alexametrics
29 C
Surakarta
Monday, 4 July 2022

Pembangunan MPP Sragen Tahap Kedua Dimulai

Agar MPP Tidak Sepi, Bupati Sragen Berharap Tak Ada Dualisme Pelayanan

SRAGEN – Pelaksanaan pembangunan Mal Pelayanan Publik (MPP) Sragen mulai kembali dikerjakan sekitar dua pekan lalu. Pagu anggaran Rp 10,4 miliar. Diharapkan bisa berperan besar untuk memudahkan layanan publik di Sragen.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sragen Tugiyono menyampaikan, pekerjaan dilakukan dua tahap. Pertama pada 2021 lalu. Sedangkan saat ini tahap kedua sudah mulai dikerjakan dua minggu terakhir.

”Yang akan mengisi semua komponen layanan publik di Sragen. Baik instasi vertikal maupun layanan pemerintah daerah akan diitegrasikan dalam satu gedung. Seperti samsat, kepolisian, dispendukcapil, dan sebagainya,” terangnya, kemarin (22/6).

Soal teknis pembangunan, Tugiyono menjelaskan ada di Dinas Perumahan, Pemukiman Pertanahan dan Tata Ruang (Disperkimtaru). Pihaknya juga menyerahkan perihal penataan interior bangunan.

”Saya nggak ikut menata, nanti tinggal terima kunci, tugas dan fungsi OPD saya sebenarnya ada membuat itu. Tapi kan bukan ahlinya,” bebernya.

Sebelumnya Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyampaikan, ada 32 stand pelayanan yang disiapkan di MPP Sragen. Sekitar 20 instansi vertikal komitmen menjalankan pelayanan di MPP. Seperti kantor imigrasi yang tidak berkantor di kabupaten Sragen.

”Semua komitmen, hanya mereka perlu berhitung untuk menempatkan personel. Karena kita tidak bisa membiayai personel dari instansi lain. Yang bisa kita biayai perlengkapan yang dibutuhkan,” terang Yuni.

Yuni menambahkan, kesuksesan MPP tidak serta merta jalan dengan sendirinya. Akan ada tantangan yang perlu dihadapi. Seperti banyak MPP sepi yang ada di kota/kabupaten lain. Kondisi ini tidak lepas dari adanya dualisme pelayanan.

”Jadi di MPP dilayani, di kantor masing-masing juga dilayani. Jadi nanti kami sebelum opening Januari tahun depan, saya minta komitmen seluruhnya. Agar yang sudah dilayani di MPP tidak dilayani di tempatnya. Saya rasa bisa,” yakin Bupati. (din/adi)

SRAGEN – Pelaksanaan pembangunan Mal Pelayanan Publik (MPP) Sragen mulai kembali dikerjakan sekitar dua pekan lalu. Pagu anggaran Rp 10,4 miliar. Diharapkan bisa berperan besar untuk memudahkan layanan publik di Sragen.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sragen Tugiyono menyampaikan, pekerjaan dilakukan dua tahap. Pertama pada 2021 lalu. Sedangkan saat ini tahap kedua sudah mulai dikerjakan dua minggu terakhir.

”Yang akan mengisi semua komponen layanan publik di Sragen. Baik instasi vertikal maupun layanan pemerintah daerah akan diitegrasikan dalam satu gedung. Seperti samsat, kepolisian, dispendukcapil, dan sebagainya,” terangnya, kemarin (22/6).

Soal teknis pembangunan, Tugiyono menjelaskan ada di Dinas Perumahan, Pemukiman Pertanahan dan Tata Ruang (Disperkimtaru). Pihaknya juga menyerahkan perihal penataan interior bangunan.

”Saya nggak ikut menata, nanti tinggal terima kunci, tugas dan fungsi OPD saya sebenarnya ada membuat itu. Tapi kan bukan ahlinya,” bebernya.

Sebelumnya Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyampaikan, ada 32 stand pelayanan yang disiapkan di MPP Sragen. Sekitar 20 instansi vertikal komitmen menjalankan pelayanan di MPP. Seperti kantor imigrasi yang tidak berkantor di kabupaten Sragen.

”Semua komitmen, hanya mereka perlu berhitung untuk menempatkan personel. Karena kita tidak bisa membiayai personel dari instansi lain. Yang bisa kita biayai perlengkapan yang dibutuhkan,” terang Yuni.

Yuni menambahkan, kesuksesan MPP tidak serta merta jalan dengan sendirinya. Akan ada tantangan yang perlu dihadapi. Seperti banyak MPP sepi yang ada di kota/kabupaten lain. Kondisi ini tidak lepas dari adanya dualisme pelayanan.

”Jadi di MPP dilayani, di kantor masing-masing juga dilayani. Jadi nanti kami sebelum opening Januari tahun depan, saya minta komitmen seluruhnya. Agar yang sudah dilayani di MPP tidak dilayani di tempatnya. Saya rasa bisa,” yakin Bupati. (din/adi)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/