alexametrics
32.7 C
Surakarta
Monday, 27 September 2021

Dinsos Sragen: 92 Persen Bantuan Pangan Nontunai Terblokir Sudah Beres

SRAGEN  – Dinas Sosial (Dinsos) menindaklanjuti instruksi Menteri Sosial (Mensos) terkait keluarga penerima manfaat (KPM) yang belum menerima bantuan pangan nontunai (BPNT). Lebih dari 90 persen sudah melakukan pencairan dalam dua hari terakhir.

Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Sragen Finuril Hidayati menyampaikan, sejauh ini sudah pencairan program keluarga harapan (PKH) yang diajukan 1.926. Diajukan buka blokir, Sabtu (21/8) oleh kemensos. Total yang sudah buka blokir 1.868. Lantas KPM yang sudah mencairkan hingga Selasa (24/8) sejumlah 1.717 atau sejumlah 92,91 persen.

Ada yang belum mengambil pencairan dengan berbagai asumsi. Seperti kemungkinan sedang isolasi mandiri. Namun mensos memberi waktu hingga Jumat (27/8) mendatang sudah beres semua.

”Sabtu perintah blokir dibuka dan per hari ini sudah lebih dari 90 persen ya luar biasa. Masyarakat seneng banget. Karena kemarin-kemarin belum bisa komunikasi bagaimana kepastiannya,” ujar Finuril.

Finuril menambahkan, untuk perintah bayar dari kemensos ke bank himbara. Blokirnya memang oleh bank, namun perintahnya dari kemensos. Otomatis dinsos bersurat ke kemensos dan ditindaklanjuti oleh mensos. ATM bagi penerima atau KPM ini merupakan hal baru. Sehingga banyak kendala teknis. Seperti misalnya terblokir karena salah menekan password.

”Kalau blokir karena masalah itu, KPM melapor ke pendamping PKH dan diantar ke bank terdekat. Kemudian dibantu di costumer service (CS) karena jumlahnya banyak saya komunikasi minta ditambah jalur khusus, supaya tetap prokes, masih PPKM juga,” ujarnya.

Sementara untuk kartu yang belum terdistribusi 179. Penyebabnya seperti penerima sudah meninggal dan merantau, sehingga tidak bisa pulang ke alamat asal. Karena harus yang bersangkutan yang membubuhkan tanda tangan.

Untuk penerima yang sudah meninggal, akan disampaikan sesuai prosedur bank, dengan menyampaikan ke ahli waris. Kemudian rekening penerima ditutup.

”Kalau 179 ini belum buka blokir, kami akan bersurat lagi ke Direktorat JSK (Jaminan Sosial Kemensos) supaya buka blokir susulan, kami koordinasi dengan BNI untuk masalah seperti itu,” terangnya. (din/adi/dam)


SRAGEN  – Dinas Sosial (Dinsos) menindaklanjuti instruksi Menteri Sosial (Mensos) terkait keluarga penerima manfaat (KPM) yang belum menerima bantuan pangan nontunai (BPNT). Lebih dari 90 persen sudah melakukan pencairan dalam dua hari terakhir.

Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Sragen Finuril Hidayati menyampaikan, sejauh ini sudah pencairan program keluarga harapan (PKH) yang diajukan 1.926. Diajukan buka blokir, Sabtu (21/8) oleh kemensos. Total yang sudah buka blokir 1.868. Lantas KPM yang sudah mencairkan hingga Selasa (24/8) sejumlah 1.717 atau sejumlah 92,91 persen.

Ada yang belum mengambil pencairan dengan berbagai asumsi. Seperti kemungkinan sedang isolasi mandiri. Namun mensos memberi waktu hingga Jumat (27/8) mendatang sudah beres semua.

”Sabtu perintah blokir dibuka dan per hari ini sudah lebih dari 90 persen ya luar biasa. Masyarakat seneng banget. Karena kemarin-kemarin belum bisa komunikasi bagaimana kepastiannya,” ujar Finuril.

Finuril menambahkan, untuk perintah bayar dari kemensos ke bank himbara. Blokirnya memang oleh bank, namun perintahnya dari kemensos. Otomatis dinsos bersurat ke kemensos dan ditindaklanjuti oleh mensos. ATM bagi penerima atau KPM ini merupakan hal baru. Sehingga banyak kendala teknis. Seperti misalnya terblokir karena salah menekan password.

”Kalau blokir karena masalah itu, KPM melapor ke pendamping PKH dan diantar ke bank terdekat. Kemudian dibantu di costumer service (CS) karena jumlahnya banyak saya komunikasi minta ditambah jalur khusus, supaya tetap prokes, masih PPKM juga,” ujarnya.

Sementara untuk kartu yang belum terdistribusi 179. Penyebabnya seperti penerima sudah meninggal dan merantau, sehingga tidak bisa pulang ke alamat asal. Karena harus yang bersangkutan yang membubuhkan tanda tangan.

Untuk penerima yang sudah meninggal, akan disampaikan sesuai prosedur bank, dengan menyampaikan ke ahli waris. Kemudian rekening penerima ditutup.

”Kalau 179 ini belum buka blokir, kami akan bersurat lagi ke Direktorat JSK (Jaminan Sosial Kemensos) supaya buka blokir susulan, kami koordinasi dengan BNI untuk masalah seperti itu,” terangnya. (din/adi/dam)

Populer

Berita Terbaru