alexametrics
32.7 C
Surakarta
Monday, 27 September 2021

Massa Geruduk BBWSBS: Tindak Tegas Pencemaran Sungai Bengawan Solo!

SUKOHARJO – Massa Gerakan Peduli Lingkungan (GPL) Sukoharjo menggeruduk kantor Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) di Pabelan, Kartasura, Rabu (28/4). Mereka mendesak BBWSBS bersikap atas pencemaran di sungai terpanjang di Pulau Jawa tersebut.

Selain berorasi, massa menggelar teatrikal dan membawa air serta tanah Sungai Bengawan Solo yang terdampak limbah. Kondisi itu diduga akibat limbah cair PT RUM dialirkan ke sungai setempat.

“Aksi ini sebagai bentuk kekesalan masyarakat atas limbah cair yang mencemari sungai kecil dan bermuara ke Sungai Bengawan Solo. Kami mendesak BBWSBS sebagai institusi yang mempunyai tanggung jawab memelihara sungai tidak tutup mata atas pencemaran tersebut,” ujar Herman, salah seorang peserta aksi.

Menurutnya, berdasarkan riset bersama Ecoton, LBH Semarang, dan Walhi Jateng, ditemukan banyak rembesan saluran pipa limbah cair yang dipendam dalam tanah.

“Kebocoran serta pembuangan limbah cair PT RUM ke Sungai Bengawan Solo mengakibatkan pencemaran. Kesehatan masyarakat yang mengandalkan air dari Sungai Bengawan Solo terancam. Air sungai banyak mengandung micro plastic dan zat kimia berbahaya,” beber Herman.

Sebab itu, GPL Sukoharjo menuntut BBWSBS sebagai institusi yang mempunyai tanggung jawab terhadap pengelolaan sumber daya air di wilayah Sungai Bengawan Solo berani bersikap.

Tuntutan lainnya, segera hentikan pencemaran di Sungai Bengawan Solo yang merupakan sungai stategis nasional, berikan sanksi kepada PT RUM atas limbah cair yang mencemari Sungai Bengawan Solo, serta segera hentikan pembuangan limbah cair PT RUM ke Sungai Bengawan Solo.

Terpisah, legal BBWSBS Badrus Zaman menerangkan, BBWSBS bukanlah penindak ketika terjadi pencemaran. Tapi BBWSBS telah mengambil langkah dengan mengumpulkan perusahaan di sepanjang Sungai Bengawan Solo untuk diajak merawat sungai.

“Mana saja wilayah yang tercemar sudah kami petakan. Sudah kami serahkan ke Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Tengah. Bapak gubernur Jateng, juga menyampaikan di 2021 tidak ada lagi pencemaran di Sungai Bengawan Solo,” tuturnya. (kwl/wa/ria)


SUKOHARJO – Massa Gerakan Peduli Lingkungan (GPL) Sukoharjo menggeruduk kantor Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) di Pabelan, Kartasura, Rabu (28/4). Mereka mendesak BBWSBS bersikap atas pencemaran di sungai terpanjang di Pulau Jawa tersebut.

Selain berorasi, massa menggelar teatrikal dan membawa air serta tanah Sungai Bengawan Solo yang terdampak limbah. Kondisi itu diduga akibat limbah cair PT RUM dialirkan ke sungai setempat.

“Aksi ini sebagai bentuk kekesalan masyarakat atas limbah cair yang mencemari sungai kecil dan bermuara ke Sungai Bengawan Solo. Kami mendesak BBWSBS sebagai institusi yang mempunyai tanggung jawab memelihara sungai tidak tutup mata atas pencemaran tersebut,” ujar Herman, salah seorang peserta aksi.

Menurutnya, berdasarkan riset bersama Ecoton, LBH Semarang, dan Walhi Jateng, ditemukan banyak rembesan saluran pipa limbah cair yang dipendam dalam tanah.

“Kebocoran serta pembuangan limbah cair PT RUM ke Sungai Bengawan Solo mengakibatkan pencemaran. Kesehatan masyarakat yang mengandalkan air dari Sungai Bengawan Solo terancam. Air sungai banyak mengandung micro plastic dan zat kimia berbahaya,” beber Herman.

Sebab itu, GPL Sukoharjo menuntut BBWSBS sebagai institusi yang mempunyai tanggung jawab terhadap pengelolaan sumber daya air di wilayah Sungai Bengawan Solo berani bersikap.

Tuntutan lainnya, segera hentikan pencemaran di Sungai Bengawan Solo yang merupakan sungai stategis nasional, berikan sanksi kepada PT RUM atas limbah cair yang mencemari Sungai Bengawan Solo, serta segera hentikan pembuangan limbah cair PT RUM ke Sungai Bengawan Solo.

Terpisah, legal BBWSBS Badrus Zaman menerangkan, BBWSBS bukanlah penindak ketika terjadi pencemaran. Tapi BBWSBS telah mengambil langkah dengan mengumpulkan perusahaan di sepanjang Sungai Bengawan Solo untuk diajak merawat sungai.

“Mana saja wilayah yang tercemar sudah kami petakan. Sudah kami serahkan ke Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Tengah. Bapak gubernur Jateng, juga menyampaikan di 2021 tidak ada lagi pencemaran di Sungai Bengawan Solo,” tuturnya. (kwl/wa/ria)

Populer

Berita Terbaru