alexametrics
21.2 C
Surakarta
Wednesday, 28 July 2021

Cacing Hati Bisa Sebabkan Diare

Petugas Pemantau Kesehatan Hewan Kurban Temukan Cacing Hati

SUKOHARJO Petugas pemantau kesehatan menemukan cacing hati pada sejumlah hewan kurban. Menghindari gangguan kesehatan, bagian tersebut diwanti-wanti tidak dikonsumsi.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Yuli Dwi Irianto mengatakan, pihaknya menerjunkan 33 personel untuk melakukan pemantauan dan pemeriksaan penyembelihan hewan kurban di 12 kecamatan.

Petugas melakukan pendataan lokasi dan jumlah hewan kurban, selanjutnya memeriksa antemortem hewan kurban sebelum disembelih. Mulai dari jenis kelamin, umur, kondisi kesehatan fisik secara umum, dan kondisi lubang-lubang tubuh hewan kurban.

Pada tahap penyembelihan, petugas mengawasi proses saat merobohkan hewan dan penyembelihan. Setelah disembelih, petugas melakukan pemeriksaan postmortem. Meliputi kondisi daging hewan kurban yang sudah disembelih, kondisi organ pencernaan meliputi rumen, reticulum, omasum, abomasum, usus halus, usus buntu, usus besar, dan sebagainya.

“Petugas menemukan beberapa cacing hati, untuk penyakit belum ada,” ungkap dia. Organ hati yang ditemukan cacing hati disarankan tidak dikonsumsi.

“Bagian hati yang ada cacingnya dibuang, yang masih bagus bisa dimanfaatkan. Namun, tetap hati-hati, cacing hati bisa menyebabkan diare,” jelas Yuli.

Ditambahkannya, pemantauan dan pemeriksaan penyembelihan hewan kurban merupakan kegiatan rutin dinas pertanian dan perikanan untuk menjamin kesehatan dan kelayakan daging yang dikonsumsi masyarakat. (kwl/wa)

 


SUKOHARJO Petugas pemantau kesehatan menemukan cacing hati pada sejumlah hewan kurban. Menghindari gangguan kesehatan, bagian tersebut diwanti-wanti tidak dikonsumsi.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Yuli Dwi Irianto mengatakan, pihaknya menerjunkan 33 personel untuk melakukan pemantauan dan pemeriksaan penyembelihan hewan kurban di 12 kecamatan.

Petugas melakukan pendataan lokasi dan jumlah hewan kurban, selanjutnya memeriksa antemortem hewan kurban sebelum disembelih. Mulai dari jenis kelamin, umur, kondisi kesehatan fisik secara umum, dan kondisi lubang-lubang tubuh hewan kurban.

Pada tahap penyembelihan, petugas mengawasi proses saat merobohkan hewan dan penyembelihan. Setelah disembelih, petugas melakukan pemeriksaan postmortem. Meliputi kondisi daging hewan kurban yang sudah disembelih, kondisi organ pencernaan meliputi rumen, reticulum, omasum, abomasum, usus halus, usus buntu, usus besar, dan sebagainya.

“Petugas menemukan beberapa cacing hati, untuk penyakit belum ada,” ungkap dia. Organ hati yang ditemukan cacing hati disarankan tidak dikonsumsi.

“Bagian hati yang ada cacingnya dibuang, yang masih bagus bisa dimanfaatkan. Namun, tetap hati-hati, cacing hati bisa menyebabkan diare,” jelas Yuli.

Ditambahkannya, pemantauan dan pemeriksaan penyembelihan hewan kurban merupakan kegiatan rutin dinas pertanian dan perikanan untuk menjamin kesehatan dan kelayakan daging yang dikonsumsi masyarakat. (kwl/wa)

 

Populer

Berita Terbaru