alexametrics
24.9 C
Surakarta
Wednesday, 26 January 2022

Langkah Polres Sukoharjo Tekan Potensi Konflik

13 Perguruan Pencak Silat Komitmen Jaga Sukoharjo

SUKOHARJO Menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tidak bisa hanya mengandalkan aparat. Sebab itu, Polres Sukoharjo menggelar sosialisasi hukum kepada perguruan pencak silat se Kota Makmur dan mendapat respons positif.

Sebanyak 13 perguruan pencak silat menyatakan komitmennya membantu menjaga kondusivitas Kabupaten Sukoharjo.

Kegiatan sosialisasi dilaksanakan di Cendana Ball Room Hotel Tosan, Desa Langenharjo, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Rabu (8/12).

Hadir dalam acara itu Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, Pasintel Kodim 0726 Sukoharjo Kapten Inf Kusnandar, Kepala Kantor Kesbangpol Gunawan Wibisono, Ketua IPSI Sukoharjo Wiyono, Ketua KONI Sukoharjo Sungkono, serta sesepuh perguruan silat se Kabupaten Sukoharjo.

Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan menjelaskan, keberagaman perguruan pencak silat berpotensi terjadi konflik komunal yang berdampak pada kehidupan sosial masyarakat.

Mulai dari jatuhnya korban jiwa, situasi menjadi tidak aman, dan mengurangi ketertarikan insvestor untuk berinvestasi. Ujung-ujungnya, jumlah pengangguran bertambah.

“Jadi untuk mencegah terjadinya konflik komunal tersebut, diperlukan doktrin dan nilai-nilai yang kuat terkait tumbuh cipta kamtibmas yang aman dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga komunitas persilatan,” ungkap Wahyu.

Dalam setiap komunitas persilatan, lanjut kapolres, dapat disusun program yang menunjang potensi dan prestasi, baik di tingkat daerah, nasional, maupun internasional.

Jelang Natal dan Tahun Baru, Wahyu mengimbau masing masing perguruan pencak silat mengondisikan anggotanya agar tidak terprovokasi dengan kejadian di luar daerah dan tidak percaya hoax.

“Selalu berkoordinasi dengan aparat bila ada permasalahan sekecil apapun. Kita semua adalah saudara. Walaupun berbeda perguruan dan payung organisasi, mari bersama-sama ciptakan suasana yang nyaman dan aman di wilayah Kabupaten Sukoharjo,” urainya.

Widoyo, pengurus perguruan Tapak Suci mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi Polres Sukoharjo. “Harapannya, semua perguruan pencak silat dapat bersatu menjaga keamanan dan kondusivitas Kabupaten Sukoharjo,” ucap dia.

Sosialisasi ditutup dengan penandatanganan nota kesepakatan 13 perguruan silat, yakni Persinas ASAD, PSHT P. 16, PSHT P. 17, PSTD Pancasila, IKSPI Kera Sakti, Hasta Manunggal, Tapak Manunggal, Persaudaraan Rukun SH, Perisai Diri, Tapak Suci, Merpati Putih, Pagar Nusa, dan Satria Piningit untuk menjaga kamtibmas di wilayah Kota Makmur. (kwl/wa/dam)

SUKOHARJO Menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tidak bisa hanya mengandalkan aparat. Sebab itu, Polres Sukoharjo menggelar sosialisasi hukum kepada perguruan pencak silat se Kota Makmur dan mendapat respons positif.

Sebanyak 13 perguruan pencak silat menyatakan komitmennya membantu menjaga kondusivitas Kabupaten Sukoharjo.

Kegiatan sosialisasi dilaksanakan di Cendana Ball Room Hotel Tosan, Desa Langenharjo, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Rabu (8/12).

Hadir dalam acara itu Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, Pasintel Kodim 0726 Sukoharjo Kapten Inf Kusnandar, Kepala Kantor Kesbangpol Gunawan Wibisono, Ketua IPSI Sukoharjo Wiyono, Ketua KONI Sukoharjo Sungkono, serta sesepuh perguruan silat se Kabupaten Sukoharjo.

Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan menjelaskan, keberagaman perguruan pencak silat berpotensi terjadi konflik komunal yang berdampak pada kehidupan sosial masyarakat.

Mulai dari jatuhnya korban jiwa, situasi menjadi tidak aman, dan mengurangi ketertarikan insvestor untuk berinvestasi. Ujung-ujungnya, jumlah pengangguran bertambah.

“Jadi untuk mencegah terjadinya konflik komunal tersebut, diperlukan doktrin dan nilai-nilai yang kuat terkait tumbuh cipta kamtibmas yang aman dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga komunitas persilatan,” ungkap Wahyu.

Dalam setiap komunitas persilatan, lanjut kapolres, dapat disusun program yang menunjang potensi dan prestasi, baik di tingkat daerah, nasional, maupun internasional.

Jelang Natal dan Tahun Baru, Wahyu mengimbau masing masing perguruan pencak silat mengondisikan anggotanya agar tidak terprovokasi dengan kejadian di luar daerah dan tidak percaya hoax.

“Selalu berkoordinasi dengan aparat bila ada permasalahan sekecil apapun. Kita semua adalah saudara. Walaupun berbeda perguruan dan payung organisasi, mari bersama-sama ciptakan suasana yang nyaman dan aman di wilayah Kabupaten Sukoharjo,” urainya.

Widoyo, pengurus perguruan Tapak Suci mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi Polres Sukoharjo. “Harapannya, semua perguruan pencak silat dapat bersatu menjaga keamanan dan kondusivitas Kabupaten Sukoharjo,” ucap dia.

Sosialisasi ditutup dengan penandatanganan nota kesepakatan 13 perguruan silat, yakni Persinas ASAD, PSHT P. 16, PSHT P. 17, PSTD Pancasila, IKSPI Kera Sakti, Hasta Manunggal, Tapak Manunggal, Persaudaraan Rukun SH, Perisai Diri, Tapak Suci, Merpati Putih, Pagar Nusa, dan Satria Piningit untuk menjaga kamtibmas di wilayah Kota Makmur. (kwl/wa/dam)

Populer

Berita Terbaru