alexametrics
23.4 C
Surakarta
Thursday, 7 July 2022

Kasus Corona di Kabupaten Sukoharjo Merangkak Naik, Muncul 12 Kasus Aktif

SUKOHARJO – Sempat melandai sejak Mei lalu, kini, kasus positif Covid-19 aktif merangkak naik. Dinas Kesehatan (Dinkes) Sukoharjo mengklaim bukan akibat penularan varian baru BA.4 dan BA.5.

“Iya, beberapa hari ini naik lagi (kasus positif korona). Tapi ini Covid-19 varian lama. Bukan Omicron varian baru. Semoga varian baru tidak mewabah di Sukoharjo,” ujar Kepala Dinkes Sukoharjo Tri Tuti Rahayu, Kamis (22/6).

Merujuk data Dinkes Sukoharjo, per Rabu (22/5), pasien positif Covid-19 aktif sebanyak 12 kasus. Rinciannya, 10 pasien isolasi mandiri, dan dua lainnya rawat inap.

Sedangkan sehari sebelumnya tercatat delapan kasus. Padahal pada Mei lalu hanya sekitar tiga kasus. “Sebanyak 12 kasus aktif itu dengan rentang usia 15-25 tahun sebanyak satu pasien, usia 26-59 tahun sepuluh pasien, dan usia lebih dari 60 tahun satu pasien,” jelas Kadinkes.

Berkaca dari peningkatan kasus tersebut, masyarakat diharapkan masyarakat selalu waspada, menaati protokol kesehatan (prokes) dan segera mengakses layanan vaksinasi booster. Terlebih saat ini muncul varian baru, BA.4 dan BA.5. (kwl/wa/dam)

SUKOHARJO – Sempat melandai sejak Mei lalu, kini, kasus positif Covid-19 aktif merangkak naik. Dinas Kesehatan (Dinkes) Sukoharjo mengklaim bukan akibat penularan varian baru BA.4 dan BA.5.

“Iya, beberapa hari ini naik lagi (kasus positif korona). Tapi ini Covid-19 varian lama. Bukan Omicron varian baru. Semoga varian baru tidak mewabah di Sukoharjo,” ujar Kepala Dinkes Sukoharjo Tri Tuti Rahayu, Kamis (22/6).

Merujuk data Dinkes Sukoharjo, per Rabu (22/5), pasien positif Covid-19 aktif sebanyak 12 kasus. Rinciannya, 10 pasien isolasi mandiri, dan dua lainnya rawat inap.

Sedangkan sehari sebelumnya tercatat delapan kasus. Padahal pada Mei lalu hanya sekitar tiga kasus. “Sebanyak 12 kasus aktif itu dengan rentang usia 15-25 tahun sebanyak satu pasien, usia 26-59 tahun sepuluh pasien, dan usia lebih dari 60 tahun satu pasien,” jelas Kadinkes.

Berkaca dari peningkatan kasus tersebut, masyarakat diharapkan masyarakat selalu waspada, menaati protokol kesehatan (prokes) dan segera mengakses layanan vaksinasi booster. Terlebih saat ini muncul varian baru, BA.4 dan BA.5. (kwl/wa/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/