23.7 C
Surakarta
Saturday, 28 January 2023

DPMPTSP: Nilai Investasi di Kabupaten Sragen Tembus Rp 1,1 T

SRAGEN – Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sragen terus berupaya menarik investor. Sejauh ini, niliai investasi diklaim sudah mencapai Rp 1,1 triliun.

Sekretaris DPMPTSP Kabupaten Sragen Suharti menyampaikan, saat ini investasi pada semester pertama 2022 di Sragen cukup baik. Pada April lalu masih di kisaran Rp 800 miliar. Namun melesat jauh periode Juni dengan total Rp 1,1 triliun. Investor yang sudah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) OSS sejumlah 2.553 investor.

”Dari jumlah tersebut belum dipilah investasi besar dan kecil,” terangnya.

Suharti menjelaskan, pada 2021 lalu target investasi di Sragen yakni Rp 2,1 trilyun. Pada awal 2022 ini sebenarnya ditargetkan turun menjadi Rp 1,5 triliun. Dengan mempertimbangkan berbagai aspek dan iklim usaha.

”Namun pertengahan tahun ini sudah Rp 1,1 triliun. Semoga tercapai Rp 2,1 triliun kembali,” imbuhnya.

Dia menambahkan, dengan capaian ini sebenarnya sudah melampaui target dari pemerintah pusat yakni Rp 600 miliar. Sesuai target dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Penambahan investasi ini belum tentu investor baru yang masuk ke Sragen. Tetapi ada kemungkinan juga dari investor lama yang menambah perluasan lahan dan usaha di Sragen.

Bahkan baru-baru ini ada penanam modal asing yang melirik Sragen. Seperti dari Korea Selatan (Korsel) yang tertarik membangun produk garment dengan nilai Rp 100 miliar.

Meski demikian, pihaknya menilai berhadapan dengan PMA cukup ribet. Para investor asing biasanya ingin dicarikan lahan dengan harga yang murah.

”Kemarin sudah ditemui kabid perizian, masih mencari lokasi yang cocok. Semoga jadi menanamkan modal di Sragen,” terangnya. (din/adi/dam)

SRAGEN – Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sragen terus berupaya menarik investor. Sejauh ini, niliai investasi diklaim sudah mencapai Rp 1,1 triliun.

Sekretaris DPMPTSP Kabupaten Sragen Suharti menyampaikan, saat ini investasi pada semester pertama 2022 di Sragen cukup baik. Pada April lalu masih di kisaran Rp 800 miliar. Namun melesat jauh periode Juni dengan total Rp 1,1 triliun. Investor yang sudah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) OSS sejumlah 2.553 investor.

”Dari jumlah tersebut belum dipilah investasi besar dan kecil,” terangnya.

Suharti menjelaskan, pada 2021 lalu target investasi di Sragen yakni Rp 2,1 trilyun. Pada awal 2022 ini sebenarnya ditargetkan turun menjadi Rp 1,5 triliun. Dengan mempertimbangkan berbagai aspek dan iklim usaha.

”Namun pertengahan tahun ini sudah Rp 1,1 triliun. Semoga tercapai Rp 2,1 triliun kembali,” imbuhnya.

Dia menambahkan, dengan capaian ini sebenarnya sudah melampaui target dari pemerintah pusat yakni Rp 600 miliar. Sesuai target dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Penambahan investasi ini belum tentu investor baru yang masuk ke Sragen. Tetapi ada kemungkinan juga dari investor lama yang menambah perluasan lahan dan usaha di Sragen.

Bahkan baru-baru ini ada penanam modal asing yang melirik Sragen. Seperti dari Korea Selatan (Korsel) yang tertarik membangun produk garment dengan nilai Rp 100 miliar.

Meski demikian, pihaknya menilai berhadapan dengan PMA cukup ribet. Para investor asing biasanya ingin dicarikan lahan dengan harga yang murah.

”Kemarin sudah ditemui kabid perizian, masih mencari lokasi yang cocok. Semoga jadi menanamkan modal di Sragen,” terangnya. (din/adi/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img