alexametrics
23.7 C
Surakarta
Tuesday, 24 May 2022

Buntut Kecelakaan Sepur Kelinci di Boyolali, Polres Sukoharjo Gelar Razia

SUKOHARJO – Kendaraan yang dimodifikasi menjadi kereta mini atau sepur kelinci sering kali dijumpai melintas di jalan raya. Hal tersebut, dapat membahayakan penumpang maupun pengguna jalan lain karena kendaraan wisata ini tidak sesuai standar nasional Indonesia (SNI). Seperti yang terjadi di Boyolali, ibu dan anak tewas akibat kecelakaan tunggal sepur kelinci.

Setelah kejadian sepur kelinci di Boyolali, Polres Sukoharjo juga mulai menggencarkan patroli menyasar kendaraan yang dimodifikasi menjadi kereta mini atau sepur kelinci. Itu guna mencegah kejadian serupa.

Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho melalui KBO Satlantas Iptu Sri Wuri mengatakan, polres terus memberikan imbauan dan edukasi kepada pemilik dan sopir sepur kelinci guna mengantisipasi kecelakaan karena menggunakan kendaraan yang tidak standar fisik dan administrasi.

“Kami memberikan imbauan dan sosialisasi secara humanis tentang tertib berlalu lintas. Kereta kelinci tidak diperbolehkan beroperasi di jalan raya karena tidak SNI (Standar Nasional Indonesia),” terang Kapolres Sukoharjo, Kamis (12/5).

Kereta kelinci tidak ber-SNI karena tidak adanya penutup bodi samping, nihil uji kelayaan jalan, tidak memenuhi uji tipe, tidak ada TNKB, STNK, SIM, trayek, tanda lulus uji, maupun cara penggandengan kendaraan.

Selain itu, tidak ada jaminan keselamatan bagi para penumpang. Termasuk jaminan dari Jasa Raharja apabila terjadi kecelakaan lalu lintas.

“Saat ini baru imbauan untuk tidak beroperasi di jalan raya. Satlantas Polres Sukoharjo tidak segan-segan menindak apabila kereta kelinci terlihat kasat mata melintas di jalan raya. Hal ini demi keselamatan bersama,” tegasnya. (kwl/bun/dam)

SUKOHARJO – Kendaraan yang dimodifikasi menjadi kereta mini atau sepur kelinci sering kali dijumpai melintas di jalan raya. Hal tersebut, dapat membahayakan penumpang maupun pengguna jalan lain karena kendaraan wisata ini tidak sesuai standar nasional Indonesia (SNI). Seperti yang terjadi di Boyolali, ibu dan anak tewas akibat kecelakaan tunggal sepur kelinci.

Setelah kejadian sepur kelinci di Boyolali, Polres Sukoharjo juga mulai menggencarkan patroli menyasar kendaraan yang dimodifikasi menjadi kereta mini atau sepur kelinci. Itu guna mencegah kejadian serupa.

Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho melalui KBO Satlantas Iptu Sri Wuri mengatakan, polres terus memberikan imbauan dan edukasi kepada pemilik dan sopir sepur kelinci guna mengantisipasi kecelakaan karena menggunakan kendaraan yang tidak standar fisik dan administrasi.

“Kami memberikan imbauan dan sosialisasi secara humanis tentang tertib berlalu lintas. Kereta kelinci tidak diperbolehkan beroperasi di jalan raya karena tidak SNI (Standar Nasional Indonesia),” terang Kapolres Sukoharjo, Kamis (12/5).

Kereta kelinci tidak ber-SNI karena tidak adanya penutup bodi samping, nihil uji kelayaan jalan, tidak memenuhi uji tipe, tidak ada TNKB, STNK, SIM, trayek, tanda lulus uji, maupun cara penggandengan kendaraan.

Selain itu, tidak ada jaminan keselamatan bagi para penumpang. Termasuk jaminan dari Jasa Raharja apabila terjadi kecelakaan lalu lintas.

“Saat ini baru imbauan untuk tidak beroperasi di jalan raya. Satlantas Polres Sukoharjo tidak segan-segan menindak apabila kereta kelinci terlihat kasat mata melintas di jalan raya. Hal ini demi keselamatan bersama,” tegasnya. (kwl/bun/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/