alexametrics
23.6 C
Surakarta
Tuesday, 28 September 2021

Pemburu Ikan Tewas Tenggelam, Polres Sukoharjo: Ini Murni Kecelakaan 

SUKOHARJO Hartoyo, 40 warga Desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari ditemukan tak bernyawa karena tercebur sungai di Desa Pojok, Kecamatan Tawangsari, Rabu (15/9).

“Korban dan rekannya (Giono, 51) melakukan kegiatan menembak ikan di sungai sekitar pukul 12.00. Korban memanjat pohon lo, dan rekannya di sebelah mendengar teriakan korban. Tetapi setelah ditengok, korban sudah tercebur ke sungai,” terang Wakil Komandan SAR Sukoharjo Muhklis.

Giono berusaha menolong Hartoyo menggunakan galah. Tapi hanya mendapati topi rekannya itu. Saksi kemudian meminta pertolongan kepada warga dan dilanjutkan melapor ke SAR.

Personel tim SAR segera ke lokasi kejadian melakukan penyisiran. Hartoyo ditemukan sekitar 15 meter dari titik jatuh sekitar pukul 12.45.

Keterangan Giono kepada polisi, saat terjatuh, Hartoyo membawa senapan. “Pada saat korban jatuh, senapan ikannya ikut terjatuh dan masih dalam kondisi on,” ujar Kasat Reskrim Polres Sukoharjo AKP Sapto Tarjono mewakili Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho.

Meski ada barang bukti senapan angin, Polisi pastikan korban tenggelam di Sungai Desa Pojok, Kecamatan Tawangsari murni kecelakaan. Kuat dugaan korban tidak bisa berenang saat tercebur ke sungai dengan kedalamam 3 meter.

AKP Sapto Tarjono mengatakan bahwa hasil pemeriksaan korban oleh dokter Puskesmas Tawangsari yakni tidak diketemukan tanda-tanda kekerasan.

“Murni kecelakaan, meninggal karena tidak bisa renang,” kata Sapto Tarjono, Rabu (15/9) malam.

Menurut Tarjono, kedalaman air di lokasi kejadian kurang lebih 2,5 – 3 Meter sedangkan lebar sungai 15 Meter. Air saat itu dibendung untuk pengairan sawah disekitarnya.

“Pihak keluarga korban sudah menerima kejadian ini sebagai musibah dan tidak menghedaki korban tidak mau di autopsi ke rumah sakit. Korban sudah diserahkan kepada keluarga untuk dikebumikan,” ungkap Tarjono. (kwl/wa/dam)


SUKOHARJO Hartoyo, 40 warga Desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari ditemukan tak bernyawa karena tercebur sungai di Desa Pojok, Kecamatan Tawangsari, Rabu (15/9).

“Korban dan rekannya (Giono, 51) melakukan kegiatan menembak ikan di sungai sekitar pukul 12.00. Korban memanjat pohon lo, dan rekannya di sebelah mendengar teriakan korban. Tetapi setelah ditengok, korban sudah tercebur ke sungai,” terang Wakil Komandan SAR Sukoharjo Muhklis.

Giono berusaha menolong Hartoyo menggunakan galah. Tapi hanya mendapati topi rekannya itu. Saksi kemudian meminta pertolongan kepada warga dan dilanjutkan melapor ke SAR.

Personel tim SAR segera ke lokasi kejadian melakukan penyisiran. Hartoyo ditemukan sekitar 15 meter dari titik jatuh sekitar pukul 12.45.

Keterangan Giono kepada polisi, saat terjatuh, Hartoyo membawa senapan. “Pada saat korban jatuh, senapan ikannya ikut terjatuh dan masih dalam kondisi on,” ujar Kasat Reskrim Polres Sukoharjo AKP Sapto Tarjono mewakili Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho.

Meski ada barang bukti senapan angin, Polisi pastikan korban tenggelam di Sungai Desa Pojok, Kecamatan Tawangsari murni kecelakaan. Kuat dugaan korban tidak bisa berenang saat tercebur ke sungai dengan kedalamam 3 meter.

AKP Sapto Tarjono mengatakan bahwa hasil pemeriksaan korban oleh dokter Puskesmas Tawangsari yakni tidak diketemukan tanda-tanda kekerasan.

“Murni kecelakaan, meninggal karena tidak bisa renang,” kata Sapto Tarjono, Rabu (15/9) malam.

Menurut Tarjono, kedalaman air di lokasi kejadian kurang lebih 2,5 – 3 Meter sedangkan lebar sungai 15 Meter. Air saat itu dibendung untuk pengairan sawah disekitarnya.

“Pihak keluarga korban sudah menerima kejadian ini sebagai musibah dan tidak menghedaki korban tidak mau di autopsi ke rumah sakit. Korban sudah diserahkan kepada keluarga untuk dikebumikan,” ungkap Tarjono. (kwl/wa/dam)

Populer

Berita Terbaru