alexametrics
23.4 C
Surakarta
Friday, 8 July 2022

Viral Pengendara Kena Tilang ETLE di Persawahan Sukoharjo, Ini Kata Kapolres

SUKOHARJO – Media sosial dalam beberapa hari terakhir sempat dihebohkan dengan  tindakan penilangan kepada seorang pengendara motor di wilayah Kabupaten Sukoharjo. Pasalnya, foto surat konfirmasi tilang kamera atau Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) tersebut memperlihatkan seorang pengendara motor tanpa helm dengan latar belakang persawahan.
Menanggapi kejadian tersebut, Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan meminta maaf kepada publik jika penilangan yang dilakukan justru membuat ketidaknyamanan di dunia maya. Kapolres menjelaskan, penilangan dilakukan karena yang bersangkutan tertangkap melakukan pelanggaran melalui E-TLE mobile, bukan dari E-TLE yang biasanya terpasang di ruas jalur protokol.
“Jadi bukan kamera E-TLE-nya diletakkan di persawahan. Tapi memang anggota kita diberi aplikasi khusus di handphone-nya untuk memantau pelanggaran sambil berpatroli. Itulah yang namanya E-TLE mobile,” ungkap Wahyu, Kamis (23/6).
Wahyu menambahkan, pengendara yang bersangkutan sudah menemui petugas Satlantas Polres Sukoharjo untuk mengakui pelanggaran yang dilakukannya. Pengendara tersebut juga telah membayar denda tilang melalui sistem BRIVA.
“Sudah dikonfirmasi. Yang bersangkutan juga mengakui kesalahannya. Ia mengaku waktu tertangkap E-TLE itu sedang kembali dari takziah,” jelasnya.
Sementara itu, kapolres menyampaikan bahwa tingginya data fatalitas akibat kecelakaan di Sukoharjo, menjadi alasan peningkatan penindakan pelanggaran lalu lintas. Selain itu, lanjut dia, tidak ada undang-undang yang mengatur bahwa pengendara bermotor boleh tidak menggunakan helm di ruas jalan tertentu.
Menurut dia, meski Sukoharjo banyak wilayah persawahan, namun tingkat kecelakaan di jalan penghubung menuju jalan utama cukup tinggi. Berdasarkan data, sepanjang 2021 ada 21 kejadian kecelakaan dengan enam orang dilaporkan meninggal dunia. Sementara untuk 2022, sejauh ini sudah ada 10 kejadian dengan tiga orang dilaporkan meninggal dunia.
“Secara yuridis dijelaskan bahwa Pasal 291 ayat 2 merupakan aturan yang merujuk pada kedisiplinan setiap pengendara motor dalam menggunakan alat keselamatan saat berkendara. Jika ada penumpang yang melanggar aturan ini, tentu saja bisa kena tilang bahkan ditindak pidana sesuai pasal yang berlaku,” papar dia.
Hal tersebut sudah tertuang dalam UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Disebutkan bagi pengendara yang tidak sesuai aturan alias melanggar bisa kena denda hingga kurungan.
“Setiap pengemudi yang membiarkan penumpangnya yang tidak memakai helm sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (8), dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu,” jelas Wahyu. (kwl/ria) 





Reporter: Iwan Kawul
SUKOHARJO – Media sosial dalam beberapa hari terakhir sempat dihebohkan dengan  tindakan penilangan kepada seorang pengendara motor di wilayah Kabupaten Sukoharjo. Pasalnya, foto surat konfirmasi tilang kamera atau Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) tersebut memperlihatkan seorang pengendara motor tanpa helm dengan latar belakang persawahan.
Menanggapi kejadian tersebut, Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan meminta maaf kepada publik jika penilangan yang dilakukan justru membuat ketidaknyamanan di dunia maya. Kapolres menjelaskan, penilangan dilakukan karena yang bersangkutan tertangkap melakukan pelanggaran melalui E-TLE mobile, bukan dari E-TLE yang biasanya terpasang di ruas jalur protokol.
“Jadi bukan kamera E-TLE-nya diletakkan di persawahan. Tapi memang anggota kita diberi aplikasi khusus di handphone-nya untuk memantau pelanggaran sambil berpatroli. Itulah yang namanya E-TLE mobile,” ungkap Wahyu, Kamis (23/6).
Wahyu menambahkan, pengendara yang bersangkutan sudah menemui petugas Satlantas Polres Sukoharjo untuk mengakui pelanggaran yang dilakukannya. Pengendara tersebut juga telah membayar denda tilang melalui sistem BRIVA.
“Sudah dikonfirmasi. Yang bersangkutan juga mengakui kesalahannya. Ia mengaku waktu tertangkap E-TLE itu sedang kembali dari takziah,” jelasnya.
Sementara itu, kapolres menyampaikan bahwa tingginya data fatalitas akibat kecelakaan di Sukoharjo, menjadi alasan peningkatan penindakan pelanggaran lalu lintas. Selain itu, lanjut dia, tidak ada undang-undang yang mengatur bahwa pengendara bermotor boleh tidak menggunakan helm di ruas jalan tertentu.
Menurut dia, meski Sukoharjo banyak wilayah persawahan, namun tingkat kecelakaan di jalan penghubung menuju jalan utama cukup tinggi. Berdasarkan data, sepanjang 2021 ada 21 kejadian kecelakaan dengan enam orang dilaporkan meninggal dunia. Sementara untuk 2022, sejauh ini sudah ada 10 kejadian dengan tiga orang dilaporkan meninggal dunia.
“Secara yuridis dijelaskan bahwa Pasal 291 ayat 2 merupakan aturan yang merujuk pada kedisiplinan setiap pengendara motor dalam menggunakan alat keselamatan saat berkendara. Jika ada penumpang yang melanggar aturan ini, tentu saja bisa kena tilang bahkan ditindak pidana sesuai pasal yang berlaku,” papar dia.
Hal tersebut sudah tertuang dalam UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Disebutkan bagi pengendara yang tidak sesuai aturan alias melanggar bisa kena denda hingga kurungan.
“Setiap pengemudi yang membiarkan penumpangnya yang tidak memakai helm sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (8), dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu,” jelas Wahyu. (kwl/ria) 





Reporter: Iwan Kawul

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/