alexametrics
21.5 C
Surakarta
Thursday, 30 June 2022

Tanam Pohon Sekarang, Selamatkan Generasi Selanjutnya

Bupati Sukoharjo Canangkan Program Satu Rumah Satu Pohon

SUKOHARJO – Banyak manfaat yang dirasakan dengan menanam pohon. Di antaranya mengurangi pemanasan global. Karena itu, Bupati Sukoharjo Etik Suryani menggencarkan program satu rumah satu pohon.

Diterangkan bupati, iklim saat ini berbeda dengan masa lalu. Dahulu, bisa diprediksi enam bulan kemarau dan enam bulan musim hujan.

“Sekarang tidak bisa diprediksi. Saat ini masuk musim kemarau, tapi masih sering hujan. Ini sebagai dampak pemanasan global,” ujar Etik di sela tanam pohon di Desa Pondok, Kecamatan Nguter, Senin (20/6).

Urusan pelestarian lingkungan, imbuh bupati, bukan masalah kecil. Itu karena menyangkut masa depan generasi selenjutnya. Menanam pohon, ibarat menanam doa dan harapan. “Menanam kerja kami semuanya untuk keberlanjutan hidup generasi yang akan datang,” ungkap dia.

Dengan program satu rumah satu pohon, Etik berharap dapat mengurangi pemanasan global. “Di halaman supaya ditanam pohon dan sayur-sayuran. Kalau panen sayur, selain dikonsumsi sendiri, juga bisa dijual,” ajaknya.

Ditempat yang sama, Aris Gunawan, perwakilan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Surakarta mengatakan, pihaknya telah memiliki lahan persemaian permanen. Masyarakat, bisa mengajukan permohonan bibit pohon berbasis KTP.

“Masyarakat silakan datang. Satu KTP, bisa mendapatkan 25 pohon. Namun, saat ini kuota untuk Sukoharjo masih terbatas, karena wilayah kerja kami luas, sampai ke Jawa Timur,” urainya. (kwl/wa/dam)

SUKOHARJO – Banyak manfaat yang dirasakan dengan menanam pohon. Di antaranya mengurangi pemanasan global. Karena itu, Bupati Sukoharjo Etik Suryani menggencarkan program satu rumah satu pohon.

Diterangkan bupati, iklim saat ini berbeda dengan masa lalu. Dahulu, bisa diprediksi enam bulan kemarau dan enam bulan musim hujan.

“Sekarang tidak bisa diprediksi. Saat ini masuk musim kemarau, tapi masih sering hujan. Ini sebagai dampak pemanasan global,” ujar Etik di sela tanam pohon di Desa Pondok, Kecamatan Nguter, Senin (20/6).

Urusan pelestarian lingkungan, imbuh bupati, bukan masalah kecil. Itu karena menyangkut masa depan generasi selenjutnya. Menanam pohon, ibarat menanam doa dan harapan. “Menanam kerja kami semuanya untuk keberlanjutan hidup generasi yang akan datang,” ungkap dia.

Dengan program satu rumah satu pohon, Etik berharap dapat mengurangi pemanasan global. “Di halaman supaya ditanam pohon dan sayur-sayuran. Kalau panen sayur, selain dikonsumsi sendiri, juga bisa dijual,” ajaknya.

Ditempat yang sama, Aris Gunawan, perwakilan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Surakarta mengatakan, pihaknya telah memiliki lahan persemaian permanen. Masyarakat, bisa mengajukan permohonan bibit pohon berbasis KTP.

“Masyarakat silakan datang. Satu KTP, bisa mendapatkan 25 pohon. Namun, saat ini kuota untuk Sukoharjo masih terbatas, karena wilayah kerja kami luas, sampai ke Jawa Timur,” urainya. (kwl/wa/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/