alexametrics
33.5 C
Surakarta
Friday, 12 August 2022

Pabrik Garmen di Sukoharjo PHK Ratusan Karyawan, Akibat Resesi Amerika

SUKOHARJO – Ratusan buruh PT Sunwoo Garment Indonesia mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK). Keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil perundingan bipartit antara perwakilan manajemen dan karyawan setempat pada Jumat (29/7).
Ketua Bipartit PT Sunwoo Garment Indonesia Isnaini Fajar Mubarok mengungkapkan, pabrik yang berlokasi di Telukan, Grogol itu total memiliki 2.000 karyawan. Dari jumlah tersebut, sekitar 400-an karyawan terdampak efisiensi alias kena PHK.
“Efisiensi karyawan dilihat berdasarkan penilaian kinerja, status karyawan dan lama kerja,” kata Isnaini saat ditemui wartawan, Rabu (3/8).
Menurut dia, PHK terpaksa dilakukan karena penurunan permintaan produksi akibat dampak ekonomi global yang memburuk. Terutama resesi yang terjadi di Amerika. Isnaini mengatakan, pihak manajemen sebenarnya sudah berusaha semaksimal untuk mengurangi dampak negatif dari kondisi ekonomi global.
“Nanti kalau order (produksi) sudah kembali normal, karyawan yang diberhentikan ini akan kembali kita panggil,” ujar dia.
Karyawan yang terkena dampak pengurangan juga mendapat uang tali asih sesuai dengan lama kerja. Isnaini menyebut, kondisi ekonomi global ini diperkirakan terjadi hingga pertengahan Agustus 2022. Perusahaan yang mulai beroperasi sejak 2016 tersebut baru pertama kali ini mengalami kondisi terparah.
“Kita ekspor paling banyak ke Amerika Serikat dan sisanya Asia. Jadi ketika Amerika resesi seperti ini langsung berdampak,” papar idia.
Bahkan, kata dia, selain PHK, PT Sunwoo Garment Indonesia juga melakukan pengurangan jam kerja bagi sisa karyawan. Dengan sistem selama satu pekan hanya masuk kerja tiga hari.
“Ini pengaruh karena resesi, ketika pesanan berkurang otomatis sangat berdampak, jadi bukan karena pandemi,” terangnya.
Terpisah, Mediator Hubungan Industrial Dispenaker Kabupaten Sukoharjo Lilik Prajaka mengatakan, pasca PHK tersebut, pihaknya telah menyalurkan beberapa pekerja perusahaan itu ke perusahaan lain.
“Karyawan yang terkena PHK juga sudah kita salurkan ke perusahaan lain. Misalnya yang ber-KTP Solo kita tawarkan di Solo, yang di Boyolali kita tawarkan di Boyolali. Di Klaten juga ada,” ucap dia. (kwl/ria)





Reporter: Iwan Kawul
SUKOHARJO – Ratusan buruh PT Sunwoo Garment Indonesia mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK). Keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil perundingan bipartit antara perwakilan manajemen dan karyawan setempat pada Jumat (29/7).
Ketua Bipartit PT Sunwoo Garment Indonesia Isnaini Fajar Mubarok mengungkapkan, pabrik yang berlokasi di Telukan, Grogol itu total memiliki 2.000 karyawan. Dari jumlah tersebut, sekitar 400-an karyawan terdampak efisiensi alias kena PHK.
“Efisiensi karyawan dilihat berdasarkan penilaian kinerja, status karyawan dan lama kerja,” kata Isnaini saat ditemui wartawan, Rabu (3/8).
Menurut dia, PHK terpaksa dilakukan karena penurunan permintaan produksi akibat dampak ekonomi global yang memburuk. Terutama resesi yang terjadi di Amerika. Isnaini mengatakan, pihak manajemen sebenarnya sudah berusaha semaksimal untuk mengurangi dampak negatif dari kondisi ekonomi global.
“Nanti kalau order (produksi) sudah kembali normal, karyawan yang diberhentikan ini akan kembali kita panggil,” ujar dia.
Karyawan yang terkena dampak pengurangan juga mendapat uang tali asih sesuai dengan lama kerja. Isnaini menyebut, kondisi ekonomi global ini diperkirakan terjadi hingga pertengahan Agustus 2022. Perusahaan yang mulai beroperasi sejak 2016 tersebut baru pertama kali ini mengalami kondisi terparah.
“Kita ekspor paling banyak ke Amerika Serikat dan sisanya Asia. Jadi ketika Amerika resesi seperti ini langsung berdampak,” papar idia.
Bahkan, kata dia, selain PHK, PT Sunwoo Garment Indonesia juga melakukan pengurangan jam kerja bagi sisa karyawan. Dengan sistem selama satu pekan hanya masuk kerja tiga hari.
“Ini pengaruh karena resesi, ketika pesanan berkurang otomatis sangat berdampak, jadi bukan karena pandemi,” terangnya.
Terpisah, Mediator Hubungan Industrial Dispenaker Kabupaten Sukoharjo Lilik Prajaka mengatakan, pasca PHK tersebut, pihaknya telah menyalurkan beberapa pekerja perusahaan itu ke perusahaan lain.
“Karyawan yang terkena PHK juga sudah kita salurkan ke perusahaan lain. Misalnya yang ber-KTP Solo kita tawarkan di Solo, yang di Boyolali kita tawarkan di Boyolali. Di Klaten juga ada,” ucap dia. (kwl/ria)





Reporter: Iwan Kawul

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/