alexametrics
32.3 C
Surakarta
Friday, 19 August 2022

Ternak yang Sudah Divaksin Diberi Tanda Khusus di Bagian Telinga

300 Hewan Ternak di Sukoharjo Telah Divaksin

SUKOHARJO – Distribusi vaksin bagi hewan ternak untuk mencegah penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Sukoharjo terus dikebut jelang Idul Adha ini. Hingga Sabtu (25/6) setidaknya 300 ternak divaksinasi. Hanya saja, Kota Makmur baru mendapatkan 2.100 dosis vaksin PMK.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo Arif Rahmanto menjelaskan, hingga Sabtu (25/6) kasus PMK di Sukoharjo bertambah 27 kasus baru. Sehingga total hewan ternak yang masih sakit menjadi 824 kasus.

”Ternak sakit masih 824, terdiri dari sapi 804, kerbau tujuh, domba satu, kambing dua,” kata Arif, Minggu (26/6).

Menurut Arif, sudah ada 71 ternak yang sembuh dari PMK, terdiri dari 63 sapi dan delapan kambing. Namun, ada empat ternak sapi terpapar PMK yang mati dan 10 sapi terpapar PMK dipotong paksa.

”Saat ini, tim vaksinasi sudah mulai bergerak cepat melakukan vaksinasi di sejumlah wilayah,” katanya.

Terkait vaksinasi, setidaknya Kabupaten Sukoharjo sudah menerima 2.100 dosis vaksin. Hingga Sabtu (25/6) kemarin sudah ada 300 sapi yang mendapatkan vaksin. ”Saat ini masih ada 1.800 dosis vaksin, tim sudah bergerak melakukan vaksin,” bebernya.

Kepala unit pelaksana teknis daerah (UPTD) Rumah Potong dan Pusat Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo Leni Sri Lestari mengatakan, vaksinasi dilakukan bertahap menyesuaikan jumlah kiriman dari pemerintah pusat. Vaksinasi PMK tersebut diawali di Desa Mertan, Kecamatan Bendosari.

”Ya, nanti teknisnya kami jemput bola, datang ke peternak. Jadi harus bersabar, karena vaksinasi dilakukan oleh petugas,” kata Leni Sri Lestari belum lama ini.

Menurut Leni, vaksin disuntikan di bagian leher ternak. Kemudian, pada telinga ternak yang sudah divaksin dipasang tanda khusus.

”Semua ternak yang sehat bisa dilihat nanti di aplikasi HP. Cirinya sapi yang sehat di kupingnya diberi tanda dan di-scan barcode berwarna kuning menandakan sapi itu siap dilakukan kegiatan-kegiatan terutama terkait sapi potong,” katanya. (kwl/adi/dam)

SUKOHARJO – Distribusi vaksin bagi hewan ternak untuk mencegah penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Sukoharjo terus dikebut jelang Idul Adha ini. Hingga Sabtu (25/6) setidaknya 300 ternak divaksinasi. Hanya saja, Kota Makmur baru mendapatkan 2.100 dosis vaksin PMK.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo Arif Rahmanto menjelaskan, hingga Sabtu (25/6) kasus PMK di Sukoharjo bertambah 27 kasus baru. Sehingga total hewan ternak yang masih sakit menjadi 824 kasus.

”Ternak sakit masih 824, terdiri dari sapi 804, kerbau tujuh, domba satu, kambing dua,” kata Arif, Minggu (26/6).

Menurut Arif, sudah ada 71 ternak yang sembuh dari PMK, terdiri dari 63 sapi dan delapan kambing. Namun, ada empat ternak sapi terpapar PMK yang mati dan 10 sapi terpapar PMK dipotong paksa.

”Saat ini, tim vaksinasi sudah mulai bergerak cepat melakukan vaksinasi di sejumlah wilayah,” katanya.

Terkait vaksinasi, setidaknya Kabupaten Sukoharjo sudah menerima 2.100 dosis vaksin. Hingga Sabtu (25/6) kemarin sudah ada 300 sapi yang mendapatkan vaksin. ”Saat ini masih ada 1.800 dosis vaksin, tim sudah bergerak melakukan vaksin,” bebernya.

Kepala unit pelaksana teknis daerah (UPTD) Rumah Potong dan Pusat Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo Leni Sri Lestari mengatakan, vaksinasi dilakukan bertahap menyesuaikan jumlah kiriman dari pemerintah pusat. Vaksinasi PMK tersebut diawali di Desa Mertan, Kecamatan Bendosari.

”Ya, nanti teknisnya kami jemput bola, datang ke peternak. Jadi harus bersabar, karena vaksinasi dilakukan oleh petugas,” kata Leni Sri Lestari belum lama ini.

Menurut Leni, vaksin disuntikan di bagian leher ternak. Kemudian, pada telinga ternak yang sudah divaksin dipasang tanda khusus.

”Semua ternak yang sehat bisa dilihat nanti di aplikasi HP. Cirinya sapi yang sehat di kupingnya diberi tanda dan di-scan barcode berwarna kuning menandakan sapi itu siap dilakukan kegiatan-kegiatan terutama terkait sapi potong,” katanya. (kwl/adi/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/