23.7 C
Surakarta
Saturday, 28 January 2023

Anggota Kokam Klaten Diduga Dianiaya Pemabuk, 1.000 Kokam Sukoharjo Siaga 1

RADARSOLO.ID– Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) Sukoharjo menyiagakan 1.000 anggotanya sejak Senin (2/1/2023). Mereka menunggu komando Kokam Jateng menyusul dugaan penganiyaan yang dialami dua anggota Kokam Klaten saat menegur warga yang pesta minuman keras (miras) di Manisrenggo, Klaten.

Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Sukoharjo Muhammad Tri Wibowo menegaskan, pihaknya menginstruksikan status siaga 1.

“Kokam itu kan jiwa korsanya tinggi. Kami siaga 1 menyikapi dua anggota Kokam Klaten yang mengalami penganiayaan. Menegur orang-orang yang mabuk, tapi justru dianiaya.,” ungkap Bowo, sapaan akrab Muhammad Tri Wibowo kepada Jawa Pos Radar Solo, Selasa (3/1/2023).

Kokam Sukoharjo berharap perkara itu dapat segera ditangani dengan baik oleh pihak kepolisian.

Terpisah, Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan anggota Kokam Sukoharjo.

Permasalahan tersebut sudah ditangani Polres Klaten. Tunggu saja hasil penyelidikan Polres Klaten. Tidak perlu ada pengerahan massa ke Klaten,” pinta kapolres. (kwl/wa)






Reporter: Iwan Kawul

RADARSOLO.ID– Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) Sukoharjo menyiagakan 1.000 anggotanya sejak Senin (2/1/2023). Mereka menunggu komando Kokam Jateng menyusul dugaan penganiyaan yang dialami dua anggota Kokam Klaten saat menegur warga yang pesta minuman keras (miras) di Manisrenggo, Klaten.

Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Sukoharjo Muhammad Tri Wibowo menegaskan, pihaknya menginstruksikan status siaga 1.

“Kokam itu kan jiwa korsanya tinggi. Kami siaga 1 menyikapi dua anggota Kokam Klaten yang mengalami penganiayaan. Menegur orang-orang yang mabuk, tapi justru dianiaya.,” ungkap Bowo, sapaan akrab Muhammad Tri Wibowo kepada Jawa Pos Radar Solo, Selasa (3/1/2023).

Kokam Sukoharjo berharap perkara itu dapat segera ditangani dengan baik oleh pihak kepolisian.

Terpisah, Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan anggota Kokam Sukoharjo.

Permasalahan tersebut sudah ditangani Polres Klaten. Tunggu saja hasil penyelidikan Polres Klaten. Tidak perlu ada pengerahan massa ke Klaten,” pinta kapolres. (kwl/wa)






Reporter: Iwan Kawul

Populer

Berita Terbaru

spot_img