alexametrics
23.3 C
Surakarta
Wednesday, 17 August 2022

Warga Pokoh Jadi Korban Begal Rekening: Terima Telepon,Rp 33 Juta di BRI Raib

WONOGIRI –  Dwi Darmanto, 46, warga Perumahan Megatama Desa Pokoh Kidul Kecamatan Wonogiri Kota kehilangan uang senilai puluhan juta rupiah yang disimpan di rekening BRI. Diduga, pria itu menjadi korban penipuan yang mengatasnamakan BRI.

Dwi menceritakan, peristiwa bermula pada Kamis (17/3) lalu. Saat itu, dia mendapatkan telepon via WhatsApp (WA) dari nomor +1 (401) 739-9312 yang mengaku dari BRI Poin.

Menurut Dwi, saat itu orang tak dikenal tersebut mengabari bahwa dia mendapatkan hadiah dari BRI. Saat itu, Dwi sebenarnya sudah tak percaya.

“Saya langsung tidak percaya waktu itu. Hadiah yang ditawarkan tinggal milih sendiri, mungkin untuk meyakinkan. Tapi saya sudah tidak percaya waktu itu,” ujar dia, Kamis (4/8).

Namun, saat pembicaraan telepon itu berlangsung ternyata saldo yang ada di rekening BRI miliknya tersedot. Totalnya hingga Rp 33.650.000.

Berdasarkan catatan rekening koran miliknya, uang itu dikirim dua kali. Pertama sejumlah Rp 33.650.000, dan yang kedua Rp 50 ribu.

Dwi menuturkan, dia merasa tak memberikan kode one time password (OTP) miliknya. Namun dia menilai ada hal yang membuat orang tersebut bisa mendapatkan akses ke rekeningnya.

“Selain itu, sempat juga menyebutkan data pribadi saya sampai nama ibu kandung. Apa mungkin data saya jebol atau bagaimana. Yang jelas setelah telepon berakhir saldo saya sudah habis,” terang dia.

Dwi mengatakan, saat telepon itu berlangsung, dia sempat juga berkomunikasi dengan petugas BRI. Dia pun menduga data itu sudah jebol.

Atas kejadian itu, Dwi telah membuat laporan ke kepolisian maupun ke pihak BRI. Berdasarkan informasi yang didapatkannya dari BRI, transaksi yang dilakukan oleh penipu itu tercatat sebagai transaksi normal. Dwi kini hanya bisa berharap uang miliknya bisa kembali.

Terpisah, Pemimpin Cabang BRI Wonogiri Muhammad Nu’man mengatakan, pihaknya selalu mewanti-wanti seluruh nasabah dengan aksi begal rekening. Pihaknya juga telah menindaklanjuti laporan Dwi.

Menurut pria yang akrab disapa Aan itu, Dwi sebelumnya telah mendapatkan link, yang mana sudah dimasukkan data seperti user id dan password internet banking. Kemudian penipu mencoba masuk ke internet banking.

“Kalau lewat BRImo, pengamanannya dua lapis, user id sama password dan juga pin. Nah kita selalu mengimbau nasabah, itu tidak diberikan kepada siapa pun,” kata dia.

Menurut Aan, berdasarkan investigasi yang dilakukan, nasabah telah memberikan data itu. Sebab, transaksi yang dilakukan sukses dan sesuai prosedur.

“Jadi bukan bobol, ini penipuan. Secara sistem di BRI aman. Investigasi kami, si penipu ini masuk ke internet banking. Mas Dwi sebelumnya kan mengisi link yang diberikan, nah data-datanya masuk di situ,” kata dia.

Lebih lanjut, diungkapkan Aan, penipu secara random menghubungi nasabah, baik nasabah bank BRI ataupun bank lain dan mengirimkan link yang nantinya bisa calon korban mengisi data pribadi. Untuk masuk ke internet banking korban, pelaku penipuan meminta kode OTP yang dikirim ke nomor pribadi korban.

Atas kejadian ini, Aan mewanti-wanti agar nasabah menjaga data-data pribadinya. Selain itu, jangan mudah percaya dengan pihak-pihak yang mengaku dari BRI maupun mengumumkan bahwa nasabah tersebut mendapatkan hadiah. (al/ria)

 






Reporter: Iwan Adi Luhung

WONOGIRI –  Dwi Darmanto, 46, warga Perumahan Megatama Desa Pokoh Kidul Kecamatan Wonogiri Kota kehilangan uang senilai puluhan juta rupiah yang disimpan di rekening BRI. Diduga, pria itu menjadi korban penipuan yang mengatasnamakan BRI.

Dwi menceritakan, peristiwa bermula pada Kamis (17/3) lalu. Saat itu, dia mendapatkan telepon via WhatsApp (WA) dari nomor +1 (401) 739-9312 yang mengaku dari BRI Poin.

Menurut Dwi, saat itu orang tak dikenal tersebut mengabari bahwa dia mendapatkan hadiah dari BRI. Saat itu, Dwi sebenarnya sudah tak percaya.

“Saya langsung tidak percaya waktu itu. Hadiah yang ditawarkan tinggal milih sendiri, mungkin untuk meyakinkan. Tapi saya sudah tidak percaya waktu itu,” ujar dia, Kamis (4/8).

Namun, saat pembicaraan telepon itu berlangsung ternyata saldo yang ada di rekening BRI miliknya tersedot. Totalnya hingga Rp 33.650.000.

Berdasarkan catatan rekening koran miliknya, uang itu dikirim dua kali. Pertama sejumlah Rp 33.650.000, dan yang kedua Rp 50 ribu.

Dwi menuturkan, dia merasa tak memberikan kode one time password (OTP) miliknya. Namun dia menilai ada hal yang membuat orang tersebut bisa mendapatkan akses ke rekeningnya.

“Selain itu, sempat juga menyebutkan data pribadi saya sampai nama ibu kandung. Apa mungkin data saya jebol atau bagaimana. Yang jelas setelah telepon berakhir saldo saya sudah habis,” terang dia.

Dwi mengatakan, saat telepon itu berlangsung, dia sempat juga berkomunikasi dengan petugas BRI. Dia pun menduga data itu sudah jebol.

Atas kejadian itu, Dwi telah membuat laporan ke kepolisian maupun ke pihak BRI. Berdasarkan informasi yang didapatkannya dari BRI, transaksi yang dilakukan oleh penipu itu tercatat sebagai transaksi normal. Dwi kini hanya bisa berharap uang miliknya bisa kembali.

Terpisah, Pemimpin Cabang BRI Wonogiri Muhammad Nu’man mengatakan, pihaknya selalu mewanti-wanti seluruh nasabah dengan aksi begal rekening. Pihaknya juga telah menindaklanjuti laporan Dwi.

Menurut pria yang akrab disapa Aan itu, Dwi sebelumnya telah mendapatkan link, yang mana sudah dimasukkan data seperti user id dan password internet banking. Kemudian penipu mencoba masuk ke internet banking.

“Kalau lewat BRImo, pengamanannya dua lapis, user id sama password dan juga pin. Nah kita selalu mengimbau nasabah, itu tidak diberikan kepada siapa pun,” kata dia.

Menurut Aan, berdasarkan investigasi yang dilakukan, nasabah telah memberikan data itu. Sebab, transaksi yang dilakukan sukses dan sesuai prosedur.

“Jadi bukan bobol, ini penipuan. Secara sistem di BRI aman. Investigasi kami, si penipu ini masuk ke internet banking. Mas Dwi sebelumnya kan mengisi link yang diberikan, nah data-datanya masuk di situ,” kata dia.

Lebih lanjut, diungkapkan Aan, penipu secara random menghubungi nasabah, baik nasabah bank BRI ataupun bank lain dan mengirimkan link yang nantinya bisa calon korban mengisi data pribadi. Untuk masuk ke internet banking korban, pelaku penipuan meminta kode OTP yang dikirim ke nomor pribadi korban.

Atas kejadian ini, Aan mewanti-wanti agar nasabah menjaga data-data pribadinya. Selain itu, jangan mudah percaya dengan pihak-pihak yang mengaku dari BRI maupun mengumumkan bahwa nasabah tersebut mendapatkan hadiah. (al/ria)

 






Reporter: Iwan Adi Luhung

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/