alexametrics
31.4 C
Surakarta
Monday, 4 July 2022

Pesan Pil Koplo lewat Olshop

Polres Sragen Amankan Pemuda yang Hendak Transaksi Obat Terlarang

SRAGEN – Kasus narkoba dan obat terlarang seolah tak pernah habis. Sejak awal 2022 hingga awal Juni, jajaran Polres Sragen telah mengungkap 32 laporan dengan 39 tersangka. Selama Mei lalu ada tiga laporan terkait obat terlarang dan narkoba.

Kepala satuan reserse narkoba (Kasatresnarkoba) Polres Sragen AKP Rini Pangestuti menyampaikan, salah satu tersangka yakni YPM alias Klangseng, 19, warga Desa Tangkil, Kecamatan Sragen melakukan transaksi di dekat kantor desa Bandung, Kecamatan Ngrampal. Anggota yang mendapat informasi tersebut mencurigai tersangka yang tengah duduk di dekat lapangan kantor desa.

Di bagian tubuh tersangka tidak ada barang haram tersebut. Namun ketika dicek di sepeda motornya, terdapat obat-obatan psikotropika atau pil koplo sebanyak 26 aprazolam dan atarax 16 butir yang disembunyikan dalam bungkus rokok gudang garam.

”Diakui barang tersebut didapatkan dari pesan online shop (olshop,Red) seharga Rp 700 ribu,” terangnya mewakili Kapolres Sragen AKBP Piter Yanottama.

Rini menyampaikan, pemuda tersebut terancam hukuman penjara minimal 5 tahun setelah melanggar Pasal 25 UU tentang Psikotropika. Kondisi ini sangat disayangkan karena di Sragen cukup marak penjualan obat terlarang. Bahkan transaksi melalui online dengan gamblang.

”Sragen obat-obatan sangat marak. Kami sudah berkordinasi dengan IPWL Yayasan Lentera Bangsa Indonesia untuk direhap bagi yang melaporkan sejak awal,” ujarnya.

Dia menambahkan, bagi keluarga atau tetangga yang melaporkan sejak dini, tidak akan ditangkap atau dikenai pidana. Karena laporan dari keluarga itu diupayakan untuk dilakukan rehabilitas korban obat terlarang.

”Karena tidak terduga. Anak yang di rumah sopan dan penurut, ternyata menggunakan obat-obatan. Situasi itu karena dampak pergaulan,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga mendapati kasus sabu dengan tersangka HSW alias Gareng, 33, warga kampung Mojomulyo, Kelurahan Sragen Kulon, Kecamatan Sragen. Dia membawa 0,36 gram sabu beserta pipet dan alat hisap. Pelaku ditangkap di rumahnya.

Kasus sabu lainnya yakni warga kampung Cantel Kulon, Kecamatan Sragen kulon yakni J alias Jum, 37. Ditangkap saat mengambil sabu. Barang bukti yang diamankan sebuah plastik klip bening diduga berisi sabu. Kedua tersangka dikenakan Pasal 112 junto 127  Undang-undang Narkotika Tahun 2004 dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun. (din/adi/dam)

SRAGEN – Kasus narkoba dan obat terlarang seolah tak pernah habis. Sejak awal 2022 hingga awal Juni, jajaran Polres Sragen telah mengungkap 32 laporan dengan 39 tersangka. Selama Mei lalu ada tiga laporan terkait obat terlarang dan narkoba.

Kepala satuan reserse narkoba (Kasatresnarkoba) Polres Sragen AKP Rini Pangestuti menyampaikan, salah satu tersangka yakni YPM alias Klangseng, 19, warga Desa Tangkil, Kecamatan Sragen melakukan transaksi di dekat kantor desa Bandung, Kecamatan Ngrampal. Anggota yang mendapat informasi tersebut mencurigai tersangka yang tengah duduk di dekat lapangan kantor desa.

Di bagian tubuh tersangka tidak ada barang haram tersebut. Namun ketika dicek di sepeda motornya, terdapat obat-obatan psikotropika atau pil koplo sebanyak 26 aprazolam dan atarax 16 butir yang disembunyikan dalam bungkus rokok gudang garam.

”Diakui barang tersebut didapatkan dari pesan online shop (olshop,Red) seharga Rp 700 ribu,” terangnya mewakili Kapolres Sragen AKBP Piter Yanottama.

Rini menyampaikan, pemuda tersebut terancam hukuman penjara minimal 5 tahun setelah melanggar Pasal 25 UU tentang Psikotropika. Kondisi ini sangat disayangkan karena di Sragen cukup marak penjualan obat terlarang. Bahkan transaksi melalui online dengan gamblang.

”Sragen obat-obatan sangat marak. Kami sudah berkordinasi dengan IPWL Yayasan Lentera Bangsa Indonesia untuk direhap bagi yang melaporkan sejak awal,” ujarnya.

Dia menambahkan, bagi keluarga atau tetangga yang melaporkan sejak dini, tidak akan ditangkap atau dikenai pidana. Karena laporan dari keluarga itu diupayakan untuk dilakukan rehabilitas korban obat terlarang.

”Karena tidak terduga. Anak yang di rumah sopan dan penurut, ternyata menggunakan obat-obatan. Situasi itu karena dampak pergaulan,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga mendapati kasus sabu dengan tersangka HSW alias Gareng, 33, warga kampung Mojomulyo, Kelurahan Sragen Kulon, Kecamatan Sragen. Dia membawa 0,36 gram sabu beserta pipet dan alat hisap. Pelaku ditangkap di rumahnya.

Kasus sabu lainnya yakni warga kampung Cantel Kulon, Kecamatan Sragen kulon yakni J alias Jum, 37. Ditangkap saat mengambil sabu. Barang bukti yang diamankan sebuah plastik klip bening diduga berisi sabu. Kedua tersangka dikenakan Pasal 112 junto 127  Undang-undang Narkotika Tahun 2004 dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun. (din/adi/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/