alexametrics
23.6 C
Surakarta
Tuesday, 28 September 2021

Pangdam: Sepekan PPKM Darurat di Jateng Belum Memuaskan

SUKOHARJO – Pangdam IV/ Diponegoro menyebut pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat di Jateng selama sepekan belum menunjukkan hasil memuaskan. Penurunan mobilisasi masyarakat baru sekitar 15 persen.

Saat memimpin apel gelar pasukan di halaman Sekretariat Daerah Kabupaten Sukoharjo, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Rudianto mengatakan, berdasarkan evaluasi pelaksanaan PPKM darurat di Jateng selama sepekan, hasilnya belum memuaskan. Masih perlu ditingkatkan lagi untuk mencapai hasil maksimal.

“Evaluasi yang dilakukan oleh menko marves beberapa waktu lalu, pergerakan kendaraan, pergerakan orang di wilayah Jateng terdapat penurunan, namun masih berkisar di angka 15 persen. Artinya, belum signifikan,” kata pangdam, Kamis (8/7).

Untuk itu, pangdam meminta agar ada peningkatan hasil dalam menekan pergerakan kendaraan dan aktivitas masyarakat di Sukoharjo. Setidaknya dapat ditekan hingga sekitar 30 persen untuk meminimalisir penularan Covid-19 di masyarakat.

“Kenapa demikian, karena pandemi Covid-19 ini pembawanya adalah manusia. Maka, PPKM darurat ini kita konsentrasikan untuk meminimalisir pergerakan manusia,” tegas pangdam yang hadir bersama Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi.

Sementara itu, Bupati Sukoharjo Etik Suryani menyatakan kesiapannya menjalankan arahan pangdam dan kapolda. Sinergi tiga pilar (pemerintah, TNI, dan Polri) akan ditingkatkan.

“Kami berterima kasih telah mendapat motivasi dari pangdam dan kapolda. Upaya maksimal akan kami lakukan agar target PPKM darurat bisa tercapai,” pungkas bupati. (kwl/ria)


SUKOHARJO – Pangdam IV/ Diponegoro menyebut pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat di Jateng selama sepekan belum menunjukkan hasil memuaskan. Penurunan mobilisasi masyarakat baru sekitar 15 persen.

Saat memimpin apel gelar pasukan di halaman Sekretariat Daerah Kabupaten Sukoharjo, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Rudianto mengatakan, berdasarkan evaluasi pelaksanaan PPKM darurat di Jateng selama sepekan, hasilnya belum memuaskan. Masih perlu ditingkatkan lagi untuk mencapai hasil maksimal.

“Evaluasi yang dilakukan oleh menko marves beberapa waktu lalu, pergerakan kendaraan, pergerakan orang di wilayah Jateng terdapat penurunan, namun masih berkisar di angka 15 persen. Artinya, belum signifikan,” kata pangdam, Kamis (8/7).

Untuk itu, pangdam meminta agar ada peningkatan hasil dalam menekan pergerakan kendaraan dan aktivitas masyarakat di Sukoharjo. Setidaknya dapat ditekan hingga sekitar 30 persen untuk meminimalisir penularan Covid-19 di masyarakat.

“Kenapa demikian, karena pandemi Covid-19 ini pembawanya adalah manusia. Maka, PPKM darurat ini kita konsentrasikan untuk meminimalisir pergerakan manusia,” tegas pangdam yang hadir bersama Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi.

Sementara itu, Bupati Sukoharjo Etik Suryani menyatakan kesiapannya menjalankan arahan pangdam dan kapolda. Sinergi tiga pilar (pemerintah, TNI, dan Polri) akan ditingkatkan.

“Kami berterima kasih telah mendapat motivasi dari pangdam dan kapolda. Upaya maksimal akan kami lakukan agar target PPKM darurat bisa tercapai,” pungkas bupati. (kwl/ria)

Populer

Berita Terbaru