alexametrics
22.1 C
Surakarta
Wednesday, 29 June 2022

Mudik Lebaran Diperbolehkan, Okupansi Hotel di Sukoharjo Naik Signifikan

SUKOHARJO – Momen Lebaran 2022 kali ini, okupansi hotel di wilayah Kabupaten Sukoharjo mengalami kenaikan cukup signifikan jika di bandingkan dengan tahun sebelumnya. Dibukanya kran mudik Lebaran oleh pemerintah sangat berpengaruh besar terhadap bisnis perhotelan.

Ketua Badan Pengurus Cabang Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia Sukoharjo Oma Nuryanto mengatakan tahun ini okupansi semakin baik dibandingkan dengan dua tahun belakangan karena pandemi. Angka kenaikannya mencapai 90 persen sampai 95 persen.

“Untuk Lebaran kali ini tingkat okupansi hotel naik, bahkan untuk H-7 hingga H+7 Lebaran sudah banyak dipesan jauh hari sebelumnya,” kata Oma Nuryanto, Jumat (29/4).

Oma mencontohkan, pada hotel yang dikelolanya, sudah terisi penuh, fully booked hingga H+7 Lebaran. Padahal saat Lebaran pada 2 tahun lalu, okupansi hanya sekira 20 persen hingga 25 persen. Menyinggung soal tarif kamar selama momen Lebaran, ia mengatakan ada penyesuaian namun masih dalam batas nominal yang wajar.

“Dibandingkan Lebaran pada dua tahun pandemi lalu, tamu baru masuk pada H-2 atau H-3 baru mulai pesan kamar. Sekarang sudah mulai masuk dari H kurang dua minggu Lebaran,” paparnya.

Diakui Oma, dibukanya kran mudik Lebaran oleh pemerintah sangat berpengaruh besar terhadap bisnis perhotelan. Apalagi saat ini ASN juga mendapat libur panjang.

“Sesuai anjuran pemerintah, kami tetap menerapkan protokol kesehatan dalam menjalankan operasional hotel,” pungkasnya. (kwl/dam)

SUKOHARJO – Momen Lebaran 2022 kali ini, okupansi hotel di wilayah Kabupaten Sukoharjo mengalami kenaikan cukup signifikan jika di bandingkan dengan tahun sebelumnya. Dibukanya kran mudik Lebaran oleh pemerintah sangat berpengaruh besar terhadap bisnis perhotelan.

Ketua Badan Pengurus Cabang Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia Sukoharjo Oma Nuryanto mengatakan tahun ini okupansi semakin baik dibandingkan dengan dua tahun belakangan karena pandemi. Angka kenaikannya mencapai 90 persen sampai 95 persen.

“Untuk Lebaran kali ini tingkat okupansi hotel naik, bahkan untuk H-7 hingga H+7 Lebaran sudah banyak dipesan jauh hari sebelumnya,” kata Oma Nuryanto, Jumat (29/4).

Oma mencontohkan, pada hotel yang dikelolanya, sudah terisi penuh, fully booked hingga H+7 Lebaran. Padahal saat Lebaran pada 2 tahun lalu, okupansi hanya sekira 20 persen hingga 25 persen. Menyinggung soal tarif kamar selama momen Lebaran, ia mengatakan ada penyesuaian namun masih dalam batas nominal yang wajar.

“Dibandingkan Lebaran pada dua tahun pandemi lalu, tamu baru masuk pada H-2 atau H-3 baru mulai pesan kamar. Sekarang sudah mulai masuk dari H kurang dua minggu Lebaran,” paparnya.

Diakui Oma, dibukanya kran mudik Lebaran oleh pemerintah sangat berpengaruh besar terhadap bisnis perhotelan. Apalagi saat ini ASN juga mendapat libur panjang.

“Sesuai anjuran pemerintah, kami tetap menerapkan protokol kesehatan dalam menjalankan operasional hotel,” pungkasnya. (kwl/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/