alexametrics
23.4 C
Surakarta
Thursday, 7 July 2022

MIN 3 Sukoharjo Siap Terapkan Kurikulum Merdeka

SUKOHARJO – Sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Sukoharjo siap menerapkan Kurikulum Merdeka.

Semangat itu terpancar pada kegiatan sosialisasi implementasi Kurikulum Merdeka yang diikuti 55 peserta dan dihadiri Kepala Kankemenag Sukoharjo Muh Mu’alim didampingi Kasi Penmad Susilowati, Kepala Madrasah Heru Purnomo di ballroom Hotel Sarila Sukoharjo, Kamis (23/6).

Peserta kegiatan antusias menyimak paparan Wakil Kepala Sekolah Penggerak Bidang Humas SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta Dwi Jatmiko. Diselingi berbagai praktik, baik antarguru di MIN 3 Sukoharjo dan MIN Mitra Sahabat.

“Luar biasa guru di sini dalam melayani pendidikan bagi peserta didiknya. Bahkan Kamad (kepala madrasah) Bapak Heru Purnomo bersama tim sekolah siap mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Kurikulum Merdeka lebih fokus pada materi yang esensial dan pengembangan kompetensi peserta didik pada fasenya,” papar Jatmiko.

Menurutnya, kurikulum bersifat dinamis dan terus dikembangkan atau diadaptasi sesuai konteks dan karakteristik murid. “Proses pembelajaran diharapkan menjadi lebih mendalam, bermakna, tidak terburu-buru dan menyenangkan,” jelasnya.

Jatmiko optimistis MIN 3 Sukoharjo dan MIN Mitra Sahabat siap dan mampu mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. “Gurunya kreatif dan inovatif. Ada tiga guru olahraga, guru agama, dan ahli di bidangnya masing-masing,” ungkap dia.

Pada kegiatan tersebut, Jatmiko mengenalkan capaian pembelajaran hingga modul ajar yang akan digunakan dalam implementasi Kurikulum Merdeka.

“Kegiatan pembelajaran di kelas diharapkan bisa mengembangkan kompetensi peserta didik sesuai capaian pembelajaran pada fasenya,” kata dia.

Berbagai kegiatan, lanjutnya, dapat dilakukan untuk membantu peserta didik mencapai kompetensi yang diharapkan. “Rancanglah kegiatan yang menarik, membangun rasa ingin tahu murid, dan dihubungkan dengan kehidupan atau lingkungan sekitarnya, sehingga menjadi pembelajaran yang bermakna,” pesannya.

Lebih lanjut diterangkan Jatmiko, Kurikulum Merdeka merupakan jawaban dari segala permasalahan pendidikan di Indonesia. Kurikulum ini dibuat dengan tujuan pendidikan di tanah air semakin maju. Siswa diberikan kebebasan dalam memilih bidang yang diminati dalam pembelajaran.

“Pembelajaran berbasis proyek untuk pengembangan soft skill dan karakter sesuai profil pelajar Pancasila. Fokus pada materi esensial, sehingga ada cukup waktu untuk pembelajaran yang mendalam bagi kompetensi dasar. Antara lain literasi dan numerasi,” pungkas Jatmiko. (ian/wa)

SUKOHARJO – Sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Sukoharjo siap menerapkan Kurikulum Merdeka.

Semangat itu terpancar pada kegiatan sosialisasi implementasi Kurikulum Merdeka yang diikuti 55 peserta dan dihadiri Kepala Kankemenag Sukoharjo Muh Mu’alim didampingi Kasi Penmad Susilowati, Kepala Madrasah Heru Purnomo di ballroom Hotel Sarila Sukoharjo, Kamis (23/6).

Peserta kegiatan antusias menyimak paparan Wakil Kepala Sekolah Penggerak Bidang Humas SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta Dwi Jatmiko. Diselingi berbagai praktik, baik antarguru di MIN 3 Sukoharjo dan MIN Mitra Sahabat.

“Luar biasa guru di sini dalam melayani pendidikan bagi peserta didiknya. Bahkan Kamad (kepala madrasah) Bapak Heru Purnomo bersama tim sekolah siap mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Kurikulum Merdeka lebih fokus pada materi yang esensial dan pengembangan kompetensi peserta didik pada fasenya,” papar Jatmiko.

Menurutnya, kurikulum bersifat dinamis dan terus dikembangkan atau diadaptasi sesuai konteks dan karakteristik murid. “Proses pembelajaran diharapkan menjadi lebih mendalam, bermakna, tidak terburu-buru dan menyenangkan,” jelasnya.

Jatmiko optimistis MIN 3 Sukoharjo dan MIN Mitra Sahabat siap dan mampu mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. “Gurunya kreatif dan inovatif. Ada tiga guru olahraga, guru agama, dan ahli di bidangnya masing-masing,” ungkap dia.

Pada kegiatan tersebut, Jatmiko mengenalkan capaian pembelajaran hingga modul ajar yang akan digunakan dalam implementasi Kurikulum Merdeka.

“Kegiatan pembelajaran di kelas diharapkan bisa mengembangkan kompetensi peserta didik sesuai capaian pembelajaran pada fasenya,” kata dia.

Berbagai kegiatan, lanjutnya, dapat dilakukan untuk membantu peserta didik mencapai kompetensi yang diharapkan. “Rancanglah kegiatan yang menarik, membangun rasa ingin tahu murid, dan dihubungkan dengan kehidupan atau lingkungan sekitarnya, sehingga menjadi pembelajaran yang bermakna,” pesannya.

Lebih lanjut diterangkan Jatmiko, Kurikulum Merdeka merupakan jawaban dari segala permasalahan pendidikan di Indonesia. Kurikulum ini dibuat dengan tujuan pendidikan di tanah air semakin maju. Siswa diberikan kebebasan dalam memilih bidang yang diminati dalam pembelajaran.

“Pembelajaran berbasis proyek untuk pengembangan soft skill dan karakter sesuai profil pelajar Pancasila. Fokus pada materi esensial, sehingga ada cukup waktu untuk pembelajaran yang mendalam bagi kompetensi dasar. Antara lain literasi dan numerasi,” pungkas Jatmiko. (ian/wa)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/