alexametrics
33.5 C
Surakarta
Friday, 12 August 2022

Sudah Distop Pemerintah, Pengurukan Lahan di Kecamatan Grogol Tetap Dilakukan

SUKOHARJO – Upaya tegas pemerintah Kecamatan Grogol untuk menghentikan pengurukan lahan di Dusun/Desa Pondok yang dilakukan perusahaan swasta tak digubris. Kamis (4/8), aktivitas yang berdampak polusi debu dilanjutkan.

“Tadi pagi, warga melapor karena aktivitas pengurukan dimulai lagi. Padahal, sudah kami hentikan. Hari ini kami hentikan lagi. Warga sejak awal butuh kejelasan untuk apa lahan ini nantinya,” terang Camat Grogol Herdis Kurnia Wijaya ditemui di lokasi.

Turut terjun ke lapangan penghentikan pengurukan lahan Danramil Grogol Kapten Inf Hartono dan Kapolsek Grogol AKP Marlin.

Ditegaskan Herdis, warga terganggu dengan pengurukan tersebut karena lokasinya berdekatan dengan permukiman dan menimbulkan banyak debu beterbangan. Bahkan ada tanah dan bangunan yang belum dibebaskan, tapi sudah dikelilingi urukan.

“Harapan kami, investor juga harus bijak. Terutama untuk komunikasi dengan warga serta forkompimcam,” ujarnya.

Warga setempat, lanjut Herdis, paham bahwa lingkungan tempat tinggalnya merupakan kawasan investasi. Peristiwa tersebut bukan merupakan penolakan terhadap investasi.

“Masyarakat ini butuh kejelasan. Tempat ini untuk apa, mungkin akan ada dampak bagi mereka, sehingga harus ada kejelasan di awal,” terang camat.

Nanang Hidayat, perwakilan manajemen PT Bhakti Agung Sentosa yang melakukan pengurukan lahan menjelaskan, pihaknya sudah beberapa kali melakukan pertemuan dengan warga. Sebagai pendatang, Nanang mengaku kurang tahu seluk beluk lokasi.

“Ini baru pengurukan dan pemagaran. Rencana untuk pabrik apa, belum (ada keputusan). Kan terkait dengan modal,” jelasnya.

Adanya dinamika di lokasi pengurukan, kata Nanang, sedikit menghambat proses investasi. Ketika sudah terbangun pabrik akan menyerap tenaga kerja dari warga sekitar.

“Nanti kan bisa (rekrutmen) karyawan dari sini. Terus harga tanah di sini juga bakal naik. Sebenarnya banyak manfaatnya. Yang penting (lahan) ini klir diratakan dulu. Nanti kami sosialisasikan lagi saat sudah ada rencana pembangunan,” katanya. (kwl/wa/dam)

SUKOHARJO – Upaya tegas pemerintah Kecamatan Grogol untuk menghentikan pengurukan lahan di Dusun/Desa Pondok yang dilakukan perusahaan swasta tak digubris. Kamis (4/8), aktivitas yang berdampak polusi debu dilanjutkan.

“Tadi pagi, warga melapor karena aktivitas pengurukan dimulai lagi. Padahal, sudah kami hentikan. Hari ini kami hentikan lagi. Warga sejak awal butuh kejelasan untuk apa lahan ini nantinya,” terang Camat Grogol Herdis Kurnia Wijaya ditemui di lokasi.

Turut terjun ke lapangan penghentikan pengurukan lahan Danramil Grogol Kapten Inf Hartono dan Kapolsek Grogol AKP Marlin.

Ditegaskan Herdis, warga terganggu dengan pengurukan tersebut karena lokasinya berdekatan dengan permukiman dan menimbulkan banyak debu beterbangan. Bahkan ada tanah dan bangunan yang belum dibebaskan, tapi sudah dikelilingi urukan.

“Harapan kami, investor juga harus bijak. Terutama untuk komunikasi dengan warga serta forkompimcam,” ujarnya.

Warga setempat, lanjut Herdis, paham bahwa lingkungan tempat tinggalnya merupakan kawasan investasi. Peristiwa tersebut bukan merupakan penolakan terhadap investasi.

“Masyarakat ini butuh kejelasan. Tempat ini untuk apa, mungkin akan ada dampak bagi mereka, sehingga harus ada kejelasan di awal,” terang camat.

Nanang Hidayat, perwakilan manajemen PT Bhakti Agung Sentosa yang melakukan pengurukan lahan menjelaskan, pihaknya sudah beberapa kali melakukan pertemuan dengan warga. Sebagai pendatang, Nanang mengaku kurang tahu seluk beluk lokasi.

“Ini baru pengurukan dan pemagaran. Rencana untuk pabrik apa, belum (ada keputusan). Kan terkait dengan modal,” jelasnya.

Adanya dinamika di lokasi pengurukan, kata Nanang, sedikit menghambat proses investasi. Ketika sudah terbangun pabrik akan menyerap tenaga kerja dari warga sekitar.

“Nanti kan bisa (rekrutmen) karyawan dari sini. Terus harga tanah di sini juga bakal naik. Sebenarnya banyak manfaatnya. Yang penting (lahan) ini klir diratakan dulu. Nanti kami sosialisasikan lagi saat sudah ada rencana pembangunan,” katanya. (kwl/wa/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/