25 C
Surakarta
Sunday, 4 December 2022

Proyek Pasar Nglangon Sragen Molor, Pemkab: Harus Selesai Tiga Pekan

RADARSOLO.ID – Proyek Pasar Nglangon Sragen senilai Rp 33,7 miliar molor dari jadwal yang telah ditetapkan. Proyek seharusnya rampung pada Senin (21/11) lalu. Namun, hingga kini progresnya baru 81 persen.

Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) Kabupaten Sragen terpaksa memberi tambahan waktu untuk pelaksana proyek agar menyelesaikan pekerjaanya.

Kepala Diskumindag Kabupaten Sragen Cosmas Edwi Yunanto menyampaikan, pihaknya menerapkan addendum atau penambahan waktu karena ada item pekerjaan di awal perencanaan tidak terkaver. Jika dipaksakan selesai pada 21 November, bangunan pasar tidak bisa difungsikan.

”Ada pekerjaan baru, utamanya paving,” terang Cosmas, kemarin (24/11).

Cosmas menambahkan, batas waktu addendum hingga 16 Desember mendatang. Artinya, pelaksana mendapatkan tambahan waktu tiga pekan. Meski terlambat, karena diputuskan ada addendum, pelaksana tidak dikenai sanksi denda keterlambatan.

”Kalau sesuai kontrak awal, seharusnya ada denda. Tapi karena ada addendum tidak ada denda. Kecuali sampai 16 Desember tidak bisa terselesaikan 100 persen, baru sisa pekerjaan dikenakan denda,” imbuhnya.

Alasan pemberian addendum karena perencanaan awal belum sempurna. Sehingga masih ada pekerjaan yang perlu ditambahkan agar bangunan pasar berfungsi.

”Dengan ini kami cek harian karena kurang 18-20 persen. Minimal sehari progres bisa sehari 1 persen,” terang dia.

Untuk kekurangan yakni pemasangan paving yang belum dikerjakan. Selain itu, rolling door kios, yang awalnya sebagian kemudian dipasang di seluruh kios. Lalu pemasangan plafon. Terkait nilai kontrak memang tetap. Namun karena masih ada sisa dari kontrak untuk dimaksimalkan, pemenang lelang yakni PT Darlin Audia dari Surabaya menggunakan nilai penawaran Rp 33,7 miliar. Sedangkan untuk addendum memaksimalkan sisa anggaran nilai pagu paket Rp 37.970.835.630.

Terkait legalitas langkah Pemerintah Kabupaten Sragen yang diambil, dia menuturkan, sudah melakukan konsultasi dengan inspektorat.

”Dalam hal ini sudah sounding berkali-kali dengan inspektorat, bagian pembangunan. Sudah menjadi kesepakatan bersama dengan pimpinan,” tandasnya. (din/adi/ria)






Reporter: Ahmad Khairudin

RADARSOLO.ID – Proyek Pasar Nglangon Sragen senilai Rp 33,7 miliar molor dari jadwal yang telah ditetapkan. Proyek seharusnya rampung pada Senin (21/11) lalu. Namun, hingga kini progresnya baru 81 persen.

Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) Kabupaten Sragen terpaksa memberi tambahan waktu untuk pelaksana proyek agar menyelesaikan pekerjaanya.

Kepala Diskumindag Kabupaten Sragen Cosmas Edwi Yunanto menyampaikan, pihaknya menerapkan addendum atau penambahan waktu karena ada item pekerjaan di awal perencanaan tidak terkaver. Jika dipaksakan selesai pada 21 November, bangunan pasar tidak bisa difungsikan.

”Ada pekerjaan baru, utamanya paving,” terang Cosmas, kemarin (24/11).

Cosmas menambahkan, batas waktu addendum hingga 16 Desember mendatang. Artinya, pelaksana mendapatkan tambahan waktu tiga pekan. Meski terlambat, karena diputuskan ada addendum, pelaksana tidak dikenai sanksi denda keterlambatan.

”Kalau sesuai kontrak awal, seharusnya ada denda. Tapi karena ada addendum tidak ada denda. Kecuali sampai 16 Desember tidak bisa terselesaikan 100 persen, baru sisa pekerjaan dikenakan denda,” imbuhnya.

Alasan pemberian addendum karena perencanaan awal belum sempurna. Sehingga masih ada pekerjaan yang perlu ditambahkan agar bangunan pasar berfungsi.

”Dengan ini kami cek harian karena kurang 18-20 persen. Minimal sehari progres bisa sehari 1 persen,” terang dia.

Untuk kekurangan yakni pemasangan paving yang belum dikerjakan. Selain itu, rolling door kios, yang awalnya sebagian kemudian dipasang di seluruh kios. Lalu pemasangan plafon. Terkait nilai kontrak memang tetap. Namun karena masih ada sisa dari kontrak untuk dimaksimalkan, pemenang lelang yakni PT Darlin Audia dari Surabaya menggunakan nilai penawaran Rp 33,7 miliar. Sedangkan untuk addendum memaksimalkan sisa anggaran nilai pagu paket Rp 37.970.835.630.

Terkait legalitas langkah Pemerintah Kabupaten Sragen yang diambil, dia menuturkan, sudah melakukan konsultasi dengan inspektorat.

”Dalam hal ini sudah sounding berkali-kali dengan inspektorat, bagian pembangunan. Sudah menjadi kesepakatan bersama dengan pimpinan,” tandasnya. (din/adi/ria)






Reporter: Ahmad Khairudin

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/