alexametrics
31.1 C
Surakarta
Friday, 12 August 2022

Musim Kemarau, BPBD Wonogiri Ajak Warga Antisipasi Kebakaran Lahan

WONOGIRI – Memasuki musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri Bambang Haryanto mengingatkan warga akan potensi kebakaran lahan.

“Sejak 2021 sampai saat ini, catatan kami tidak ada kebakaran lahan. Tapi bagaimana pun tetap harus diantisipasi,” kata Kepala Pelaksana BPBD Wonogiri Bambang Haryanto, Kamis (4/8).

Di akui Bambang, masih ada warga yang membakar lahan, khususnya di lahan jati. Muncul anggapan ketika dilakukan pembakaran lahan, maka pohon jati lebih cepat berkembang.

Padahal hal itu tidak tepat. Pembakaran lahan malah mengurangi unsur hara tanah. “Tidak hanya itu, juga bisa berdampak kepada habitat yang ada di tanah. Di antaranya cacing dan sebagainya,” tuturnya.

Ditegaskan mantan camat Selogiri itu, api dari pembakaran lahan bisa menjalar ke permukiman. Bahkan beberapa tahun lalu pernah ada pembakaran lahan yang mengakibatkan korban jiwa.

Berkaca dari fenomena tersebut, BPBD Wonogiri mengajak masyarakat lebih peduli lingkungan guna mencegah terjadinya kebakaran lahan.

Terkait dampak kekeringan, BPBD belum mendapatkan laporan. Kemarau di tahun ini berpotensi menjadi kemarau basah. Sebab, meski sudah memasuki kemarau, masih turun hujan.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan bulan ini merupakan puncak musim kemarau. (al/wa/dam)

WONOGIRI – Memasuki musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri Bambang Haryanto mengingatkan warga akan potensi kebakaran lahan.

“Sejak 2021 sampai saat ini, catatan kami tidak ada kebakaran lahan. Tapi bagaimana pun tetap harus diantisipasi,” kata Kepala Pelaksana BPBD Wonogiri Bambang Haryanto, Kamis (4/8).

Di akui Bambang, masih ada warga yang membakar lahan, khususnya di lahan jati. Muncul anggapan ketika dilakukan pembakaran lahan, maka pohon jati lebih cepat berkembang.

Padahal hal itu tidak tepat. Pembakaran lahan malah mengurangi unsur hara tanah. “Tidak hanya itu, juga bisa berdampak kepada habitat yang ada di tanah. Di antaranya cacing dan sebagainya,” tuturnya.

Ditegaskan mantan camat Selogiri itu, api dari pembakaran lahan bisa menjalar ke permukiman. Bahkan beberapa tahun lalu pernah ada pembakaran lahan yang mengakibatkan korban jiwa.

Berkaca dari fenomena tersebut, BPBD Wonogiri mengajak masyarakat lebih peduli lingkungan guna mencegah terjadinya kebakaran lahan.

Terkait dampak kekeringan, BPBD belum mendapatkan laporan. Kemarau di tahun ini berpotensi menjadi kemarau basah. Sebab, meski sudah memasuki kemarau, masih turun hujan.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan bulan ini merupakan puncak musim kemarau. (al/wa/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/