alexametrics
26.3 C
Surakarta
Thursday, 9 December 2021

Cakupan Layanan Baru 23 Persen, Pemkab Upayakan Perumda Air Minum Lebih Perkasa

SUKOHARJO Cakupan layanan Perumda Air Minum Tirta Makmur Sukoharjo baru mencapai 23,96 persen. Angka tersebut masih jauh dari target pencapaian sustainable development goals (SDG’s) bahwa pada 2030 pencapaian akses universal dan merata terhadap air minum yang aman dan terjangkau bagi semua elemen.

Itu diungkapkan Bupati Sukoharjo Etik Suryani di sela kunjungannya di Instalansi Pengolahan Air (IPA) Desa Pondok, Kecamatan Grogol, Kamis (25/11).

“Maka dari itu, Perumda Air Minum Tirta Makmur masih berpotensi dikembangkan dan diperluas pelayanannya. Pemkab selalu mendukung Perumda Air Minum Tirta Makmur sebagai operator pemenuhan kebutuhan dasar air bersih masyarakat,” bebernya.

Bentuk dukungan pemkab diwujudkan dengan memberikan penyertaan modal kepada Perumda Air Minum Tirta Makmur guna mendukung program national urban water supply project (NUWSP) senilai Rp 7,5 miliar.

“Saya berharap agar Perumda Air Minum Tirta Makmur dapat memberikan kontribusi yang optimal bagi pemkab melalui pendapatan asli daerah (PAD),” katanya.

Pemkab, lanjut Etik, mengapresiasi atas bantuan hibah program air minum dalam kerangka NUWSP yang sudah terlaksana pada Perumda Air Minum Tirta Makmur Sukoharjo dengan kegiatan peningkatan kapasitas air baku di instalansi pengolahan air (IPA) Gatak dan IPA Tawangsari dengan biaya senilai Rp 32,5 miliar.

“Program ini sangat bermanfaat bagi kami, karena pemenuhan air bersih belum maksimal. Jadi kedepannya bisa diperluas. Bantuan bisa dilanjutkan lagi tahun depan,” terangnya.

Sementera itu, Direktur Perumda Air Minum Tirta Makmur Sukoharjo Dwi Admojo Heri menuturkan, program NUWSP merupakan bagian dari kerangka national urban water supply (NUWAS).

Untuk diketahui, NUWSP merupakan program pemerintah pusat dalam upaya pemenuhan akses universal layanan air minum, khususnya di wilayah perkotaan.

Melalui kerja sama ini, pemerintah pusat memberikan dukungan kepada kabupaten/kota dan PDAM untuk meningkatkan dan memperluas cakupan pelayanan air minum perpipaan bagi masyarakat. Termasuk mereka yang berpenghasilan rendah. (kwl/wa/dam)

SUKOHARJO Cakupan layanan Perumda Air Minum Tirta Makmur Sukoharjo baru mencapai 23,96 persen. Angka tersebut masih jauh dari target pencapaian sustainable development goals (SDG’s) bahwa pada 2030 pencapaian akses universal dan merata terhadap air minum yang aman dan terjangkau bagi semua elemen.

Itu diungkapkan Bupati Sukoharjo Etik Suryani di sela kunjungannya di Instalansi Pengolahan Air (IPA) Desa Pondok, Kecamatan Grogol, Kamis (25/11).

“Maka dari itu, Perumda Air Minum Tirta Makmur masih berpotensi dikembangkan dan diperluas pelayanannya. Pemkab selalu mendukung Perumda Air Minum Tirta Makmur sebagai operator pemenuhan kebutuhan dasar air bersih masyarakat,” bebernya.

Bentuk dukungan pemkab diwujudkan dengan memberikan penyertaan modal kepada Perumda Air Minum Tirta Makmur guna mendukung program national urban water supply project (NUWSP) senilai Rp 7,5 miliar.

“Saya berharap agar Perumda Air Minum Tirta Makmur dapat memberikan kontribusi yang optimal bagi pemkab melalui pendapatan asli daerah (PAD),” katanya.

Pemkab, lanjut Etik, mengapresiasi atas bantuan hibah program air minum dalam kerangka NUWSP yang sudah terlaksana pada Perumda Air Minum Tirta Makmur Sukoharjo dengan kegiatan peningkatan kapasitas air baku di instalansi pengolahan air (IPA) Gatak dan IPA Tawangsari dengan biaya senilai Rp 32,5 miliar.

“Program ini sangat bermanfaat bagi kami, karena pemenuhan air bersih belum maksimal. Jadi kedepannya bisa diperluas. Bantuan bisa dilanjutkan lagi tahun depan,” terangnya.

Sementera itu, Direktur Perumda Air Minum Tirta Makmur Sukoharjo Dwi Admojo Heri menuturkan, program NUWSP merupakan bagian dari kerangka national urban water supply (NUWAS).

Untuk diketahui, NUWSP merupakan program pemerintah pusat dalam upaya pemenuhan akses universal layanan air minum, khususnya di wilayah perkotaan.

Melalui kerja sama ini, pemerintah pusat memberikan dukungan kepada kabupaten/kota dan PDAM untuk meningkatkan dan memperluas cakupan pelayanan air minum perpipaan bagi masyarakat. Termasuk mereka yang berpenghasilan rendah. (kwl/wa/dam)

Populer

Berita Terbaru