23.7 C
Surakarta
Saturday, 28 January 2023

Dinkes Sukoharjo: AKB-AKI Masih Fluktuatif, Salah Satu Pemicunya Anemia

RADARSOLO.ID – Angka kematian bayi (AKB) dan angka kematian ibu (AKI) di Sukoharjo masih naik turun alias fluktuatif. Salah satu faktor pemicunya anemia atau kekurangan darah.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukoharjo Tri Tuti Rahayu menjelaskan, selama 2022 lalu, kasus AKB di Kota Makmur naik dari 64 menjadi 67 dibanding 2021. Sementara AKI justru turun dari 20 kasus pada 2021 menjadi 12 kasus.

”Salah satu faktor yang menjadi pemicu angka kematian ibu dan bayi adalah anemia atau kekurangan darah,” kata Tri Tuti Rahayu, belum lama ini.

Maka selama kehamilan, Tuti menyarankan ibu hamil mengonsumi tablet tambah darah (TTD) setiap hari demi mengurangi risiko anemia. Konsumsi obat tambah darah juga bisa dilakukan kepada perempuan usia produktif sejak dini. Mengingat kekurangan darah bisa terjadi pada usia berapapun.

”Kesehatan ibu hamil perlu dijaga, termasuk mejaga kesehatan janin sejak dalam kandungan. Ibu hamil juga disarankan untuk memeriksa kesehatan minimal empat kali selama masa hamil. Selain itu disarankan melakukan aktivitas fisik dengan memerhatikan kondisi ibu dan janin,” kata Tuti.

Ibu hamil juga wajib menjaga kebersihan diri dan berisitirahat dengan cukup. Tri Tuti mengatakan ibu hamil wajib mendatangi pos pelayanan terpadu (posyandu). Sebab posyandu tidak hanya menimbang berat badan anak, tetapi memiliki manfaat yang banyak bagi para ibu.

”Dengan posyandu, selain memantau pertumbuhan balita, imunisasi juga lengkap. Anak juga mendapatkan makanan tambahan yang bergizi. Selain itu ibu hamil mendapatkan tablet tambah darah dan berbagai pengetahuan,” terang Tri Tuti. (kwl/adi/dam)

RADARSOLO.ID – Angka kematian bayi (AKB) dan angka kematian ibu (AKI) di Sukoharjo masih naik turun alias fluktuatif. Salah satu faktor pemicunya anemia atau kekurangan darah.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukoharjo Tri Tuti Rahayu menjelaskan, selama 2022 lalu, kasus AKB di Kota Makmur naik dari 64 menjadi 67 dibanding 2021. Sementara AKI justru turun dari 20 kasus pada 2021 menjadi 12 kasus.

”Salah satu faktor yang menjadi pemicu angka kematian ibu dan bayi adalah anemia atau kekurangan darah,” kata Tri Tuti Rahayu, belum lama ini.

Maka selama kehamilan, Tuti menyarankan ibu hamil mengonsumi tablet tambah darah (TTD) setiap hari demi mengurangi risiko anemia. Konsumsi obat tambah darah juga bisa dilakukan kepada perempuan usia produktif sejak dini. Mengingat kekurangan darah bisa terjadi pada usia berapapun.

”Kesehatan ibu hamil perlu dijaga, termasuk mejaga kesehatan janin sejak dalam kandungan. Ibu hamil juga disarankan untuk memeriksa kesehatan minimal empat kali selama masa hamil. Selain itu disarankan melakukan aktivitas fisik dengan memerhatikan kondisi ibu dan janin,” kata Tuti.

Ibu hamil juga wajib menjaga kebersihan diri dan berisitirahat dengan cukup. Tri Tuti mengatakan ibu hamil wajib mendatangi pos pelayanan terpadu (posyandu). Sebab posyandu tidak hanya menimbang berat badan anak, tetapi memiliki manfaat yang banyak bagi para ibu.

”Dengan posyandu, selain memantau pertumbuhan balita, imunisasi juga lengkap. Anak juga mendapatkan makanan tambahan yang bergizi. Selain itu ibu hamil mendapatkan tablet tambah darah dan berbagai pengetahuan,” terang Tri Tuti. (kwl/adi/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img