alexametrics
21.2 C
Surakarta
Wednesday, 28 July 2021

Sudah Divaksin 2 Dosis, 83 Warga Sukoharjo Terpapar Covid Lagi

SUKOHARJO – Dalam sepekan terakhir, muncul satu kasus meninggal karena Covid-19 dan puluhan orang terpapar dari kelompok yang sudah menerima vaksinasi dua dosis . Namun, jumlah ini jauh lebih sedikit dibanding jumlah kematian dan warga terpapar dari kelompok yang belum divaksin.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo per Senin (19/7), untuk positif aktif masih 730 kasus. Terdiri dari 605 orang isolasi mandiri, satu isolasi terpusat, dan 124 rawat inap di rumah sakit.

Dari 730 kasus aktif tersebut tersebar di 105 desa/kelurahan, di mana sebaran terbanyak di Desa Nguter, Kecamatan Nguter dengan 36 kasus. Disusul Desa Langenharjo, Kecamatan Grogol dengan 31 kasus aktif. Dan Desa Ngemplak, Kecamatan Kartasura sebanyak 26 kasus.

“Akumulasi kasus positif Covid-19 di Sukoharjo menjadi 9.381 kasus dari sebelumnya 9.182 kasus. Di sisi lain, kasus positif sembuh naik 169 orang, sehingga totalnya menjadi 8.029 orang dari sebelumnya 7.860 orang. Sedangkan positif meninggal naik 16 kasus, dari 606 menjadi 622 orang,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo Yunia Wahdiyati, Selasa (20/7).

Kemudian, realisasi vaksinasi Sukoharjo hingga 17 Juli untuk dosis 1 mencapai 98.579 orang atau 18,41 persen dan untuk dosis 2 sebanyak 59.589 orang atau 11,13 persen. Pemberian vaksin terus dilakukan agar capaian target sesuai sasaran dapat segera selesai dengan target 535.368 orang.

“Dalam sepekan pada periode 12 – 18 Juli, setidaknya satu dari 83 yang sudah mendapatkan dua dosis vaksin terpapar Covid-19 meninggal dunia. Lalu, satu orang yang baru mendapat satu dosis vaksin meninggal dunia. Sedangkan, 34 orang dari 618 orang yang belum divaksinasi meninggal dunia,” beber Yunia.

Yunia menegaskan, untuk orang yang belum divaksinasi, bisa jadi belum terbentuk kekebalan untuk melawan infeksi Covid-19 yang masuk ke tubuh. Sehingga saat terinfeksi tubuh tidak mampu melawannya.

Yunia mengatakan, tujuan vaksinasi salah satunya untuk menumbuhkan antibodi spesifik pada individu. Sehingga terbentuk kekebalan yang spesifik juga, sehingga harapannya tubuh mampu melawan virus Covid-19 yang masuk.

“Yang sudah vaksin, apabila terinfeksi gejala yang timbul ringan, sehingga dapat menurunkan angka kematian,” kata Yunia.

Sementara itu, Bupati Sukoharjo Etik Suryani mengatakan, masyarakat tetap harus mentaati protokol kesehatan. Karena vaksin bukan obat tapi untuk pencegahan dengan meningkatkan imun.

“Yang penting 5M, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas,” kata Etik.

Kemudian, terkait lambatnya vaksinasi, Etik Suryani mengatakan, pihaknya tidak pernah menunda progam vaksinasi. Tetapi kuota vaksin yang diterima memang masih jauh dari kebutuhan bagi warga Sukoharjo sehingga capaiannya belum maksimal.

Ngapunten (maaf) kami masih menunggu kuota dosis vaksin dari Kementerian Kesehatan. Vaksinasi tetap berlangsung menyesuaikan dosis yang masih tersedia (prioritas lansia),” kata Etik. (kwl/bun)

Warga Terpapar Covid-19 di Sukoharjo periode 12-18 Juli 2021

Kasus Belum Divaksin

Meninggal: 34 orang

Kasus positif: 618 orang

Kasus Divaksin Satu Dosis

Meninggal: 1 orang

Kasus Divaksin Dua Dosis

Meninggal: 1 orang

Kasus positif: 83 orang

 

 


SUKOHARJO – Dalam sepekan terakhir, muncul satu kasus meninggal karena Covid-19 dan puluhan orang terpapar dari kelompok yang sudah menerima vaksinasi dua dosis . Namun, jumlah ini jauh lebih sedikit dibanding jumlah kematian dan warga terpapar dari kelompok yang belum divaksin.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo per Senin (19/7), untuk positif aktif masih 730 kasus. Terdiri dari 605 orang isolasi mandiri, satu isolasi terpusat, dan 124 rawat inap di rumah sakit.

Dari 730 kasus aktif tersebut tersebar di 105 desa/kelurahan, di mana sebaran terbanyak di Desa Nguter, Kecamatan Nguter dengan 36 kasus. Disusul Desa Langenharjo, Kecamatan Grogol dengan 31 kasus aktif. Dan Desa Ngemplak, Kecamatan Kartasura sebanyak 26 kasus.

“Akumulasi kasus positif Covid-19 di Sukoharjo menjadi 9.381 kasus dari sebelumnya 9.182 kasus. Di sisi lain, kasus positif sembuh naik 169 orang, sehingga totalnya menjadi 8.029 orang dari sebelumnya 7.860 orang. Sedangkan positif meninggal naik 16 kasus, dari 606 menjadi 622 orang,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo Yunia Wahdiyati, Selasa (20/7).

Kemudian, realisasi vaksinasi Sukoharjo hingga 17 Juli untuk dosis 1 mencapai 98.579 orang atau 18,41 persen dan untuk dosis 2 sebanyak 59.589 orang atau 11,13 persen. Pemberian vaksin terus dilakukan agar capaian target sesuai sasaran dapat segera selesai dengan target 535.368 orang.

“Dalam sepekan pada periode 12 – 18 Juli, setidaknya satu dari 83 yang sudah mendapatkan dua dosis vaksin terpapar Covid-19 meninggal dunia. Lalu, satu orang yang baru mendapat satu dosis vaksin meninggal dunia. Sedangkan, 34 orang dari 618 orang yang belum divaksinasi meninggal dunia,” beber Yunia.

Yunia menegaskan, untuk orang yang belum divaksinasi, bisa jadi belum terbentuk kekebalan untuk melawan infeksi Covid-19 yang masuk ke tubuh. Sehingga saat terinfeksi tubuh tidak mampu melawannya.

Yunia mengatakan, tujuan vaksinasi salah satunya untuk menumbuhkan antibodi spesifik pada individu. Sehingga terbentuk kekebalan yang spesifik juga, sehingga harapannya tubuh mampu melawan virus Covid-19 yang masuk.

“Yang sudah vaksin, apabila terinfeksi gejala yang timbul ringan, sehingga dapat menurunkan angka kematian,” kata Yunia.

Sementara itu, Bupati Sukoharjo Etik Suryani mengatakan, masyarakat tetap harus mentaati protokol kesehatan. Karena vaksin bukan obat tapi untuk pencegahan dengan meningkatkan imun.

“Yang penting 5M, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas,” kata Etik.

Kemudian, terkait lambatnya vaksinasi, Etik Suryani mengatakan, pihaknya tidak pernah menunda progam vaksinasi. Tetapi kuota vaksin yang diterima memang masih jauh dari kebutuhan bagi warga Sukoharjo sehingga capaiannya belum maksimal.

Ngapunten (maaf) kami masih menunggu kuota dosis vaksin dari Kementerian Kesehatan. Vaksinasi tetap berlangsung menyesuaikan dosis yang masih tersedia (prioritas lansia),” kata Etik. (kwl/bun)

Warga Terpapar Covid-19 di Sukoharjo periode 12-18 Juli 2021

Kasus Belum Divaksin

Meninggal: 34 orang

Kasus positif: 618 orang

Kasus Divaksin Satu Dosis

Meninggal: 1 orang

Kasus Divaksin Dua Dosis

Meninggal: 1 orang

Kasus positif: 83 orang

 

 

Populer

Berita Terbaru