alexametrics
24.9 C
Surakarta
Wednesday, 26 January 2022

Bawaslu Sukoharjo Gandeng Difabel untuk Pengawasan Partisipatif

SUKOHARJO Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sukoharjo menggandeng penyandang disabilitas dalam pengawasan partisipatif. Bawaslu mendorong penyandang disabilitas untuk bisa bekerja sama secara aktif di penyelenggaraan pemilihan umum.

Ketua Bawaslu Sukoharjo Bambang Muryanto mengatakan, disabilitas dilibatkan dalam rangka pendidikan pemilih, pengawasan pemilu, dan pemilihan di Kabupaten Sukoharjo. Penandatangan nota kesepahaman antara Bawaslu dan perwakilan penyandang disabilitas sudah dilakukan, Rabu (8/12).

“Kami mempunyai komitmen untuk mendorong teman-teman difabel agar bisa bekerja sama dengan kami secara aktif di penyelenggaraan pemilu,” ujarnya, Kamis (9/12).

Bambang berharap, penyandang disabilitas dapat memberikan masukan maupun saran terkait pengawalan maupun fasilitas pemilih- disabilitas dalam pelaksanaan pemilu ke depan.

Pengurus Paguyuban difabel Sehati Sukoharjo Edi Supriyanto mengakui, pendidikan politik dan pengawasan partisipatif difabel di Kota Makmur masih kurang. Tidak sedikit warga yang belum dewasa secara politik.

“Kami terus suarakan tentang pemahaman politik. Bagaimana teman-teman disabilitas memiliki pemahaman soal politik yang baik serta mau berdemokrasi dengan cerdas,” tandasnya. (kwl/wa/dam)

SUKOHARJO Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sukoharjo menggandeng penyandang disabilitas dalam pengawasan partisipatif. Bawaslu mendorong penyandang disabilitas untuk bisa bekerja sama secara aktif di penyelenggaraan pemilihan umum.

Ketua Bawaslu Sukoharjo Bambang Muryanto mengatakan, disabilitas dilibatkan dalam rangka pendidikan pemilih, pengawasan pemilu, dan pemilihan di Kabupaten Sukoharjo. Penandatangan nota kesepahaman antara Bawaslu dan perwakilan penyandang disabilitas sudah dilakukan, Rabu (8/12).

“Kami mempunyai komitmen untuk mendorong teman-teman difabel agar bisa bekerja sama dengan kami secara aktif di penyelenggaraan pemilu,” ujarnya, Kamis (9/12).

Bambang berharap, penyandang disabilitas dapat memberikan masukan maupun saran terkait pengawalan maupun fasilitas pemilih- disabilitas dalam pelaksanaan pemilu ke depan.

Pengurus Paguyuban difabel Sehati Sukoharjo Edi Supriyanto mengakui, pendidikan politik dan pengawasan partisipatif difabel di Kota Makmur masih kurang. Tidak sedikit warga yang belum dewasa secara politik.

“Kami terus suarakan tentang pemahaman politik. Bagaimana teman-teman disabilitas memiliki pemahaman soal politik yang baik serta mau berdemokrasi dengan cerdas,” tandasnya. (kwl/wa/dam)

Populer

Berita Terbaru