alexametrics
28.9 C
Surakarta
Friday, 19 August 2022

Simulasi Penggerebekan Warnai Kontes Kendaraan yang Digelar Polres Wonogiri

WONOGIRI – Sejumlah kendaraan bermotor mengikuti Bhayangkara Autoshow yang digelar oleh Polres Wonogiri bersama sejumlah komunitas kendaraan. Dalam kegiatan ini juga digelar peragaan penggerebekan.

Kapolres Wonogiri AKBP Dydit Dwi Susanto melalui Kasatlantas Polres Wonogiri AKP Marwanto menerangkan Bhayangkara Autoshow adalah rangkaian peringatan HUT Bhayangkara ke-76. Ada sekitar 70 mobil dan 40 sepeda motor yang mengikuti kontes modifikasi dengan sejumlah kategori.

“Ini juga bentuk sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait dengan kepolisian,” kata dia di sela acara, Minggu (3/7).

Dalam agenda yang berlangsung 2-3 Juli itu, ada sejumlah hiburan yang bisa dinikmati masyarakat. Mulai dari freestyle sepeda motor hingga pertunjukan musik. Selain itu, Polres Wonogiri juga melakukan pameran senjata, peragaan safety riding dari Satlantas bahkan juga peragaan penggerebekan yang dilakukan Sat Samapta.

Dengan adanya penampilan dari kepolisian, juga menunjukan bahwa Polres Wonogiri memiliki sejumlah perlengkapan mumpuni untuk menjalankan tugas. Selain itu, polisi juga mampu melakukan penanganan aksi kriminalisme dengan dilakukannya peragaan penggerebekan.

Kasat Samapta Polres Wonogiri AKP Soepardi menuturkan di acara tersebut pihaknya ikut menunjukaan senjata yang dimiliki. Selain itu juga peragaan penggerebekan yang dilakukan oleh anggotanya.

Dalam peragaan yang dilakukan, skenario yang diambil adalah polisi saat patroli mendapatkan informasi dari masyarakat terkait adanya penjambretan yang bersenjata api. Polisi akhirnya mengejar dan melumpuhkan pelaku.

“Karena penjahatnya bersenjata tentu kita lakukan lebih hati-hati sesuai prosedur dan dilakukan oleh orang yang terlatih, tidak bisa sembarang orang karena berbahaya,” kata dia.

AKP Soepardi menerangkan, anggotanya yang melakukan simulasi penggerebekan itu sudah memiliki keterampilan sebelumnya. Dengan begitu, hanya dilakukan gladi dua kali sebelum simulasi digelar.

“Mereka sudah terlatih, jadi gladi hanya merefresh saja. Dulu dilatih dari Brimob,” kata dia.

Pihaknya mengimbau masyarakat yang mendapatkan informasi adanya pelaku kejahatan bisa segera menghubungi polisi. Lebih cepat informasi masuk, maka akan lebih cepat penanganan yang dilakukan. (al/dam)

WONOGIRI – Sejumlah kendaraan bermotor mengikuti Bhayangkara Autoshow yang digelar oleh Polres Wonogiri bersama sejumlah komunitas kendaraan. Dalam kegiatan ini juga digelar peragaan penggerebekan.

Kapolres Wonogiri AKBP Dydit Dwi Susanto melalui Kasatlantas Polres Wonogiri AKP Marwanto menerangkan Bhayangkara Autoshow adalah rangkaian peringatan HUT Bhayangkara ke-76. Ada sekitar 70 mobil dan 40 sepeda motor yang mengikuti kontes modifikasi dengan sejumlah kategori.

“Ini juga bentuk sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait dengan kepolisian,” kata dia di sela acara, Minggu (3/7).

Dalam agenda yang berlangsung 2-3 Juli itu, ada sejumlah hiburan yang bisa dinikmati masyarakat. Mulai dari freestyle sepeda motor hingga pertunjukan musik. Selain itu, Polres Wonogiri juga melakukan pameran senjata, peragaan safety riding dari Satlantas bahkan juga peragaan penggerebekan yang dilakukan Sat Samapta.

Dengan adanya penampilan dari kepolisian, juga menunjukan bahwa Polres Wonogiri memiliki sejumlah perlengkapan mumpuni untuk menjalankan tugas. Selain itu, polisi juga mampu melakukan penanganan aksi kriminalisme dengan dilakukannya peragaan penggerebekan.

Kasat Samapta Polres Wonogiri AKP Soepardi menuturkan di acara tersebut pihaknya ikut menunjukaan senjata yang dimiliki. Selain itu juga peragaan penggerebekan yang dilakukan oleh anggotanya.

Dalam peragaan yang dilakukan, skenario yang diambil adalah polisi saat patroli mendapatkan informasi dari masyarakat terkait adanya penjambretan yang bersenjata api. Polisi akhirnya mengejar dan melumpuhkan pelaku.

“Karena penjahatnya bersenjata tentu kita lakukan lebih hati-hati sesuai prosedur dan dilakukan oleh orang yang terlatih, tidak bisa sembarang orang karena berbahaya,” kata dia.

AKP Soepardi menerangkan, anggotanya yang melakukan simulasi penggerebekan itu sudah memiliki keterampilan sebelumnya. Dengan begitu, hanya dilakukan gladi dua kali sebelum simulasi digelar.

“Mereka sudah terlatih, jadi gladi hanya merefresh saja. Dulu dilatih dari Brimob,” kata dia.

Pihaknya mengimbau masyarakat yang mendapatkan informasi adanya pelaku kejahatan bisa segera menghubungi polisi. Lebih cepat informasi masuk, maka akan lebih cepat penanganan yang dilakukan. (al/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/