alexametrics
21.5 C
Surakarta
Thursday, 30 June 2022

Warga Desa Singopadu Ngotot Tolak Calon Kades Eks Narapidana

SRAGEN – Warga Desa Singopadu, Kecamatan Sidoharjo resah. Setelah dua mantan narapidana lolos seleksi pergantian antar waktu (PAW) kepala desa (kades). Setelah mengirim keberatan pada panitia beberapa waktu lalu, perwakilan warga melaporkan situasi tersebut pada bupati Sragen.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Solo, pengumuman hasil seleksi administrasi bakal calon (balon) kepala desa (kades) PAW Desa Singopadu terdapat enam pendaftar. Seluruh balon kades tersebut dinilai melengkapi syarat lengkap administrasi, Selasa (21/6). Mereka di antaranya Paiman, Sukirdi, Heru Tarwoco, Priyadi, Sukimin, dan Anita Apriyani.

Namun perwakilan warga Desa Singopadu Eko Jayanto bersikukuh ada dua calon yang menyalahi aturan. Setelah keberatan pada pihak panitia, Senin (20/6) lalu, kembali mengajukan keberatan. Kali ini surat ditujukan pada bupati dan ditembuskan pada kecamatan serta dinas terkait Rabu (22/6).

Pihaknya menekankan, terjadi gejolak di masyarakat ketika mengetahui mantan narapidana lolos memenuhi persyaratan lengkap. Selanjutnya pihaknya menegaskan calon atas nama Sukirdi, pernah menjabat kepala desa (kades). Pada saat itu telah menyalahgunakan wewenang tidak pidana korupsi.

Pihaknya mengaku memiliki salinan Pengadilan Tinggi Semarang Nomor 608/PID/2009 PT Semarang tertanggal 27 Januari 2010. Sedangkan Priyadi yang pernah menjabat sebagai kadus I Singopadu pernah melakukan tindak pidana korupsi nomor 56/Pid.Sus-tpk/2014/PT.Smg.

”Saya mewakili warga menyampaikan tidak setuju bakal calon PAW atau PAW kades dengan alasan pernah tersangkut kasus tersebut,” tegasnya, Kamis (23/7).

Sementara pihak Camat Sidoharjo Agus Tri Pranoto tidak bisa dihubungi terkait hasil seleksi administrasi PAW Kades Desa Singopadu dan surat keberatan dari warga. Lantas saat ini tahapan perpanjangan waktu pendaftaran. (din/adi/dam)

SRAGEN – Warga Desa Singopadu, Kecamatan Sidoharjo resah. Setelah dua mantan narapidana lolos seleksi pergantian antar waktu (PAW) kepala desa (kades). Setelah mengirim keberatan pada panitia beberapa waktu lalu, perwakilan warga melaporkan situasi tersebut pada bupati Sragen.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Solo, pengumuman hasil seleksi administrasi bakal calon (balon) kepala desa (kades) PAW Desa Singopadu terdapat enam pendaftar. Seluruh balon kades tersebut dinilai melengkapi syarat lengkap administrasi, Selasa (21/6). Mereka di antaranya Paiman, Sukirdi, Heru Tarwoco, Priyadi, Sukimin, dan Anita Apriyani.

Namun perwakilan warga Desa Singopadu Eko Jayanto bersikukuh ada dua calon yang menyalahi aturan. Setelah keberatan pada pihak panitia, Senin (20/6) lalu, kembali mengajukan keberatan. Kali ini surat ditujukan pada bupati dan ditembuskan pada kecamatan serta dinas terkait Rabu (22/6).

Pihaknya menekankan, terjadi gejolak di masyarakat ketika mengetahui mantan narapidana lolos memenuhi persyaratan lengkap. Selanjutnya pihaknya menegaskan calon atas nama Sukirdi, pernah menjabat kepala desa (kades). Pada saat itu telah menyalahgunakan wewenang tidak pidana korupsi.

Pihaknya mengaku memiliki salinan Pengadilan Tinggi Semarang Nomor 608/PID/2009 PT Semarang tertanggal 27 Januari 2010. Sedangkan Priyadi yang pernah menjabat sebagai kadus I Singopadu pernah melakukan tindak pidana korupsi nomor 56/Pid.Sus-tpk/2014/PT.Smg.

”Saya mewakili warga menyampaikan tidak setuju bakal calon PAW atau PAW kades dengan alasan pernah tersangkut kasus tersebut,” tegasnya, Kamis (23/7).

Sementara pihak Camat Sidoharjo Agus Tri Pranoto tidak bisa dihubungi terkait hasil seleksi administrasi PAW Kades Desa Singopadu dan surat keberatan dari warga. Lantas saat ini tahapan perpanjangan waktu pendaftaran. (din/adi/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/