alexametrics
21.2 C
Surakarta
Wednesday, 28 July 2021

1 WNA di Sukoharjo Meninggal karena Covid, Tim Pora: Tak Ada Eksodus

SUKOHARJO – Seorang warga negara asing (WNA) meninggal dunia pekan lalu. Dari data Tim Pengawasan Orang Asing (Pora), belum ada eksodus warga negara asing yang tinggal di Sukoharjo sebagai dampak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.

Camat Grogol Bagas Windaryatno mengatakan, WNA itu merupakan warga negara Kanada. Dia meninggal karena terindikasi terpapar Covid-19. “Kita rekomendasikan untuk dikremasi di Delingan, Karanganyar,” kata Bagas, Senin (19/7).

Menurut Bagas, dari pemantauan Tim Pora Kecamatan Grogol, sampai saat ini belum ada eksodus WNA sebagai dampak PPKM darurat. Jumlah WNA yang tinggal di wilayah Kecamatan Grogol cenderung tetap. “Kami rutin pengawasan, belum ada eksodus,” kata Bagas.

Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Sukoharjo Haris Widiasmoro Atmojo mengatakan, kejari termasuk dalam Tim Pora Kabupaten Sukoharjo. Secara rutin mengawasi keberadaan orang asing di Sukoharjo. “Keberadaan WNA selalu di pantau tim Pora,” kata Haris.

Kehadiran orang maupun investasi asing memang dibutuhkan sepanjang membawa manfaat bagi pembangunan dan pengembangan daerah. Namun, dampak negatifnya juga harus diwaspadai.

Kehadiran Tim Pora Sukoharjo sebagai wadah tempat tukar-menukar informasi sehubungan dengan perlintasan, keberadaan, dan kegiatan orang asing di Sukoharjo. Kewaspadaan dan pengawasan dilakukan, namun tidak berlebihan dan memicu terganggunya kenyamanan dan kelancaran aktivitas orang asing di Kota Makmur.

“Update terakhir jumlah WNA yang tinggal di Sukoharjo 377 orang. Sebagian besar berasal di Tiongkok, Korea, Jepang, Belgia, Belanda, Pakistan. Ada yang bekerja, ada yang ikut suami atau istri WNI,” pungkasnya. (kwl/bun)

 


SUKOHARJO – Seorang warga negara asing (WNA) meninggal dunia pekan lalu. Dari data Tim Pengawasan Orang Asing (Pora), belum ada eksodus warga negara asing yang tinggal di Sukoharjo sebagai dampak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.

Camat Grogol Bagas Windaryatno mengatakan, WNA itu merupakan warga negara Kanada. Dia meninggal karena terindikasi terpapar Covid-19. “Kita rekomendasikan untuk dikremasi di Delingan, Karanganyar,” kata Bagas, Senin (19/7).

Menurut Bagas, dari pemantauan Tim Pora Kecamatan Grogol, sampai saat ini belum ada eksodus WNA sebagai dampak PPKM darurat. Jumlah WNA yang tinggal di wilayah Kecamatan Grogol cenderung tetap. “Kami rutin pengawasan, belum ada eksodus,” kata Bagas.

Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Sukoharjo Haris Widiasmoro Atmojo mengatakan, kejari termasuk dalam Tim Pora Kabupaten Sukoharjo. Secara rutin mengawasi keberadaan orang asing di Sukoharjo. “Keberadaan WNA selalu di pantau tim Pora,” kata Haris.

Kehadiran orang maupun investasi asing memang dibutuhkan sepanjang membawa manfaat bagi pembangunan dan pengembangan daerah. Namun, dampak negatifnya juga harus diwaspadai.

Kehadiran Tim Pora Sukoharjo sebagai wadah tempat tukar-menukar informasi sehubungan dengan perlintasan, keberadaan, dan kegiatan orang asing di Sukoharjo. Kewaspadaan dan pengawasan dilakukan, namun tidak berlebihan dan memicu terganggunya kenyamanan dan kelancaran aktivitas orang asing di Kota Makmur.

“Update terakhir jumlah WNA yang tinggal di Sukoharjo 377 orang. Sebagian besar berasal di Tiongkok, Korea, Jepang, Belgia, Belanda, Pakistan. Ada yang bekerja, ada yang ikut suami atau istri WNI,” pungkasnya. (kwl/bun)

 

Populer

Berita Terbaru