alexametrics
26.3 C
Surakarta
Thursday, 9 December 2021

Pengumuman Ulang Seleksi Perdes di Desa Padas, Terpilih Sekdes secara Dramatis

SRAGEN Kisruh seleksi perangkat desa (perdes) di Desa Padas, Kecamatan Tanon mulai mereda. Panitia penjaringan melaksanakan pengumuman ulang hasil seleksi, kemarin (25/11). Setelah dilakukan pengecekan sertifikat kursus sebagai tambahan nilai, ada sejumlah sertifikat yang dinyatakan tidak layak.

Dalam pengumuman verifikasi itu, ada tiga peserta yang sertifikatnya tidak sah. Sehingga terjadi perubahan nilai, termasuk calon sekretaris desa (Sekdes) yang awalnya nilai tertinggi menjadi turun.

Salah seorang peserta penjaringan sekdes Padas, Muhammad Ahyani Mursyid bersyukur akhirnya mendapatkan keadilan. Setelah sebelumnya nilainya kalah tinggi dan menjadi nomor dua di bawah Fathul Jalal. Setelah revisi nilai, dia yang terpilih menjadi sekdes.

”Sudah direvisi dan berubah. Tinggal nunggu jadwal dari pihak kecamatan untuk menunggu pelantikan,” terangnya.

Dia menjelaskan setelah dilakukan penelusuran, ada dua sertifikat pesaingnya yang dinilai tidak sah. Yakni kursus bahasa arab dan bahasa inggris. Setelah dibentuk tim pencari fakta dari kecamatan, sertifikat yang diberikan bukan kursus TOEFL, melainkan sertifikat tes TOEFL. Padahal itu bukan termasuk kategori sertifikat penilaian. Sedangkan sertifikat bahasa arab juga bukan kursus. Namun mata pelajaran ketika masih menempuh sekolah di Surakarta.

”Sudah dijelaskan dari setda Kabupaten Sragen yang disampaikan kabag pemerintahan pak Dwi Agus menjelaskan sertifikat tes toefl bukan termasuk penilaian,” terang Mursyid.

Setelah dilakukan investigasi lagi ke semua peserta seleksi, tidak hanya untuk peserta yang dicurigai saja.

”Tidak ada temuan di saya. Sertifikat saya semua diakui dalam penilaian,” ujarnya.

Pihaknya menjelaskan selain Fathul Jalal, ada peserta lain yang nilainya direvisi. Yakni Umi Solihah dan Dwi Joko Yulianto mendapat pengurangan nilai. Untuk Umi dan Dwi, lembaga tempat kursus yang mengeluarkan sertifikat sudah tutup. Selain posisi penjaringan sekdes yang diributkan, dua formasi lain dinilai sudah sesuai.

”Untuk posisi kaur dan kebayanan tidak ada aduan dan tidak ada gejolak,” terangnya.

Sekretaris Panitia Seleksi Desa Padas Yusup Syaifudin menyampaikan dalam pengumuman ulang setelah dilakukan revisi, semua peserta seleksi penjaringan diundang. Namun ternyata hanya tiga peserta yang hadir dari tujuh peserta seleksi sekdes.

”Dari tujuh orang peserta yang kami undang, yang hadir hanya tiga orang,” jelasnya.

Pengumuman verifikasi, ada tiga orang yang sertifikat kursusnya tidak bisa dinilai. Mulai dari lembaga yang sudah tidak beroperasi dan sertifikat yang tidak masuk persyaratan peraturan bupati (perbup). (din/adi/dam)

SRAGEN Kisruh seleksi perangkat desa (perdes) di Desa Padas, Kecamatan Tanon mulai mereda. Panitia penjaringan melaksanakan pengumuman ulang hasil seleksi, kemarin (25/11). Setelah dilakukan pengecekan sertifikat kursus sebagai tambahan nilai, ada sejumlah sertifikat yang dinyatakan tidak layak.

Dalam pengumuman verifikasi itu, ada tiga peserta yang sertifikatnya tidak sah. Sehingga terjadi perubahan nilai, termasuk calon sekretaris desa (Sekdes) yang awalnya nilai tertinggi menjadi turun.

Salah seorang peserta penjaringan sekdes Padas, Muhammad Ahyani Mursyid bersyukur akhirnya mendapatkan keadilan. Setelah sebelumnya nilainya kalah tinggi dan menjadi nomor dua di bawah Fathul Jalal. Setelah revisi nilai, dia yang terpilih menjadi sekdes.

”Sudah direvisi dan berubah. Tinggal nunggu jadwal dari pihak kecamatan untuk menunggu pelantikan,” terangnya.

Dia menjelaskan setelah dilakukan penelusuran, ada dua sertifikat pesaingnya yang dinilai tidak sah. Yakni kursus bahasa arab dan bahasa inggris. Setelah dibentuk tim pencari fakta dari kecamatan, sertifikat yang diberikan bukan kursus TOEFL, melainkan sertifikat tes TOEFL. Padahal itu bukan termasuk kategori sertifikat penilaian. Sedangkan sertifikat bahasa arab juga bukan kursus. Namun mata pelajaran ketika masih menempuh sekolah di Surakarta.

”Sudah dijelaskan dari setda Kabupaten Sragen yang disampaikan kabag pemerintahan pak Dwi Agus menjelaskan sertifikat tes toefl bukan termasuk penilaian,” terang Mursyid.

Setelah dilakukan investigasi lagi ke semua peserta seleksi, tidak hanya untuk peserta yang dicurigai saja.

”Tidak ada temuan di saya. Sertifikat saya semua diakui dalam penilaian,” ujarnya.

Pihaknya menjelaskan selain Fathul Jalal, ada peserta lain yang nilainya direvisi. Yakni Umi Solihah dan Dwi Joko Yulianto mendapat pengurangan nilai. Untuk Umi dan Dwi, lembaga tempat kursus yang mengeluarkan sertifikat sudah tutup. Selain posisi penjaringan sekdes yang diributkan, dua formasi lain dinilai sudah sesuai.

”Untuk posisi kaur dan kebayanan tidak ada aduan dan tidak ada gejolak,” terangnya.

Sekretaris Panitia Seleksi Desa Padas Yusup Syaifudin menyampaikan dalam pengumuman ulang setelah dilakukan revisi, semua peserta seleksi penjaringan diundang. Namun ternyata hanya tiga peserta yang hadir dari tujuh peserta seleksi sekdes.

”Dari tujuh orang peserta yang kami undang, yang hadir hanya tiga orang,” jelasnya.

Pengumuman verifikasi, ada tiga orang yang sertifikat kursusnya tidak bisa dinilai. Mulai dari lembaga yang sudah tidak beroperasi dan sertifikat yang tidak masuk persyaratan peraturan bupati (perbup). (din/adi/dam)

Populer

Berita Terbaru