alexametrics
23.6 C
Surakarta
Tuesday, 28 September 2021

10 Anak Jadi Tersangka Gara-Gara Gelar Konvoi Perguruan Silat

SRAGEN– Jajaran Polres Sragen menetapkan sepuluh anggota perguruan silat di yang terlibat konvoi Sabtu (10/7) lalu sebagai tersangka. Semuanya masih berusia di bawah umur. Dengan pertimbangan tersebut proses hukum dilaksanakan secara diversi.

Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi menyampaikan, lantaran para pelaku masih di bawah umur dilakukan proses diversi. Hal ini dilakukan sesuai dengan amanat undang-undang.

”Jadi kami telah menetapkan tersangka sebanyak 10 orang dan kebetulan semuanya ini anak-anak yang usianya di bawah umur,” ujar kapolres.

Proses hukum diversi akan dilakukan bapas. Pihak bapas akan merekomendasikan diversi bisa di kejaksaan ataupun di kepolisian. Kapolres menambahkan, hasil penyelidikan, konvoi itu dilakukan spontan oleh para anak muda ini. Tidak berdasarkan perintah dari senior perguruan silat tersebut.

”Dilakukan secara spontan dari anak-anak,” ungkapnya.

Dengan kejadian ini pihaknya meminta para ketua ranting maupun pimpinan setiap perguruan silat untuk sama-sama menjaga dan mengendalikan anak asuhnya.

”Anak-anak ini masih membutuhkan bimbingan dan arahan serta pengendalian dan pengawasan. Sehingga jangan dilepas tanpa pengarahan yang bisa berpotensi membahayakan, baik diri mereka sendiri maupun orang lain,” tegas kapolres.

Pihaknya kembali mengingatkan dalam kondisi pandemi saat ini, semua perguruan silat dilarang untuk mengadakan kegiatan dalam bentuk apapun. Baik itu pengesahan maupun kegiatan sarasehan. Dia juga meminta kerja sama maksimal untuk menghadapi pandemi.

”Janganlah membuang-buang energi dengan hal-hal yang seperti demikian, masih banyak energi kita dibutuhkan untuk hal-hal yang lebih bermanfaat. Mari bekerja sama memerangi pandemi Covid-19,” ujarnya. (din/adi/ria)

 


SRAGEN– Jajaran Polres Sragen menetapkan sepuluh anggota perguruan silat di yang terlibat konvoi Sabtu (10/7) lalu sebagai tersangka. Semuanya masih berusia di bawah umur. Dengan pertimbangan tersebut proses hukum dilaksanakan secara diversi.

Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi menyampaikan, lantaran para pelaku masih di bawah umur dilakukan proses diversi. Hal ini dilakukan sesuai dengan amanat undang-undang.

”Jadi kami telah menetapkan tersangka sebanyak 10 orang dan kebetulan semuanya ini anak-anak yang usianya di bawah umur,” ujar kapolres.

Proses hukum diversi akan dilakukan bapas. Pihak bapas akan merekomendasikan diversi bisa di kejaksaan ataupun di kepolisian. Kapolres menambahkan, hasil penyelidikan, konvoi itu dilakukan spontan oleh para anak muda ini. Tidak berdasarkan perintah dari senior perguruan silat tersebut.

”Dilakukan secara spontan dari anak-anak,” ungkapnya.

Dengan kejadian ini pihaknya meminta para ketua ranting maupun pimpinan setiap perguruan silat untuk sama-sama menjaga dan mengendalikan anak asuhnya.

”Anak-anak ini masih membutuhkan bimbingan dan arahan serta pengendalian dan pengawasan. Sehingga jangan dilepas tanpa pengarahan yang bisa berpotensi membahayakan, baik diri mereka sendiri maupun orang lain,” tegas kapolres.

Pihaknya kembali mengingatkan dalam kondisi pandemi saat ini, semua perguruan silat dilarang untuk mengadakan kegiatan dalam bentuk apapun. Baik itu pengesahan maupun kegiatan sarasehan. Dia juga meminta kerja sama maksimal untuk menghadapi pandemi.

”Janganlah membuang-buang energi dengan hal-hal yang seperti demikian, masih banyak energi kita dibutuhkan untuk hal-hal yang lebih bermanfaat. Mari bekerja sama memerangi pandemi Covid-19,” ujarnya. (din/adi/ria)

 

Populer

Berita Terbaru