alexametrics
23.7 C
Surakarta
Tuesday, 24 May 2022

Belum Vaksin, Satu Keluarga di Desa Nganti Terserang Covid-19

SRAGEN Sebanyak tujuh orang dari satu keluarga di Desa Nganti, Kecamatan Gemolong terpapar Covid-19. Terkuak keluarga tersebut belum menerima suntikan vaksin dosis pertama. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sragen masih menunggu hasil laboratorium terkait Covid-19 itu merupakan varian Omicron atau bukan.

Kepala Dinkes Kabupaten Sragen Hargiyanto menyampaikan, tujuh orang tersebut saat ini sudah dalam penanganan. Lima di antaranya dirawat di Technopark Sragen. Dua lainnya di salah satu rumah sakit wilayah Kecamatan Gemolong.

”Jadi dua bayi, satu anak masih kelas 6 SD. Lainnya dewasa,” terang Hargiyanto, kemarin (25/1).

Dia menjelaskan untuk pasien dewasa belum pernah divaksin. Sedangkan satu anak usia SD sudah mendapat satu kali dosis vaksin. Pada awalnya ada pihak saudara pasien dari Jakarta yang berkunjung sekitar 10 hari lalu. Selang dua hari kemudian keluarga tersebut sakit. Soal apakah tertular dari pihak saudara mereka yang berkunjung, belum dipastikan.

”Kami minta kepada mereka untuk ngabari untuk suruh cek,” jelasnya.

Hargiyanto enggan berspekulasi Covid-19 tersebut varian Omicron atau bukan. Karena sampel baru dikirim ke Jakarta untuk diteliti lebih lanjut. ”Belum tahu, baru kami kirim hari ini,” bebernya.

Sementara itu perkembangan Covid-19 pada Selasa (25/1) ini terdapat 10 pasien Covid-19. Sebanyak enam di antaranya dirawat di Technopark. Lantas empat pasien dirawat di rumah sakit.

”Tidak ada yang isolasi mandiri, per hari ini ada tambahan 1 orang,” terangnya.

Terkait kasus Covid-19 ini, dia mengimbau agar warga yang belum vaksin untuk segera vaksin. Berkaca pada kasus yang baru saja terjadi, agar tidak takut vaksin. Langkah tersebut untuk meningkatkan imun tubuh.

”Tidak perlu takut vaksin, pelayanan untuk itu sudah kami siapkan, Kalau yang belum itu kami tidak tahu, mungkin takut,” ujarnya. (din/adi/dam)

SRAGEN Sebanyak tujuh orang dari satu keluarga di Desa Nganti, Kecamatan Gemolong terpapar Covid-19. Terkuak keluarga tersebut belum menerima suntikan vaksin dosis pertama. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sragen masih menunggu hasil laboratorium terkait Covid-19 itu merupakan varian Omicron atau bukan.

Kepala Dinkes Kabupaten Sragen Hargiyanto menyampaikan, tujuh orang tersebut saat ini sudah dalam penanganan. Lima di antaranya dirawat di Technopark Sragen. Dua lainnya di salah satu rumah sakit wilayah Kecamatan Gemolong.

”Jadi dua bayi, satu anak masih kelas 6 SD. Lainnya dewasa,” terang Hargiyanto, kemarin (25/1).

Dia menjelaskan untuk pasien dewasa belum pernah divaksin. Sedangkan satu anak usia SD sudah mendapat satu kali dosis vaksin. Pada awalnya ada pihak saudara pasien dari Jakarta yang berkunjung sekitar 10 hari lalu. Selang dua hari kemudian keluarga tersebut sakit. Soal apakah tertular dari pihak saudara mereka yang berkunjung, belum dipastikan.

”Kami minta kepada mereka untuk ngabari untuk suruh cek,” jelasnya.

Hargiyanto enggan berspekulasi Covid-19 tersebut varian Omicron atau bukan. Karena sampel baru dikirim ke Jakarta untuk diteliti lebih lanjut. ”Belum tahu, baru kami kirim hari ini,” bebernya.

Sementara itu perkembangan Covid-19 pada Selasa (25/1) ini terdapat 10 pasien Covid-19. Sebanyak enam di antaranya dirawat di Technopark. Lantas empat pasien dirawat di rumah sakit.

”Tidak ada yang isolasi mandiri, per hari ini ada tambahan 1 orang,” terangnya.

Terkait kasus Covid-19 ini, dia mengimbau agar warga yang belum vaksin untuk segera vaksin. Berkaca pada kasus yang baru saja terjadi, agar tidak takut vaksin. Langkah tersebut untuk meningkatkan imun tubuh.

”Tidak perlu takut vaksin, pelayanan untuk itu sudah kami siapkan, Kalau yang belum itu kami tidak tahu, mungkin takut,” ujarnya. (din/adi/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/