alexametrics
24.5 C
Surakarta
Tuesday, 28 September 2021

Awas Varian Delta Mulai Masuk Sukoharjo

SUKOHARJO Virus Covid-19 varian Delta dipastikan masuk Sukoharjo. Hal itu diketahui dari hasil uji sampel yang dikirim ke laboratorium Universitas Gajah Mada (UGM). Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengingatkan masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) agar penularan tidak semakin meluas.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukoharjo Yunia Wahdiyati mengatakan, dugaan masuknya varian Delta benar-benar terbukti. Hal itu berdasarkan hasil pemeriksaan genome yang dilakukan laboratorium UGM.

”Kamis sudah menerima hasil pemeriksaan yang memastikan virus korona Delta di Sukoharjo. Semua sampel yang diteliti di lab UGM ternyata varian Delta,” terang Kepala Dinkes Kabupaten Sukoharjo Yunia Wahdiyati, kemarin (25/7).

Yunia menjelaskan, selain sampel yang dikirim oleh dinkes, ada juga sampel yang dikirim oleh rumah sakit. Hasilnya sama, yakni varian delta. Pihaknya sudah menduga hal itu. Apalagi penularan cepat hingga mengakibatkan kasus positif Covid-19 beberapa waktu terakhir naik pesat.

”Kami kembali mengingatkan masyarakat Sukoharjo disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes) untuk mencegah penularan semakin luas. Dengan prokes 5M, penyebaran virus tersebut dapat ditekan,” tegasnya.

Bupati Sukoharjo sekaligus Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sukoharjo Etik Suryani mengatakan, kasus positif Covid-19 harian masih tinggi. Positivity rate per hari 100 lebih. Jumlah tersebut lebih tinggi dari rata-rata nasional. Untuk keluar dari pandemi, tidak bisa dilakukan oleh pemerintah sendiri, harus ada peran serta seluruh masyarakat.

”Jika ingin kembali normal, bisa berdagang kembali, bisa bekerja lagi, nyuwun tulung tetap prokes njih. Apalagi sekarang ini virusnya lebih berbahaya karena mudah menular,” tegas Etik.

Etik berharap, Senin (26/7) ini kasus positif Covid-19 di Sukoharjo mengalami penurunan. Sehingga, aturan PPKM darurat bisa dilonggarkan.

”Diingat-ingat, prokes 5M. Memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas. Semoga pada tanggal 26 Juli nanti kasus sudah turun di Sukoharjo sehingga aturan bisa diperlonggar,” jelasnya.

Sementara itu, data yang dihimpun dari Dinkes Kabupaten Sukoharjo per Sabtu (24/7) dalam sehari ada kenaikan kasus positif 115 kasus. Sehingga, akumulasi kasus positif korona di Sukoharjo menjadi 9.923 kasus dari sebelumnya 9.808 kasus. Di sisi lain, kasus positif sembuh naik 178, sehingga totalnya menjadi 8.519 orang dari sebelumnya 8.341 orang. Sedangkan positif Covid-19 yang meninggal naik 13 dari 647 menjadi 660 orang. Saat ini kasus positif aktif masih 744 kasus. Terdiri dari 613 orang isolasi mandiri dan 131 orang rawat inap di rumah sakit. (kwl/adi)


SUKOHARJO Virus Covid-19 varian Delta dipastikan masuk Sukoharjo. Hal itu diketahui dari hasil uji sampel yang dikirim ke laboratorium Universitas Gajah Mada (UGM). Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengingatkan masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) agar penularan tidak semakin meluas.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukoharjo Yunia Wahdiyati mengatakan, dugaan masuknya varian Delta benar-benar terbukti. Hal itu berdasarkan hasil pemeriksaan genome yang dilakukan laboratorium UGM.

”Kamis sudah menerima hasil pemeriksaan yang memastikan virus korona Delta di Sukoharjo. Semua sampel yang diteliti di lab UGM ternyata varian Delta,” terang Kepala Dinkes Kabupaten Sukoharjo Yunia Wahdiyati, kemarin (25/7).

Yunia menjelaskan, selain sampel yang dikirim oleh dinkes, ada juga sampel yang dikirim oleh rumah sakit. Hasilnya sama, yakni varian delta. Pihaknya sudah menduga hal itu. Apalagi penularan cepat hingga mengakibatkan kasus positif Covid-19 beberapa waktu terakhir naik pesat.

”Kami kembali mengingatkan masyarakat Sukoharjo disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes) untuk mencegah penularan semakin luas. Dengan prokes 5M, penyebaran virus tersebut dapat ditekan,” tegasnya.

Bupati Sukoharjo sekaligus Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sukoharjo Etik Suryani mengatakan, kasus positif Covid-19 harian masih tinggi. Positivity rate per hari 100 lebih. Jumlah tersebut lebih tinggi dari rata-rata nasional. Untuk keluar dari pandemi, tidak bisa dilakukan oleh pemerintah sendiri, harus ada peran serta seluruh masyarakat.

”Jika ingin kembali normal, bisa berdagang kembali, bisa bekerja lagi, nyuwun tulung tetap prokes njih. Apalagi sekarang ini virusnya lebih berbahaya karena mudah menular,” tegas Etik.

Etik berharap, Senin (26/7) ini kasus positif Covid-19 di Sukoharjo mengalami penurunan. Sehingga, aturan PPKM darurat bisa dilonggarkan.

”Diingat-ingat, prokes 5M. Memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas. Semoga pada tanggal 26 Juli nanti kasus sudah turun di Sukoharjo sehingga aturan bisa diperlonggar,” jelasnya.

Sementara itu, data yang dihimpun dari Dinkes Kabupaten Sukoharjo per Sabtu (24/7) dalam sehari ada kenaikan kasus positif 115 kasus. Sehingga, akumulasi kasus positif korona di Sukoharjo menjadi 9.923 kasus dari sebelumnya 9.808 kasus. Di sisi lain, kasus positif sembuh naik 178, sehingga totalnya menjadi 8.519 orang dari sebelumnya 8.341 orang. Sedangkan positif Covid-19 yang meninggal naik 13 dari 647 menjadi 660 orang. Saat ini kasus positif aktif masih 744 kasus. Terdiri dari 613 orang isolasi mandiri dan 131 orang rawat inap di rumah sakit. (kwl/adi)

Populer

Berita Terbaru