk tanam porang ini seluas 3 hektare. Selain itu melibatkan kelompok tani Sri Rejeki. Pihaknya tidak memungkiri petani di Desa Sigit belum berpengalaman dalam hal bercocok tanam porang. Termasuk pengolahan lahan di wilayah Desa Sigit yang berada di utara Bengawan Solo. Kondisinya relatif tandus dibanding di selatan Bengawan Solo.

Alhamdulillah tanam perdana ini langsung diguyur hujan, ini pertanda baik. Respons petani pun bersemangat,” ujarnya.

Anggota Komisi IV DPR RI Luluk Nur Hamidah yang hadir dalam acara itu menyampaikan, Desa Sigit yang paling siap dari segala aspek untuk dibantu dalam hal penanaman porang. Mulai dari pihak desa, petani, dan ketersediaan lahan. ”Karena tidak semua desa memenuhi persyaratan,” ujarnya.

Selain itu ada upaya optimalisasi lahan yang bisa ditanami porang. Beberapa lahan baik dari warga, lahan desa maupun perhutani juga terpantau dengan baik.

”Kami juga sudah terjunkan alsintan, jadi itu bisa dimanfaatkan untuk pengembangan porang,” ungkapnya.

Luluk meyakini sampai beberapa tahun ke depan prospek usaha porang masih bagus. Pihaknya meminta pemerintah menjaga sentimen pasar terkait porang. Karena saat ini untuk komoditi porang belum terdata dengan baik.

”Kami belum tahu pasti luasan lahan untuk porang, demikian juga kebutuhan konsumsi porang di dalam dan luar negeri. Di Sisi lain porang ini tanaman ekspor, lebih banyak dibutuhkan di luar negeri,” terangnya.

Dia berharap ke depan untuk ekspor bukan bentuk umbi porang. Namun sudah diolah disesuaikan kebutuhan pasar agar nilainya meningkat. Pihaknya akan mendampingi akan mendampingi selama tanam hingga paska panen.

”Ini butuh waktu dan proses, ini merupakan program BPTP, jadi bisa ada lanjutannya,” ujar Luluk. (din/adi/dam)


SRAGEN Pemerintah Desa (Pemdes) Sigit, Kecamatan Tangen berencana mengembangkan porang sebagai hasil produksi pertanian. Melihat potensi pasar porang yang cukup menjanjikan, diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan petani.

Desa Sigit melaksanakan tanam porang perdana Selasa (14/9) bersama Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Tengah. Kepala Desa (Kades) Sigit Wardoyo menyampaikan, saat ini porang sedang banyak diminati.

”Awalnya banyak yang tanya pendampingan seperti apa. Begitu BPTP menyanggupi kami enjoy aja. Kami minta bimbingan dan arahan BPTP,” ujarnya.

Lahan yang digunakan untuk tanam porang ini seluas 3 hektare. Selain itu melibatkan kelompok tani Sri Rejeki. Pihaknya tidak memungkiri petani di Desa Sigit belum berpengalaman dalam hal bercocok tanam porang. Termasuk pengolahan lahan di wilayah Desa Sigit yang berada di utara Bengawan Solo. Kondisinya relatif tandus dibanding di selatan Bengawan Solo.

Alhamdulillah tanam perdana ini langsung diguyur hujan, ini pertanda baik. Respons petani pun bersemangat,” ujarnya.

Anggota Komisi IV DPR RI Luluk Nur Hamidah yang hadir dalam acara itu menyampaikan, Desa Sigit yang paling siap dari segala aspek untuk dibantu dalam hal penanaman porang. Mulai dari pihak desa, petani, dan ketersediaan lahan. ”Karena tidak semua desa memenuhi persyaratan,” ujarnya.

Selain itu ada upaya optimalisasi lahan yang bisa ditanami porang. Beberapa lahan baik dari warga, lahan desa maupun perhutani juga terpantau dengan baik.

”Kami juga sudah terjunkan alsintan, jadi itu bisa dimanfaatkan untuk pengembangan porang,” ungkapnya.

Luluk meyakini sampai beberapa tahun ke depan prospek usaha porang masih bagus. Pihaknya meminta pemerintah menjaga sentimen pasar terkait porang. Karena saat ini untuk komoditi porang belum terdata dengan baik.

”Kami belum tahu pasti luasan lahan untuk porang, demikian juga kebutuhan konsumsi porang di dalam dan luar negeri. Di Sisi lain porang ini tanaman ekspor, lebih banyak dibutuhkan di luar negeri,” terangnya.

Dia berharap ke depan untuk ekspor bukan bentuk umbi porang. Namun sudah diolah disesuaikan kebutuhan pasar agar nilainya meningkat. Pihaknya akan mendampingi akan mendampingi selama tanam hingga paska panen.

”Ini butuh waktu dan proses, ini merupakan program BPTP, jadi bisa ada lanjutannya,” ujar Luluk. (din/adi/dam)

Populer

Berita Terbaru