alexametrics
31.1 C
Surakarta
Friday, 12 August 2022

60 KK di Dusun Tugusari Mulai Terdampak Kekeringan

SUKOHARJO – Dampak kemarau mulai dirasakan 60 kepala keluarga (KK) di Dusun Tugusari, Desa Kamal, Kecamatan Bulu. Debit sumur Pansimas mengecil sehingga tak cukup memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Sudah dilakukan dropping air bersih di Dusun Tugusari RT 01 RW 07 Desa Kamal, Kecamatan Bulu, Selasa (2/8). Kami kirim total 8.000 liter air bersih,” terang Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Sukoharjo Sri Maryanto, Rabu (3/8).

Dropping 8.000 air bersih itu diperkirakan hanya cukup untuk tiga hari, sehingga BPBD kembali mengirimkan air per tiga hari sekali.

Sementara itu, hasil pemetaan BPBD Sukoharjo, terdapat tiga kecamatan rawan kekurangan air bersih saat kemarau, yakni Tawangsari, Bulu dan Weru.

Tahun disiapkan 200 tangki air bersih. Pada 2019 sekitar 1.450 tangki, dan 2020-2021 masing-masing 450 tangkit. Penyusutan jumlah tangki air karena sejumlah daerah sudah mampu memenuhi kebutuhan air bersih dengan membangun sumur dalam. Di antaranya di Dusun Watulumbung, Desa Watubonang, Kecamatan Tawangsari.

“Setiap desa sudah ada Pamsimas. Tapi kalau kemaraunya panjang, pasokan air tidak mencukupi kebutuhan warga,” terangnya. (kwl/wa/dam)

SUKOHARJO – Dampak kemarau mulai dirasakan 60 kepala keluarga (KK) di Dusun Tugusari, Desa Kamal, Kecamatan Bulu. Debit sumur Pansimas mengecil sehingga tak cukup memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Sudah dilakukan dropping air bersih di Dusun Tugusari RT 01 RW 07 Desa Kamal, Kecamatan Bulu, Selasa (2/8). Kami kirim total 8.000 liter air bersih,” terang Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Sukoharjo Sri Maryanto, Rabu (3/8).

Dropping 8.000 air bersih itu diperkirakan hanya cukup untuk tiga hari, sehingga BPBD kembali mengirimkan air per tiga hari sekali.

Sementara itu, hasil pemetaan BPBD Sukoharjo, terdapat tiga kecamatan rawan kekurangan air bersih saat kemarau, yakni Tawangsari, Bulu dan Weru.

Tahun disiapkan 200 tangki air bersih. Pada 2019 sekitar 1.450 tangki, dan 2020-2021 masing-masing 450 tangkit. Penyusutan jumlah tangki air karena sejumlah daerah sudah mampu memenuhi kebutuhan air bersih dengan membangun sumur dalam. Di antaranya di Dusun Watulumbung, Desa Watubonang, Kecamatan Tawangsari.

“Setiap desa sudah ada Pamsimas. Tapi kalau kemaraunya panjang, pasokan air tidak mencukupi kebutuhan warga,” terangnya. (kwl/wa/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/