alexametrics
21.2 C
Surakarta
Wednesday, 28 July 2021

Pemkab Sebut Transaksi Kambing di Sukoharjo Lebih 19 Ribu Ekor

SUKOHARJO – Berbeda dengan keterangan peternak yang mengeluhkan sepinya transaksi hewan kurban, Dinas Pertanian dan Perikanan menyebut permintaan hewan kurban meningkat. Tidak terpengaruh pandemi.

“Kurban tidak terpengaruh pandemi, permintaan masih cenderung meningkat. Ada atau tidak ada pandemi, namanya kepercayaan kan ya tetap berkurban,” ujar pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Bagas Windaryatno di rumah potong hewan di Kelurahan Joho, Kecamatan Sukoharjo Kota, Senin (19/7).

Hasil pantauannya, untuk transaksi kambing lebih dari 19 ribu ekor, sedangkan sapi lebih dari 6.000. “Tahun lalu, angkanya di bawah itu. Permintaan tahun ini meningkat, tidak terpengaruh pandemi,” terangnya.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Yuli Dwi Irianto menambahkan, sebulan sebelum Idul Adha, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan hewan kurban. Baik di peternakan, pengepul, dan peternak di pedesaan.

“Kami sudah melakukan pemeriksaan luar. Ada 22 petugas kami terjunkan. Obat cacing kami berikan juga, belum ada temuan penyakit,” ujarnya.

Di lain sisi, sesuai aturan, penyembelihan hewan kurban dilakukan mulai H+1 Idul Adha guna menghindari kerumunan. “Sesuai edaran Kementerian Agama dan diperkuat edaran bupati Sukoharjo, peyembelihan dilakukan H+1. Hanya panitia dengan prokes ketat yang diperbolehkan di lokasi pemotongan,” tegas dia. (kwl/wa/dam)


SUKOHARJO – Berbeda dengan keterangan peternak yang mengeluhkan sepinya transaksi hewan kurban, Dinas Pertanian dan Perikanan menyebut permintaan hewan kurban meningkat. Tidak terpengaruh pandemi.

“Kurban tidak terpengaruh pandemi, permintaan masih cenderung meningkat. Ada atau tidak ada pandemi, namanya kepercayaan kan ya tetap berkurban,” ujar pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Bagas Windaryatno di rumah potong hewan di Kelurahan Joho, Kecamatan Sukoharjo Kota, Senin (19/7).

Hasil pantauannya, untuk transaksi kambing lebih dari 19 ribu ekor, sedangkan sapi lebih dari 6.000. “Tahun lalu, angkanya di bawah itu. Permintaan tahun ini meningkat, tidak terpengaruh pandemi,” terangnya.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Yuli Dwi Irianto menambahkan, sebulan sebelum Idul Adha, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan hewan kurban. Baik di peternakan, pengepul, dan peternak di pedesaan.

“Kami sudah melakukan pemeriksaan luar. Ada 22 petugas kami terjunkan. Obat cacing kami berikan juga, belum ada temuan penyakit,” ujarnya.

Di lain sisi, sesuai aturan, penyembelihan hewan kurban dilakukan mulai H+1 Idul Adha guna menghindari kerumunan. “Sesuai edaran Kementerian Agama dan diperkuat edaran bupati Sukoharjo, peyembelihan dilakukan H+1. Hanya panitia dengan prokes ketat yang diperbolehkan di lokasi pemotongan,” tegas dia. (kwl/wa/dam)

Populer

Berita Terbaru