alexametrics
21 C
Surakarta
Wednesday, 28 July 2021

Masjid Nekat Gelar Salat Idul Adha, Ini Kata Satgas Covid Sukoharjo

SUKOHARJO – Satgas Penanganan Covid-19 Sukoharjo hingga tingkat kecamatan akan memantau pelaksanaan salat Idul Adha. Bakal dilakukan pendekatan humanis bagi wilayah yang masih nekat menggelar salat Idul Adha berjamaah.

Wakil Ketua Satgas Penanganan Covid-19 AKBP Wahyu Nugroho mengatakan, pemerintah sudah mengimbau masyarakat meniadakan salat Idul Adha sesuai Surat Edaran (SE) Menteri Agama dan SE bupati.

“Sudah sejak lama kami mengimbau, karena sudah arahan dari pemerintah juga untuk salat Idul Adha di rumah saja,” ujarnya, Senin (19/7).

Imbauan tersebut juga telah disampaikan kepada tokoh agama, takmir masjid, dan tokoh masyarakat. Namun, Wahyu menyebut tidak menutup kemungkinan ada masyarakat yang nekat menggelar salat Idul Adha berjamaah.

“Besok, kami akan monitoring. Tidak menutup kemungkinan masih ada yang menggelar salat Idul Adha,” jelas dia.

Pemantauan tersebut juga dilakukan Satgas Penanganan Covid-19 tingkat kecamatan. Mereka yang bertugas di lapangan diwanti-wanti untuk mengutamakan dialog, humanis, dan manusiawi ketika ada yang menggelar salat Idul Adha.

Diberitakan sebelumnya, Bupati Sukoharjo menerbitkan Surat Edaran (SE) tentang Salat Idul Adha dan dan Penyembelihan Hewan Kurban Tahun 1442 H/ 2021 M pada situasi PPKM darurat.

Dalam SE Bupati Sukoharjo Nomor 400/2089/2021 itu diatur tentang penyelenggaraan malam takbiran di masjid/musala, takbir keliling, baik dengan arak-arakan berjalan kaki maupun dengan arak-arakan kendaraan, dan salat Idul Adha di masjid/musala yang dikelola masyarakat, instansi pemerintah, perusahaan, atau tempat umum lainnya ditiadakan,

Diatur pula tentang penyembelihan hewan kurban hanya boleh dilaksanakan pada hari tasyrik, yakni 21-23 Juli untuk menghindari kerumunan. Pemotongan hewan kurban diutamakan dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan Ruminasia (RPHR). (kwl/wa)


SUKOHARJO – Satgas Penanganan Covid-19 Sukoharjo hingga tingkat kecamatan akan memantau pelaksanaan salat Idul Adha. Bakal dilakukan pendekatan humanis bagi wilayah yang masih nekat menggelar salat Idul Adha berjamaah.

Wakil Ketua Satgas Penanganan Covid-19 AKBP Wahyu Nugroho mengatakan, pemerintah sudah mengimbau masyarakat meniadakan salat Idul Adha sesuai Surat Edaran (SE) Menteri Agama dan SE bupati.

“Sudah sejak lama kami mengimbau, karena sudah arahan dari pemerintah juga untuk salat Idul Adha di rumah saja,” ujarnya, Senin (19/7).

Imbauan tersebut juga telah disampaikan kepada tokoh agama, takmir masjid, dan tokoh masyarakat. Namun, Wahyu menyebut tidak menutup kemungkinan ada masyarakat yang nekat menggelar salat Idul Adha berjamaah.

“Besok, kami akan monitoring. Tidak menutup kemungkinan masih ada yang menggelar salat Idul Adha,” jelas dia.

Pemantauan tersebut juga dilakukan Satgas Penanganan Covid-19 tingkat kecamatan. Mereka yang bertugas di lapangan diwanti-wanti untuk mengutamakan dialog, humanis, dan manusiawi ketika ada yang menggelar salat Idul Adha.

Diberitakan sebelumnya, Bupati Sukoharjo menerbitkan Surat Edaran (SE) tentang Salat Idul Adha dan dan Penyembelihan Hewan Kurban Tahun 1442 H/ 2021 M pada situasi PPKM darurat.

Dalam SE Bupati Sukoharjo Nomor 400/2089/2021 itu diatur tentang penyelenggaraan malam takbiran di masjid/musala, takbir keliling, baik dengan arak-arakan berjalan kaki maupun dengan arak-arakan kendaraan, dan salat Idul Adha di masjid/musala yang dikelola masyarakat, instansi pemerintah, perusahaan, atau tempat umum lainnya ditiadakan,

Diatur pula tentang penyembelihan hewan kurban hanya boleh dilaksanakan pada hari tasyrik, yakni 21-23 Juli untuk menghindari kerumunan. Pemotongan hewan kurban diutamakan dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan Ruminasia (RPHR). (kwl/wa)

Populer

Berita Terbaru