alexametrics
31.1 C
Surakarta
Friday, 12 August 2022

Pajak Kendaraan “Mati” 2 Tahun, Hapus Data STNK

SUKOHARJO – Polri segera mengimplementasikan penghapusan data STNK yang “mati” pajak selama dua tahun. Itu sesuai pasal 74 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan mengatakan, STNK yang dibiarkan “mati” selama dua tahun tak bisa diregistrasi ulang. Artinya menjadi kendaraan bodong.

“Melalui aturan ini diharapkan masyarakat bisa lebih disiplin membayar pajak. Pelaksanaannya masih menunggu jukrah (petunjuk dan arah) dari Korlantas. Saat ini sedang tahap sosialisasi,” katanya, Rabu (3/8).

Pihak kepolisian bisa menghapus data kendaraan dengan dua pertimbangan. Pertama, karena kendaraan rusak berat. Kedua, pemilik tak melakukan registrasi ulang maksimal dua tahun setelah masa berlaku STNK habis.

“Sebelum diterapkan, butuh sosialisasi yang cukup kepada seluruh pemilik kendaraan,” ungkap Wahyu. (kwl/wa/dam)

SUKOHARJO – Polri segera mengimplementasikan penghapusan data STNK yang “mati” pajak selama dua tahun. Itu sesuai pasal 74 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan mengatakan, STNK yang dibiarkan “mati” selama dua tahun tak bisa diregistrasi ulang. Artinya menjadi kendaraan bodong.

“Melalui aturan ini diharapkan masyarakat bisa lebih disiplin membayar pajak. Pelaksanaannya masih menunggu jukrah (petunjuk dan arah) dari Korlantas. Saat ini sedang tahap sosialisasi,” katanya, Rabu (3/8).

Pihak kepolisian bisa menghapus data kendaraan dengan dua pertimbangan. Pertama, karena kendaraan rusak berat. Kedua, pemilik tak melakukan registrasi ulang maksimal dua tahun setelah masa berlaku STNK habis.

“Sebelum diterapkan, butuh sosialisasi yang cukup kepada seluruh pemilik kendaraan,” ungkap Wahyu. (kwl/wa/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/